“Syair” seperti berikut ini sering diucapkan anak-anak desa di Nias hingga akhir tahun 1960an. Kita tidak tahu persis masuk dalam kelompok mana untaian “syair’ tersebut. Yang jelas ia tidak termasuk dalam “hoho” meski ada unsur keindahannya dan juga ada teknik khusus untuk menghasilkan baris berikutnya: ya’itu mengambil satu “kata” dari baris sebelumnya dan “mengembangkannya”.

Perhatikan kata: nadaoya, sageu, lali eu dst, yang muncul kembali pada baris sesudahnya. Bandingkan syair berikut dengan yang sebelumnya: Mö’ita Mondri, Bela. Baik dalam “syair” ini maupun dalam Mö’ita Mondri, Bela, kata-kata dalam baris pertama tidak muncul pada baris kedua. Pengulangan kata tertentu dimulai dari baris ketiga.

Börö-börö hoya
Agaekhu tou nadaoya
Nadaoya sageu
Sageu ba lali eu
Lali eu tobini
Tobini darakhaini
Tarakhaini raya
Mendrua moloi la’aya
La’aya Muzöi
Muzöi görigöri
Bulu lato wamözi
Bulu lahia wamölödi

(brk)

Facebook Comments