Gunungsitoli, (Analisa)

Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias Willam P Sabandar menyatakan, sangat kecewa terhadap konsultan pengawas pembangunan Terminal Bus di Desa Faekhu Kecamatan Gunungsitoli, karena saat melakukan peninjauan para pengawas tidak berada di lokasi.

Hal itu dikatakan Nias Willam P Sabandar didampingi Kepala BRR Distrik Nias Yupiter Gulo kepada sejumlah wartawan saat melakukan peninjauan di lokasi proyek itu.

“Kita tidak mau bangunan yang dikerjakan ini diawal-awalnya bagus namun bertahan setahun, dua tahun kemudian kondisi bangunan tidak baik karena kurangnya kontrol,” kata Willam.

Willam menuturkan, kegiatan peninjauan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin BRR Perwakilan Nias untuk menegakkan kualitas di lapangan. BRR tidak menginginkan setiap rupiah yang dikeluarkan untuk kegiatan RR diselewengkan untuk hal-hal tidak berkualitas.

Seperti temuan BRR dalam pembangunan Terminal Bus Gunungsitoli, konsultan pengawas tidak berada di lapangan, kemudian ada penghamparan material yang dilaksanakan tanpa pengawasan. Dalam hal ini, dilakukan teguran keras dan segera memanggil direktur konsultannya.

Jika nanti terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, itu merupakan tanggungjawab dari konsultan pengawas. Untuk itu, BRR meminta kepada kepada kontraktor untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

Menyinggung tentang pemadatan lahan pada proyek tersebut yang hingga saat ini belum dilakukan, Willam mengatakan, selagi hal itu belum dilakukan pihak rekanan, BRR tidak akan membayar termin dari proyek itu dan jika BRR membayar berarti BRR melakukan kesalahan.

EKONOMI

Selain itu, Kepala BRR Perwakilan Nias mengatakan, selain pembangunan perumahan dan infarstruktur lainnya, BRR Nias saat ini juga sedang mempersiapkan pembangunan dalam bidang perekonomian dan Sumber Daya Manusia ( SDM).

“Untuk bidang ekonomi dalam jangka panjang sedang dalam proses, sementara bidang pengembangan manusia akan dilaksanakan mulai tahun depan,” imbuh Willam

Selanjutnya, bidang ekonomi jangka panjang saat ini BRR sedang mempersipkan program pengembangan ekonomi, kelembagaan dan pembangunan manusia, BRR sedang berpikir untuk melakukan pengembangan program ekonomi bebazis masyarakat yang saat ini sedang populer di masyarakat yakni, musyawarah-musyawarah desa.

Dalam musyawarah-musyawarah ini, masyakat bisa terlibat langusung dalam pengambilan keputusan-keputusan untuk ekonomi yang mereka lakukan di lapangan. Dengan tujuan untuk peningkatan ekonomi bagi masyarakat, katanya.

Sementara, menyikapi berakhirnya masa BRR pada tahun 2009 mendatang yang tentunya akan meningkatnya kembali penganguran, BRR perwakilan Nias juga mempersipkan dan menyusun program-program yang sifatnya menjamin supaya masyarakat Nias menjadi pelaku dalam proses pembanguan Nias itu sendiri.

Seperti pembanguan bidang ekonomi, peningkatan kapasitas anak didik kemudian peningkatan pelayanan kesehatan. Ketiga hal tersebut merupakan prioritas yang harus dilaksanakan supaya masyarakat Nias itu sendiri dapat menciptakan lapangan ekonomi ketika BRR tidak melakukan RR di Nias.

Ke depan BRR mengharapkan pelaku-pelaku ekonomi dapat menangkap program-program ini secara ekonomis. Dengan akan turunnya program-program yang akan diluncurkan pada tahun depan dalam berbagi bentuk program, hingga dengan demikan pada akhir masa BRR di Nias, masyarakat Nias siap berkompetisi dengan masyarakat lainnya. (kap)

Sumber: Analisa, 13 Agustus 2007

Facebook Comments