Gunungsitoli (SIB)
Akibat banyaknya ditemukan proyek ”asal jadi” di Kab Nias, BPK diminta mengaudit dana Badan Rekonsturksi dan Rehabilitasi (BRR), khususnya yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek-proyek,” kata wakil Ketua Fraksi Bela Rakyat DPRD Nias Foanoita Zai kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/9).

Menurut dia, audit terhadap BRR perlu dilakukan, mengingat pelaksanaan proyek BRR di kab Nias, khsususnya menyangkut bangunan dan perumahan BRR selama ini banyak yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan dikerjakan ”asal jadi”.

Audit dana BRR bertujuan supaya adanya sinkronisasi di lapangan antara hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi di Kab Nias dengan dana yang sudah dicairkan pemerintah ke BRR. Dengan demikian, progress penanganan gempa Nias nantinya akan dapat disesuaikan dengan jumlah dana yang sudah dikucurkan pemerintah,” katanya.

Menjawab permintaan anggota DPRD Nias tersebut, kepala BRR perwakilan Nias William P Sabandar PhD kepada wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, selama ini dana BRR diaudit internal maupun eksternal.

Untuk tingkat internal, BRR punya satuan pengawas internal dan deputi pengawasan serta satuan anti korupsi di bawah dewan pengawas. Sedangkan untuk eksternal, ada BPK yang secara rutin melakukan pra audit dan pos audit. “Kalau ternyata oleh BPK ditemukan bahwa persoalan itu terjadi kerugian negara, maka BPK nantinya akan meneruskannya ke pihak kejaksaaan,” paparnya, seraya meminta masyarakat agar tidak perlu kuatir akan kemungkinan dana BRR disalahgunakan, sebab dirinya sebagai pimpinan BRR perwakilan Nias akan senantiasa dalam posisi mendorong agar dana BRR tidak dikorupsi oknum-oknum yang bekerja di BRR.

Di kesempatan itu, ia selaku pimpinan BRR perwakilan Nias meminta semua PPK dan Satker dapat melaksanakan semua aturan dan mengikuti fakta integritas BRR serta senatiasa melaksanakan kegiatan dengan profesional dan bertanggungjawab. ”Saya meminta kepada seluruh staf agar proyek BRR dapat menjadi model penanganan bencana di Indonesia,” katanya. (T4/T15/t)

Sumber: SIB, 21 September 2007

Facebook Comments