Sibolga (SIB)
Proyek Rekonstruksi dan Rehabilitasi di Nias hingga kini masih terus berlangsung. Dalam waktu dekat ini 2100 rumah panggung tipe 45 akan dibangun oleh Palang Merah Internasional Kanada atau Canadian Red Cross (CRC) di wilayah Lahewa dan Apulu Kab Nias.

“Kemungkinan, pembangunan perumahan untuk korban gempa dan tsunami tersebut akan dimulai pada September mendatang,” kata L Hutagalung, salah seorang pengusaha muda asal Sibolga yang ambil bagian dalam proyek kemanusian itu.

Disebutkan, material bangunan yang diperuntukkan untuk perumahan tersebut sudah didatangkan ke Sibolga dari luar negeri melalui Pelabuhan Belawan Medan dan untuk keamanan seluruh material, pihak luar negeri telah menyewa lahan di Pelabuhan Sibolga selama 1 tahun sebagai tempat transit seluruh material yang akan diangkut ke Nias. “Setelah itu seluruh material – material yang diperuntukkan untuk bangunan tersebut seperti tiang besi dan baja akan diangkut ke Nias menggunakan kapal kargo LCT. Kemungkinannya, September bahan yang berada disini akan diangkut ke Nias untuk memulai pembangunan,” ujar dia, seraya menyebutkan bahwa beberapa hari lalu sebahagian material bangunan telah tiba di Sibolga.

Disinggung nilai seluruh bangunan dan nilai kontrak lahan kepada Pelindo, Hutagalung mengaku kurang mengetahuinya dan meminta mempertanyakannya kepada Pelindo. “Masalah itu urusan Pelindo, sebab sumuanya sudah diserahkan kepada pihak Pelindo” katanya.

Manager Pelindo – I Cabang Sibolga Faatulo Telaumbanua SH ketika dikonfirmasi wartawan di kantornya, Selasa (21/8) perihal pemakaian lahan di kompleks pelabuhan Sibolga, malah enggan mengutarakan nilai kontrak lahan tempat penumpukan bahan material pembangunan rumah panggung tersebut. “Masalah itu urusan Pelindo, mau kami kontrak kan itu urusan kami,” ucap pria yang baru saja divonis PN Sibolga hukuman penjara 6 bulan terkait kasus pencemaran nama baik salah seorang kapten kapal di pelabuhan Sibolga.

Pengamatan wartawan di pelabuhan Sibolga, tumpukan bahan material berikut alat-alat berat milik CRC telah menumpuk di pelabuhan Sibolga. Bahkan, lahan yang dulunya selalu digunakan para pelaku bisnis sebagai tempat penumpukan sementara barang-barang sebelum di kirimkan ke Nias, kini telah dipagari dengan seng dan kayu pembatas. (T4/k)

Sumber: SIB, 21 Agustus 2007

Facebook Comments