Hasil Kajian Bank Dunia: Pendapatan Daerah Nias Meningkat Empat Kali Lipat

Monday, September 3, 2007
By nias

Banda Aceh, (Analisa)

Kajian pertama tentang Analisis Pengeluaran Publik untuk Nias diluncurkan oleh Bank Dunia dan BRR.

Kajian ini menggarisbawahi kemiskinan di pulau yang terkena gempa dan tsunami, juga harapan yang ditawarkan dengan empat kali lipat meningkatnya penerimaan daerah yang bersamaan dengan rekonstruksi memberikan dana Rp1,7 triliun pada tahun 2006 untuk membangun daerah yang hancur, memperlihatkan kesempatkan emas bagi Nias untuk pertumbuhan.

Laporan ini memperlihatkan bahwa Nias, jauh sebelum tsunami Desember 2004, tergolong daerah termiskin di Sumatera Utara. Indikator sosial seperti tingkat melek huruf bagi orang dewasa, cakupan imunisasi, dan akses kepada listrik masyarakat Nias berada di bawah rata-rata regional Sumatera dan juga Indonesia.

Kondisi pulau ini diperburuk oleh dua kali bencana yang terjadi dan letaknya yang jauh dari daratan memperlambat proses rekonstruksi infrastruktur, perumahan, dan fasilitas-fasilitas publik yang hancur.

Dari segi positif, laporan ini menekankan kesempatan emas yang nyata untuk meningkatkan infrastruktur, akses kepada pelayanan publik, dan pada akhirnya pembangunan manusia di daerah tertinggal ini melalui pengalokasian yang lebih baik dari dana rekonsturksi dan pendapatan pemerintah daerah yang signifikan.

“Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial di Nias. Kita dapat ‘membangun kembali lebih baik’ dengan dukungan dari mitra-mitra domestik dan internasional melalui perencanaan yang matang untuk menjawab tantangan ketidakmerataan pembangunan di antara dua kabupaten di Nias,” ujar William Sabandar, Kepala Kantor BRR Nias dalam siaran pers Bank Dunia yang diterima Analisa, Rabu (29/8).

Pada tahun 2006, Pulau Nias diperkirakan menerima pemasukan Rp1,7 triliun yang terdiri dari pendapatan pemerintah daerah, dana-dana rekonstruksi, dan dana dekonsentrasi dari pemerintah pusat.

Desentralisasi meningkatkan pemasukan daerah hampir empat kali lipat, dari Rp111 miliar pada tahun 1999 menjadi Rp435 miliar pada tahun 2006. Nias menerima tambahan pendanaan setelah gempa bumi pada Maret 2005, diperkirakan sekitar 490 juta dolar AS di akhir tahun 2006.

Pemerintah Indonesia, melalui BRR, adalah kontributor utama dengan alokasi 131 juta dolar AS. Sementara, sumber lainnya yaitu 200 juta dolar AS berasal dari donor dan 159 juta dolar AS berasal dari lembaga-lembaga swadaya masyarakat (NGO).

Peningkatan dana ini memperlihatkan kesempatan emas bagi Nias untuk pertumbuhan. Temuan-temuan dalam Analisis Pengeluaran Publik Nias juga relevan untuk semua kabupaten-kabupaten di Indonesia, terutama dengan rencana pemekaran kabupaten-kabupaten baru, seperti Nias Selatan.

Pemerintah daerah harus bekerja keras untuk membelanjakan keuangan publik yang memberikan dampak maksimum untuk pembangunan. Bank Dunia juga telah mengeluarkan Analisis Pengeluaran Publik untuk Aceh pada September tahun lalu dan Laporan Pengeluaran Publik Indonesia pada Januari tahun ini. (irn)

Sumber: Analisa Daily, Sabtu 1 September 2007

One Response to “Hasil Kajian Bank Dunia: Pendapatan Daerah Nias Meningkat Empat Kali Lipat”

  1. 1
    Dara Laia Says:

    Judul beritanya sepertinya menarik, namun setelah ditelaah, buat saya nias sedang dalam keadaan yang prihatin. Nias seakan-akan mengalami pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pendapatannya dari tahun 1999 Rp. 111 Miliar menjadi Rp. 435 Miliar pada tahun 2006. Dari aspek peningkatan ini nias seakan-akan di atas angin, namun bila dianalisis, ternyata nias sedang berada dalam tataran miskin yang terus bergantung pada bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun bantuan asing. Pujian World Bank & BRR ini mengindikasikan betapa besarnya nias bergantung kepada pihak pemerintah pusat dan asing. Seharusnya keadaan ini menjadikan pemerintah nias malu dan bercermin bahwa peningkatan perekonomian dan pendapatan itu bukan karena adanya bantuan tetapi oleh karena pemanfaatan SDA lokal daerah yang maksimal sehingga meningkatkan PAD dan APBD Nias. Jadi, berita di atas perlu ditinjau kembali dan mestinya nias jangan menjadi bangga, tetapi berupaya keras meningktkan taraf perekonomian dan PAD melalui pemanfaatan SDA yang ada.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2007
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930