Gununsitoli, (Analisa)

Terkait surat edaran Pengawasan Obat Makananan (BPOM) tentang larangan untuk pemasaran beberapa jenis produk makanan dan lainnya asal China, Dinas Kesehatan Kabupaten Nias temukan dua produk berformalin.

Jenis produk itu, dua jenis pasta gigi Maxam, Maxam tooth Paste With Floride Supermint (Biru) sebanyak 7 tube, Maxam Tooth Paste With Floride Wintergreen Mint (Hijau) sebanyak 12 tube dan satu jenis permen dengan merek White Rabbit.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, dr Perdaiman Zendaroto M.Kes didampingi Kepala Seksi Sedian Farmasi, Kurniaman Harefa, M.Kes saat ditanya wartawan di kantornya, Jalan Kartini Gunungsitoli, terkait ada Warning Public terhadap produk-produk asal China dari BPOM.

“Hasil pengawasan di lapangan pada tanggal 1 hingga 4 Agustus lalu, kita menemukan produk-produk itu di beberapa toko di Kota Gunungsitoli, sementara dua Kecamatan Gido dan Kecamatan Idanogawo, yang telah kita awasi tidak ditemukan barang-barang itu,” ungkap Perdamaian Zendrato.

Selain dari beberapa produk yang dilarang BPOM itu, kata Pardamaian, hasil pengawasan di lapangan juga menemukan 7 jenis makanan yang belum terdaftar di Departemen Kesehatan RI berasal dari Negara Malaysia, Singapura dan China. Dengan jenis produk antara lain, Red Peach (manisan) 12 bungkus masing-masing 500 gram, manisan Golden Eagle Assorted Fruits, The Authentically Classic Candy (Malaysia), Manisan Chen Pi Mei (Malaysia), Bos Cow (Milk Soft Candy) 5 Bungkus masing 100 gram, choc Mint (Classic Candy) dan berbagai prodak permen dan biscuit asal Negara China.

SURAT EDARAN

Terkait dengan jenis produk kosmetik ang banyak mengandung racun, hingga saat ini Dinkes Kabupaten Nias belum dapat melakukan pengawasan, disebabkan belum ada surat edaran dari pihak BPOM Provinsi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias dan hal itu, pihak Dinkes Kabupaten Nias telah beberapa kali meminta kepada BPOM Provinsi melalui lisan untuk mengirimkan nama-nama jenis produk itu.

Pihak BPOM sudah berjanji, namun hingga saat ini belum diterima Dinkes Kabupaten Nias, ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Nias Drs. Aroziduhu Mendrofa kepada wartawan di kantornya Jalan Ampre Gunungsitoli mengatakan, setelah pihaknya melakukan pengawasan selama selama dua hari, tanggal 7 dan 8 di beberapa toko di Kota Gunungsitoli tidak menemukan barang-barang itu.

Aroziduhu menjelaskan, dari dua toko besar yang berada di Kabupaten Nias yakni toko Anggrek dan Toko Celia yang dipantau pihaknya, ternyata dari jenis makanan dan barang-barang yang dipasarkan di toko itu, tidak ditemukan jenis-jenis produk luar.

Namun yang ditemukan beberapa jenis makanan yang berasal dari Negara Malaysia dan Singapura serta ada jenis produk pasta gigi Maxam berwarna merah yang terdaftar di BPOM.

Untuk melakukan pengawasan yang lebih baik ke depan terhadap barang yang beredar di Kabupaten Nias, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan kordinasi kepada Dinas Kesehatan di Kabupaten Nias untuk melakukan penelitian ulangan dilapangan secara bersama-sama, hingga diharapkan dengan ada penilitian ulang ini dapat dijadikan acuan ada atau tidak ada jenis-jenis makanan yang dilarang BPOM.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Drs. FGM Zebua yang dijumpai wartawan mengimbau kepada masyarakat Nias agar berhati-hati, mengunakan produk-produk makanan dan minuman serta obat yang di pasaran yang diduga mengandung zat formalin dan zat kimia berbahaya serta yang kadaluasa.

Sekda juga mengimbau kepada para pengusaha makanan dan minuman serta produk-prosuk kosmetik lebih berhati-hati dalam memasarkan prodak yang dijual serta untuk tidak memasarkan atau memperjualbelikan berbagi jenis makanan dan obat-obat yang sudah kadaluarsa kepada para konsumen, untuk menghindari hal-hal yang lebih fatal ke depan terhadap nyawa masyrakat Nias. (kap)

Sumber: Analisa, 14 Agusus 2007

Facebook Comments