Medan (SIB)
Disetujuinya usulan pemekaran Kepulaun Nias menjadi 4 kabupaten/kota melalui rapat paripurna DPRD Sumut sebaiknya tidak disikapi dengan berpuas diri tapi harus lebih didukung dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat Nias di manapun berada untuk perjuangan di DPR RI dan Depdagri Jakarta. Begitupun, rencana pemekaran Nias itu tidak mengganggu dukungan masyarakat Nias untuk pembentukan Propinsi Tapanuli.

“Kita bersyukur paripurna DPRD SU menyetujui dan mensahkan pemekaran Nias jadi 4 kabupaten/kota. Tapi masyarakat Nias terutama Nisel akan tetap konsisten bergabung di Propinsi Tapanuli sampai suatu saat nanti Nias bisa menjadi satu Propinsi tersendiri,” kata Ketua DPRD Nias Selatan DR Drs Hadirat Manao SH kepada wartawan di Medan, Sabtu (15/9).
Menurutnya, rencana Kepulauan Nias dimekarkan menjadi empat kabupaten/kota sudah lama diidam-idamkan masyarakat Nias di manapun berada terutama yang di daerah asal karena selama bertahun-tahun ini pembangunan terhambat akibat luasnya wilayah, keterbatasan infrastruktur, pendidikan dan sektor ekonomi disebabkan kurangnya perhatian pemerintahan Propinsi.

Dengan pemekaran itu nantinya diharapkan pembangunan di seluruh Kepulauan Nias yang masih banyak memiliki desa-desa tertinggal dan terisolir bisa semakin cepat maju mengejar ketertinggalan.

Sedangkan anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Demokrat Alioshizoki Fau SPd mengatakan, rapat paripurna yang menyetujui sekaligus mensahkan pemekaran Nias menjadi 4 kabupaten patut disyukuri untuk sementara ini. Tapi jangan cepat berpuas karena itu bukanlah akhir dari perjuangan pemekaran. Karena masih banyak tahapan yang harus dilalui untuk diperjuangkan bersama-sama seluruh masyarakat Nias.

Untuk itu kepada para panitia pemekaran di daerah Nias harus semakin membangun konsolidasi dan komunikasi yang intens dengan para panitia pemekaran di Jakarta untuk memperjuangkan pada tahap selanjutnya. Kemudian, para anggota DPR asal Nias dari lintas partai yang duduk di DPR RI katanya sebaiknya memberi perhatian dan dukungan sepenuh hati bersama panitia pemekaran agar perjuangan tetap kompak dan jangan mau dipecah-pecah oleh oknum-oknum tertentu.

Karena Aliozhisoki Fau mensinyalir saat ini masih ada oknum-oknum elit masyarakat Nias yang prilakunya bagai “Musang Berbulu Domba” yang sepertinya ikut mendukung tapi di sisi lain melakukan gerakan-gerakan menghambat pemekaran.

“Seluruh masyarakat Nias di manapun berada di seluruh tanah air harus betul-betul berdoa agar perjuangan tulus ini bisa berhasil demi kesejahteraan masyarakat Nias. Masyarakat jangan mudah terpancing isu-isu yang bisa saja dimunculkan oleh oknum-oknum ‘musang berbulu domba’ seperti pemekaran Kabupaten Nias dulu ada yang sengaja ingin menghambat,” kata Aliozhisoki yang juga anggota Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli.

Pada kesempatan itu Aliozhisoki juga menegaskan, dengan adanya perjuangan pemekaran Nias itu tidak menyurutkan perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli yang saat ini juga sedang menghadapi tahapan proses di DPR RI. “Kita tetap konsisten memperjuangkan bersama-sama terwujudnya Propinsi Tapanuli. Kita harapkan juga kawan-kawan panitia Propinsi Tapanuli membantu panitia pemekaran Nias yang suatu saat bisa dijadikan satu Propinsi Tano Niha,” ujarnya. (M-17/M-35/t)

Sumber: SIB, 19 September 2007

Facebook Comments