Gunungsitoli (SIB)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Marthinus Lase SH mengatakan dalam rangkaian percepatan pengentasan wajib belajar 9 tahun dan pengentasan buta aksara telah dibentuk Tim oleh Bupati Nias sesuai surat penugasan nomor: 090/2694/2007 tanggal 28 April 2007. Tim tersebut telah melakukan berbagai persiapan yang kegiatannya berlokasi di Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias dalam waktu dekat.

Untuk itu kadis Pendidikan menghimbau seluruh elemen masyarakat Nias agar berperan aktif memberi pemahaman kepada masyarakat untuk mengikuti kegiatan itu dengan baik sesuai dengan program instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tanggal 9 Juni 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun dan Pemberantasan Buta Aksara.

Kepala Dinas Pendidikan Marthinus Lase SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (21/9) mengatakan, kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Nias dalam program pelaksanaan penuntasan percepatan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun dan Pemberantasan Buta Aksara adalah masih banyaknya masyarakat yang belum memahami betapa pentingnya pendidikan untuk menjadikan bebas buta aksara.

Banyak warga berpendapat, walaupun sudah berpendidikan tidak ada harapan untuk menjadi pegawai negeri, anggota DPRD atau menjadi kepala desa sehingga masyarakat berpendapat lebih baik mengurus kebun dari pada mengikuti kegiatan buta aksara. Kadis Pendidikan memprediksi Nias tidak tuntas buta aksara tahun 2009. Namun, Kadis Pendidikan Kab Nias mengharapkan dukungan berbagai lapisan masyarakat agar memberi dorongan dan motivasi kepada warga yang belum bebas dari buta aksara, sehingga program pemerintah itu dapat sukses di Nias. (T15/j)

Sumber: SIB, 22 September 2007.

Facebook Comments