Nias (SIB)
Jalan Hotmix Teluk Dalam Nisel (Nias Selatan) menuju Gunungsitoli Nias yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan, sudah berlubang-lubang. Pengamatan SIB hampir setiap 50 meter terdapat lubang di badan jalan. Jalan yang dibangun tersebut cepat rusak diduga karena saat hujan dilakukan pengaspalan.

Kepala BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekrontruksi) bidang jalan propinsi B Sitompul yang diminta SIB tanggapanya via telepon, mengatakan, sudah memerintahkan pelaksana untuk memperbaikinya. Katanya pengawas tidak berfungsi. “Saya sudah marah-marah pada pengawas,” ujarnya.

Sitompul menyesalkan pengawas yang tidak berfungsi maupun pelaksana TA yang terkesan tidak bangga kalau proyeknya bagus.

Menurutnya, kalau dibangun sesuai dengan bestek, jalan hotmix paling sedikit 5 (lima) tahun baru rusak.
Masyarakat mengharapkan petugas hukum mengusut pembangunan jalan ini karena diduga tidak sesuai bestek. Akibatnya jalan yang rusak ini biaya transport lebih mahal.

Yul (Ama Sona) pengusaha angkutan Gunung Pangrango yang diminta SIB tanggapannya mengatakan, akibat banyaknya jalan yang rusak ongkos bus Gunungsitoli-Teluk Dalam dikutip Rp40.000/orang yang jaraknya hanya 120 Km. “Jika jalannya mulus ongkos bisa diturunkan menjadi Rp 30.000/orang,” ujarnya.

Demikian juga jalan di tempat lain, banyak jalan yang sudah berlubang-lubang meski baru beberapa bulan dikerjakan, seperti jalan ke Sirombu, Lahewa.

“Akibatnya jalan yang buruk, terpaksa ongkos transport kami naikkan untuk menutupi biaya operasional yang meningkat,” ujar Ama Sona. (OLS/i)

Sumber: SIB, 17 Agustus 2007

Facebook Comments