Gunungsitoli, (Analisa)

Peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Nias yang dipusatkan di lapangan Merdeka Gunungsitoli, Jumat (3/8) ditandai kampanye cuci tangan massal dengan sabun yang dikuti ratusan anak Nias dari berbagai daerah.

Cuci tangan diawali Bupati Binahati B Baeha, SH dan unsur Muspida Kabupaten Nias.

Kepala Perwakilan Unicef Nias, Roul De Tourcy mengatakan, kegiatan cuci tangan pakai sabun merupakan program nasional yang dimulai Mei lalu. Kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi dan daerah.

Untuk Nias, Unisef melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan di tengah-tengah masyarakat, pelayanan odvokasi pada pemerintah sektor swasta dan LSM dan memperluas informasi melalui media massa.

Mencuci tangan yang benar memakai sabun dapat mengurangi resiko terkena diare sampai 45 persen dan resiko terjangkintya infeksi-infeksi yang berhubungan pneumonia sampai 50 persen. Pada kelompok anak-anak di bawah 5 tahun.

Di Nias, menurut data yang ada, tercatat 70 persen anak Nias menderita cacingan, akibatnya memperngaruhi status kesehatan gizi, kemampuan belajar dan produktivitas.

Ketua Panitia Drs Kemurnian Zebua melaporkan, selain kegiatan cuci tangan pakai sabun dalam memeriahkan peringatan HAN di Kabupaten Nias, panitia juga gelar berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak Nias, seperti pelatihan fotografi anak, dialog interaktif antara anak dengan Muspida, pameran foto dan forum pekerja anak di Museum Pusaka Nias, perlombaan maena bertema kesehatan.

Bupati Binahati B Baeha, SH mengatakan, tanggung jawab dari keluarga dan orangtua mengasuh, memelihara, melindungi serta menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan bakat dan minatnya.

Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan, berpartisipasi dan melindungi anak dari diskriminasi, pemaksaan dan tindak kekerasan. Kewajiban orangtua juga mengusahakan agar anak terhindar dari berbagai penyakit dan gangguan gizi yang dapat menggangu pertumbuhan anak, kata bupati.

Sedangkan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah yang didukung peran masyarakat termasuk pihak swasta/dunia usaha, menyediakan sarana, prasarana dan fasilitas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan secara konfrehenship dan pendidikan dasar minimal 9 tahun bagi anak, yang dimulai sedini mungkin sejak dalam kandungan.

Upaya-upaya itu, diarahkan kepada pengembangan sikap, kepribadian dan bakat sesuai kemampuan mental dan fisik anak, hormat kepada orang tua, peduli ligkungan hidup dan budaya bangsa Indonesia serta berprilaku hidup bersih, sehat dan baik.

Di sela-sela upara itu, anak Nias juga menyampaikan 4 suara hatinya yang dibacakan di hadapan pimpinan daerah Kabupaten Nias dan orang tua di antaranya, untuk memperhatikan nasib pendidikan mereka, memperhatikan kekerasan yang mereka alami, memperhatikan lingkungan mereka serta kemanan pada lingkungan mereka hidup. (kap)

Sumber: Analisa, 6 Agustus 2007

Facebook Comments