Dapatkah Skan Otak Membuktikan Anda Berkata Sejujurnya ?

Monday, July 23, 2007
By nias

Industri baru “katakan sejujurnya” sedang menghangat di Amerika. Industri baru ini menggunakan skan otak untuk menentukan apakah seseorang berkata jujur atau bohong. Akan tetapi sejumlah pakar telah mempertanyakan keabsahan dan implikasi etis dari tes-tes semacam itu.

Persoalan mulai mencuat ketika pada tahun 2003 api menghanguskan restoran cepat saji (fast-food) Harvey Nathan di Charleston, South Carolina. Setelah peristiwa itu, Nathan menghadapi tuduhan pihak kepolisian: Nathan melakukan pembakaran yang disengaja. Akitbanya, Nathan belum bisa mendapatkan uang dari pihak asuransi.

Bulan Desember 2006 Nathan meminta agar otaknya diskan, untuk mengetahui apakah dia berbohong atau tidak. Untuk itu dia membayar $1500. “Kami menyediakan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan pengujian apakah mereka berbohong atau tidak,” kataJoel Huizenga, pakar biologi yang menjadi pebisnis dan CEO dari No Lie MRI of Tarzana, California.

Pada pengujian deteksi kebohongan komersial pertama di dunia yang menggunakan function magnetic resonance imaging (fMRI), para teknisi di No Lie memetakan aliran darah dalam otak Nathan selagi dia menjawab serentetan pertanyaan tentang kebakaran restorannya. Hasil ini dibandingkan dengan hasil-hasil pengujian terkendali sewaktu Nathan diminta untuk berbohong.

Bayangkan sebuah kartu
Perbedaan respons otaknya pada kedua jenis pengujian itu agaknya mengkonfirmasi bahwa ia tidak melakukan pembakaran yang disengaja atas restorannya. Huizenga mengatakan bahwa No Lie kini sedang melakukan pengujian terhadap klien kedua dan dia yakin klien-klien lain akan menyusul. Grup lain sedang merencanakan pembukaan layanan yang sama untuk Massachusetts.

Meskipun fMRI telah lama dianggap sebagai pendeteksi kebohongan potensial, munculnya industry “katakan sejujurnya” di Amerika tetap dianggap sebagai suatu kejutan – sejumlah kalangan bahkan mempertanyakan keabsahannya.

“Saya ingin bukti sebelum praktek ini saya terima. Dan bukti yang saya minta bukanlah 3 kajian terhadap 40 orang mahasiswa yang berbohong tentang apakah mereka sedang memegang tiga kartu spade,” kata Hank Greely, direktur Center for Law and the Biosciences Stanforf University, California. Greely adalah salah seroang dari ahli yang mengutarakan keprihatinan pada panel khusus tentang deteksi kebohongan pada awal tahun ini di Cambridge, Massachusetts.

Menurut sejumlah panelis, kajian terbatas keabsahan fMRI sebagai “pendeteksi kejujuran” tidak mempertimbangkan faktor-faktor umur, kecerdasan, kesehatan mental dan tipuan-tipuan yang mungkin dilakukan subjek untuk membohongi mesin itu. “Ada keinginan yang menggebu untuk memiliki pengujian untuk memisahkan kejujuran dari kebohongan,” ujar Steven Hyman dari Harvard University, Cambridge, Massachusetts, memperingatkan.

Klien Potensial

Keinginan menggebu itu bisa jadi menjalar ke pihak militer Amerika. Jonathan Marks, seorang bioethicist (pakar etika biologi dan kedokteran) di Pennsylvania State University di University Park, baru-baru ini melihat sebuah salinan dokumen oleh seorang penginterogasi dari pemerintah Amerika yang melukiskan penggunakan fMRI sebagai alat skrining. Dokumen tersebut, yang diarsipkan pada Hoover Institution, sebuah institusi think tank konservatif, tidak bisa diakses publik sampai tahun 2011. Dokumen tersebut mengindikasikan bahwa fMRI telah digunakan untuk menguji tanggapan-tanggapan otak orang-orang yang dicurigai terhadap kata-kata kunci yang bisa mengkhianati pengetahuan tentang aktivitas musuh. Dokumen-dokumen yang didapatkan oleh American Civil Liberties Union mengindikasikan hal yang sama.

Pihak Departemen Pertahanan Polygraph Institute menyangkal hal ini.

Duduk sebagai bagian dari audiens selama panel berlangsung, Huizenga tidak begitu mempermasalahkan keraguan para ilmuwan. Penggunakan fMRI untuk “verifikasi kebenaran” ketimbang sebagai “deteksi kebohongan”, menurut Huizenga tidak berbahaya dan kurang subjektif dibandingkan dengan tes poligraf yang banyak digunakan. “Jika seseorang mencoba menuduhkan kejahatan besar kepada Anda, kami pikir Anda harus memiliki setiap cara untuk membela diri Anda,”, katanya.

Sumber: New Scientist News, 6 Februari 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031