Medan, (Analisa)

Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Sumut Ir Sudirman Halawa SH mengatakan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias harus berani menindak kontraktor “nakal”.

Karena jika dibiarkan maka pembangunan di Nias akan menjadi lambat dan masyarakat Nias akan jauh ketinggalan dari masyarakat di daerah lain.

Hal itu dikatakan Sudirman kepada wartawan, di Kantor DPD HIMNI Sumut, Jalan Sei Mencirim Medan.

“Kita masyarakat Nias dan Nias Selatan, Welcome saja kepada siapapun yang datang untuk membantu membangun daerah pasca bencana alam, namun kita harap semua kontraktor atau pengusaha yang datang kesana dengan niat baik, bukan hendak membodoh-bodohi masyarakat,” ujar Sudirman menanggapi pemberitaan di beberapa surat kabar tentang lambatnya pembangunan jaringan listrik oleh salah satu perusahaan di beberapa desa di Nias Selatan.

Jadi, kita minta tanggung jawab moril kepada pengusaha yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan tanggungjawabnya. Jangan main-main dalam mengerjakan proyek pembangunan di Pulau Nias karena masyarakat di sana sangat mendambakan pembangunan kembali semua sarana dan prasarana yang hancur akibat bencana alam kemarin.

“Kami minta BRR segera bertindak jika memang perusahaan itu belum juga memulai pekerjaannya, mengingat jatuh tempo kontrak lebih kurang 10 hari lagi. Bila perlu pekerjaan itu dialihkan kepada kontraktor lain yang sudah teruji kualitasnya,” sebutnya didampingi para pengurus DPD HIMNI Sumut seperti, Drs Penyabar Nakhe, Drs Kosmas Harefa, Yos Lase SH, Turunan B Gulo dan Sarokhi Giawa SE.

Selain itu, Sudirman juga meminta kepada perwakilan BRR Nias untuk segera turun ke lapangan melihat hasil kerja kontraktor di sana. Jika memang ada kontraktor yang nakal harus segera ditindak karena akan memperlambat pembangunan di Pulau Nias yang terdiri dari 2 kabupaten itu. (rel/bara)

Sumber: Analisa, 20 Agustus 2007

Facebook Comments