Selasa, 18 September 2007

Dua gempa kuat yang pekan lalu mengguncang pantai barat Sumatera ternyata bukanlah gempa besar yang dikhawatirkan para ahli geologi akan terjadi di Kepulauan Mentawai. Kawasan yang terletak di pesisir barat Sumatera itu masih terancam gempa besar.

Ahli geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan, meski kedua gempa tersebut berskala kuat 8,4 dan 7,9 skala Richter versi USGS, gempa itu belum termasuk gempa besar yang selama ini diperkirakan bakal terjadi. “Kedua gempa itu dan gempa-gempa susulannya terjadi di pinggiran segmen Sipora-Pagai, mereka tak terjadi di segmen Enggano ataupun di segmen Sipora-Pagai. Jadi belum termasuk gempa besar yang akan terjadi di segmen ini,” kata Danny, Minggu lalu.

Menurut Danny, selama dua hari setelah gempa di Kepulauan Mentawai, gempa susulannya merambat ke utara sepanjang pinggir segmen Sipora-Pagai. Ia mengkhawatirkan gempa-gempa di pinggir segmen ini dapat memicu lebih cepat gempa di Segmen Sipora-Pagai ataupun Siberut. “Pemerintah, terutama pemerintah daerah di Sumatera Barat dan Bengkulu, harus tetap mewaspadai gempa besar yang akan terjadi di kedua segmen ini, di samping menanggulangi dampak gempa yang sudah terjadi sekarang,” ujar Danny.

Pemerintah harus lebih mempersiapkan jalur-jalur evakuasi warga, melakukan sosialisasi agar masyarakat tetap tenang tapi waspada, serta tetap rutin melatih warga melakukan evakuasi. “Masyarakat juga harus waspada, tidak panik, dan lebih melatih diri lagi melakukan evakuasi,” katanya.

(Febrianti)

Sumber: Koran Tempo (18 September 2007)

Facebook Comments