Gunungsitoli, (Analisa)

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Gunungsitoli harus mampu memberikan yang terbaik terhadap anak-anak di Kabupaten Nias, hingga anak-anak Nias sebagai penerus generasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, seperti anak-anak lainnya di luar Nias.

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Sosial Setda Kabupaten Nias Drs Sudiman Telaumbanua saat membuka secara resmi kegiatan training capacity bulding Training Of Trainer LPA Gunungsitoli, Sabtu, (8/9) di ruang Sekber Perlindungan Anak Kantor Bupati Nias.

Sudiman Telaumbanua mengatakan, LPA ke depan harus dapat berperan aktif di tengah-tengah masyarakat dan bukan masalah sebaliknya LPA malah menimbulkan masalah baru di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam konteks perlindungan anak di Kecamatan Gunungsitoli dan umumnya di Kabupaten Nias.

“Kita harus menyadari suatu lembaga sosial masyarakat intinya harus mengabdi kepada masyarakat dan LPA harus bisa berbuat banyak kedpan terhadap isu perlindungan anak,” ungkapnya.

Kondisi terakhir, isu permasalahan anak di Kabupaten Nias khususnya sudah semakin tajam. Apalagi pasca gempa isu anak heboh dan meningkat, hingga banyak NGO dan lainnya yang konsenr terhadap isu anak berada di Pulau Nias.

Kemampuan pemda untuk melakukan tugas perlindungan sangat terbatas dan membutuhkan partner. Untuk itu, pemerintah daerah bersama dengan unicef dan Pusaka Indonesia, mencoba membangun jaringan itu.

“Kita semua berharap di seluruh kecamatan yang ada di Nias bisa membantu pemda untuk mengatasi masalah anak di pulau Nias,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan ke depan Pusaka Indonesia dapat terus didampingi LPA, hingga LPA benar-benar mampu mandiri sendiri dengan kondisi Nias yang sangat luas dan kompleksnya dengan permasalahan anak dan saat ini, Pemda juga sedang mempersiapkan Perda untuk isu anak.

Minimal, Perda itu sudah dapat memulai melakukan implementasi dalam perwujudan perlindungan anak, ujarnya.

Sementara itu, Kordinator Pusaka Indonesia (PI) Ifwardi mengatakan, PI dan Unicef dalam kegiatan ini jauh-jauh hari sudah memikirkan pasca keberadaan NGO di Nias sehingga dari beberapa diskusi munculah untuk membentuk LPA.

LPA, TOT yang dilaksanakan saat ini merupakan pelatihan pertama walaupun pengurus LPA sudah beberapa kali mengikuti pelatihan.

Ke depan banyak kegiatan yang akan dilakukan LPA, PI dan Unicef hingga pada akhir tahun 2007 ada 9 kali bentuk pelatihan yang akan dilaksanakan bersama dengan LPA

Sebelumnya, Ketua LPA Hamdan Telumbanua melaporkan, sejak LPA terbentuk, telah melakukan beberapa kali petemuan untuk keseluruhan personil. Saat ini, LPA juga mengikiti training LPA di Banda Aceh pada Agustus lalu.

Tujuan dari TOT ini, untuk penguatan kelembaaggan LPA sendiri, bagaimana ke depan LPA bisa menempatkan diri sebagai pekerja sosial khusus melakukan advokasi terhadap anak-anak yang rentan dan yang berhadapan dengan hukum di Gunungsitoli serta kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama penuh dari Unicef dan Pusaka Indonesia. (kap)

Sumber: Analisa Online, 11 September 2007

Facebook Comments