Gunungsitoli(SIB)
Berbagai kalangan menilai, persetujuan DPRDSU terhadap pemekaran Kab Nias merupakan salah satu cara melepaskan diri dari ketertinggalan dan kemiskinan yang selama ini melekat di masyarakat Nias. ”62 tahun lamanya Indonesia merdeka, baru kali ini Nias menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Kami bangga punya wakil di DPRDSU yang ternyata mau menyahuti jeritan hati rakyat Nias yang selama ini terisolir dan tertinggal di segala bidang,” kata ketua fraksi PPD DPRD Nias, Damili Gea SH kepada wartawan di Gunungsitoli, Selasa (18/9).

Menurut dia, dengan dimekarkannya Kab Nias menjadi 4 kab/kota, masyarakat Nias nantinya akan mampu meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri dan menikmati hasil pembangunan dengan optimal sekaligus memberikan kesempatan secara luas bagi SDM dan putra-putri Nias dalam mengelola potensi sumber daya alam (SDA) yang ada di Kab Nias,” sebutnya.

Demikian halnya dikatakan bendahara Partai PKPI Kab Nias, Drs Foanoita Zai, bahwa sudah sangat wajar Pemprovsu dan DPRDSU serta pemerintah pusat segera merealisasikan pemekaran Kab Nias. ”Selama ini dari letak geografis dan kepedulian daerah–daerah hinterland maupun pemerintah pusat sangat minim bahkan terkesan melupakan Kab Nias sebagai salah satu kepulauan terbesar di Indonesia,” katanya.

Ia selaku putra daerah menghimbau masyarakat Nias, baik itu yang ada di perantauan maupun yang berada di wilayah Kab Nias, kiranya tetap bersatu dan bulatkan tekad demi terwujudnya daerah pemekaran baru di Kab Nias sekaligus meyakinkan agar pemerintah pusat di masa depannya dapat lebih memperhatikan kesejahteran masyarakat Kab Nias,” katanya.

Sementara, sekretaris LSM Yayasan Pemberdayaan Masyarakat (Yapema) Kab Nias Hadirat ST Gea mengatakan, pemekaran pada hakekatnya adalah salah satu cara untuk memperpendek rentang kendali pemerintah dengan masyarakat. ”Dengan dilakukannya pemekaran di Kab Nias, masyarakat nantinya akan lebih terbantu dalam hal menjangkau pelayanan pemerintahnya,” sebutnya.

Dia berpendapat, sepanjang pemekaran tersebut tidak dilakukan untuk kepentingan bagi-bagi kekuasaan, pemekaran Kab Nias nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat Nias yang selama ini tertinggal jauh dibandingkan dengan daerah lain di Sumut. ”Hendaknya pemekaran jangan dilakukan untuk kepentingan sesaat para elit dan menjadi pemicu baru di masyarakat Nias , tapi hendaknya merupakan salah satu upaya untuk melepaskan diri dari belenggu kemiskinan yang selama ini melekat dimasyarakat Nias,” harapnya.

Dia berharap, pemekaran Kab Nias kiranya dapat seiring dengan terbentuknya Propinsi Tapanuli, sebab yang terbaik untuk Nias saat ini adalah bergabung dengan Tapanuli sebelum pada akhirnya Nias pun akan dimekarkan menjadi salah satu provinsi baru di Indonesia. “Sebelum Nias mematangkan diri sebagai salah satu propinsi baru, maka lebih tepat saat ini bergabung terlebih dahulu dengan Tapanuli,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, rapat paripurna khusus DPRDSU, Senin (17/9) lalu, menyetujui dimekarkannya Kab Nias menjadi 4 kab/kota meliputi, Kab Nias (induk), Kab Nias Utara, Kab Nias Barat dan Kota Gunungsitoli. (T4/T15/t)

Sumber: SIB, 20 September 2007

Facebook Comments