Gunungsitoli, (Analisa)

Akibat hujan yang terus melanda pulau Nias sepekan terakhir. Satu kelurahan dan tiga desa di wilayah Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias, Minggu (22/7) dilanda banjir, akibat hujan terus menerus dalam sepekan ini.

Kawasan yang dilanda banjir setinggi 1 hingga 1,5 meter itu, Kelurahan Pasar Lahewa, Desa Ombolota, Desa Hiligawolo dan Desa Marafala. Akibat banjir itu, sedikitnya 470 jiwa dari 160 KK di empat lokasi mengungsi dan membutuhkan bantuan.

Ketua Harian Satuan Pelaksana (Satlak) Penanganan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Nias melalui Sekretaris pelaksana Harian Satlak PBP AA Gulo SH didampingi Wakil Sekretaris Satlak PBP Kurnia Zebua, SE kepada Analisa di kantornya, Senin (23/7) mengatakan, sesuai hasil laporan camat setempat kepada Satlak PBP, dari data dihimpun, banjir dipredikasi karena tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Nias akhir-akhir ini.

Selanjutnya, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Lahewa, terjadi pukul 05.30 WIB dan air baru surut pukul pukul 15.30 WIB, hingga pada saat terjadi banjir para warga mengungsi ke tempat-tempat lebih tinggi. Warga Kelurahan Pasar Lahewa dan Desa Hiligowolo setelah air surut baru dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

Sementara di Desa Marafa dan Desa Ambolata masih direndam air setinggi 30 cm dan seorang warga mengalami sakit akibat kedinginan.

Dari peristiwa itu, belum ditemukan ada korban jiwa, namun rumah dan kios warga terendam air serta kerusakan barang-barang warga seperti beras, ternak, stok obat-obat, mobil ambulan serta barang lainnya ikut rusak akibat terendam air yang tidak sempat diselamatkan.

KERUGIAN
Kerugian material dari peristiwa itu, masih belum dapat diprediksi. Serta keadaan cuaca masih gerimis dan berpotensi hujan. Warga masih membutuhkan bantuan secepatnya, ungkap Gulo.

Dari peristiwa itu, kata Gulo, pemerintah daerah melalui Satlak PBP mengistruksikan camat setempat untuk menangani segera dan pemeritah daerah, Senin (23/7) merencanakan memberikan bantuan kepada para warga berupa beras sebanyak 0,4 kg perjiwa selama 10 hari dan bantuan lauk pauk Rp 3.000 per jiwa selama 10 hari serta bantuan obat-obat.

Namun hingga saat ini, bantuan itu belum dapat disalurkan kepada para warga, disebabkan kendala traspotasi jalan dan jembatan serta hujan yang hingga saat ini terus mengguyur pulau Nias.

Salah satu jembatan Muzoi di Kecamatan Lahewa Timur satu-satunya utama menuju Kecamatan Lahewa yang rusak parah akibat bencana gempa pada Maret 2005 lalu.

Selain itu, air sungai yang masih meluap sekitar jembatan akibat hujan yang terus menguyur, hingga saat ini pihak pemerintah daerah mengalami kesulitan mendistribusikan bantuan itu.

Sekretaris Pelaksana Harian Satlak PBP, AA Gulo SH, mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Nias untuk tetap berhati-hati dan sementara mencari lokasi-lokasi yang lebih aman, disebabkan cuaca alam yang saat ini masih rawan akan bencana serta cuaca yang berubah-ubah.

Seperti warga yang berada di sekitar wilayah pantai, sungai dan bukit, untuk menghindari korban jika sewaktu-waktu terjadi. (kap)

Sumber: Analisa, 24 Juli 2007

Facebook Comments