[JAKARTA] Bahaya merokok yang sudah sering disampaikan kepada masyarakat di antaranya kanker, gangguan kehamilan, kelainan pada janin, jantung dan impotensi. Ternyata merokok tak hanya menyebabkan penyakit-penyakit tersebut, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan gigi dan mulut.

Dalam kasus yang berlanjut, rokok dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga memudahkan tubuh terpapar infeksi. Demikian disertasi yang disampaikan Sri Lelyati Masulili dalam pengukuhannya meraih gelar doctor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Dalam penelitiannya, Sri Lelyati membuktikan bahwa rokok dapat merusak tubuh khususnya jaringan penyangga gigi (periodontal). Keluhan gusi yang berdarah umumnya disebabkan oleh kotoran gigi (plak) dan karang gigi (kalkulus) yang merupakan indikator adanya penyakit pada jaringan penyangga gigi. “Hal itu bisa terjadi karena menurunnya sistem kekebalan gusi yang ternyata juga disebabkan oleh adanya kebiasaan merokok,” tuturnya.

Dia meneliti, bahaya rokok terhadap penurunan sistem kekebalan tubuh, pada jaringan lunak di dalam rongga mulut yaitu gusi (gingival). Penelitian dilakukan pada ratusan pasien perokok dan tidak pada usia 25-64 tahun.

Hubungan itu dilihat dengan meneliti interleukin (IL)-1b, tumor necrosis factor (TNF)- a dan IL -10. Keberadaan IL-1b, dan TNF-a pada cairan gusi adalah indikator perusak yang mengakibatkan penurunan kekebalan jaringan. Sementara IL-10 adalah indikator pembangun jaringan.

Cairan gusi tersebut diteliti dan dikaitkan dengan temuan perdarahan gusi saat pemeriksaan klinis serta jenis rokok yang dikonsumsi. Jenis rokok terbagi dalam kategori filter, kretek dan kretek filter.

Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar IL-1b, TNF- a yang tinggi pada sampel perokok dan kadar IL-10 yang rendah dibandingkan bukan perokok. Keadaan ini merupakan dinamika penurunan kekebalan tubuh sebagai akibat penggunaan rokok.

Misalnya bila orang bukan perokok dan perokok makan makanan yang sama, juga sikat gigi dengan kualitas dan kuantitas yang sama, kemungkinan jaringan penyangga gigi terkena infeksi lebih tinggi pada perokok. Pada orang perokok, kekebalan jaringan penyangga gigi menurun, sehingga mereka lebih mudah kena infeksi.

“Jaringan menjadi lebih sensitif dan infeksi biasanya ditandai dengan perdarahan. Bila berlanjut, kerusakan jaringan ini bisa berakhir dengan tanggalnya gigi. Atau bisa menjadi fokus infeksi, tempat masuknya kuman ke tubuh,” ujarnya.

Kuman tersebut bisa masuk melalui jaringan yang rusak, dan bisa mencapai jantung, ginjal, kulit. Selain itu, Sri Lelyati menemukan bahwa jenis rokok mempunyai efek yang berbeda dalam merusak jaringan periodontal.

Jenis rokok kretek menempati risiko paling tinggi pada penurunan kekebalan gusi dan diikuti dengan jenis kretek filter dan filter. “Dapat disimpulkan bahwa rokok dapat menurunkan kekebalan gusi di samping kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Hal ini menjadi penyebab perdarahan gusi dan bila berlanjut dapat membahayakan kesehatan jaringan penyangga gigi,” katanya. [A-22]

Sumber: http://www.suarapembaruan.com/News/2007/08/07/index.html

Facebook Comments