Silahkan baca catatan di akhir teks lagu ini.

Ya’ugö Yesu
Dötönafögu
We’ewe’e dödögu
Ba wanörö töröwagu
Me oya nemaligu
Sandrohu fa’aurigu
Itururu khögu
Zomasimasi dödögu
I’ohe dangagu
Ifabali khöu Yesu

Ba hadia sa wa’aurigu
Na lö fao Yesu
Safökhö zifaluka
Ba döröwagu fefu
Rongo, he Yesu
Wangandrö dödögu khöu

Awena omuso sa dödögu
Na Yesu zi fao ba döröwagu
Same’e khögu howuhowu

Suno tödögu
Ba angalulu
Haleluya wanunogu So’aya Yesu
Salawa wa’auri sindruhu
Haleluya … tötönafögu döi Yehowa
Yaduhu

Kembali ke: Ba hadia sa wa’aurigu .. sampai habis

Lagu ini sering dinyanyikan oleh Paduan Suara besar Gereja-Gereja di daerah Botomuzöi dan Nias Barat tahun 1960an-1970an. Asal / pengarang lagu tidak diketahui,. Pada masa itu terjadi “pertukaran” lagu-lagu Gereja antara “Guru Note” dari Nias Barat dan Botomuzöi. Hal ini biasa terjadi antar Gereja, sehingga Lagu-Lagu Agung dengan cepat tersebar ke banyak Gereja. Terkadang juga “stok” lagu-lagu terbaik di Gereja tertentu sengaja disembunyikan sehingga tidak “dikopi” oleh Padauan suara dari Gereja lain, terutama Gereja yang berdekatan. Lagu tadi baru “dipamerkan” pada hari-hari besar tertentu sehingga menjadi fokus perhatian para anggota atau pemerhati Paduan Suara.

Pada masa itu, “tape recorder” masih merupakan barang luks, mesin fotokopi juga belum ada, dan mesin tik tidak ditemukan di kampung-kampung. Jalan satu-satunya untuk “memfotokopi” adalah dengan memperbanyak dengan tulisan tangan. Kertas karbon terkadang dipasang beberapa lembar berselang-seling dengan kertas biasa sebagai cara untuk menggandakan. Menulis tangan merupakan kecakapan khusus di zaman dulu. Orang-orang tertentu memiliki bakat khusus menulis indah. Biasanya mereka ini menjadi “pegawai” tak resmi pada pertemuan-pertemuan Öri atau Banua. Mereka inilah yang biasanya mendapat kehormatan untuk menulis teks Paduan Suara Gereja.

Teks syair dan not tadi biasanya hanya diperuntukkan bagi sejumlah “pilar” suara Sopran, Alto, Tenor dan Bass. Para anggota koor yang lain biasanya berlatih sambil menghafal dan tak pernah berlatih sambil membaca teks itu. Namun harus diakui, daya tangkap para anggota yang sudah biasa mengikuti Paduan Suara sangat luar biasa, sehingga sebuah lagu panjang dan agak sulit bisa dikuasai secara kasar dalam satu atau dua kali latihan, sementara latihan-latihan berikutnya digunakan untuk “pemolesan”.

Facebook Comments