Gunungsitoli, WASPADA Online
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), T. Zakaria, SH, MH beserta rombongan tiba di Nias, Senin (9/7), dalam kunjungan kerja (Kunker) dua hari di Kab. Nias dan Nias Selatan.

Kajatisu bersama istri dan rombongan di Bandara Binaka Gunungsitoli disambut Bupati Nias, Binahati B. Baeha, SH didampingi unsur Muspida antara lain Ketua DPRD Nias, M. Ingati Nazara, A.Md, Kajari Gunungsitoli Kemal Sianipar, SH, Kapolres AKBP Albertus Sampe Sitorus, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Josep Pastra Ziraluo, SH, Wakil Bupati Nias, Temazaro Harefa, Ketua TP PKK Kab Nias, Ny. Lenny Baeha serta sejumlah pejabat teras Kejari Gunungsitoli.

Sementara Humas Kejatisu, AJ Ketaren, SH yang dikonfirmasi Waspada menjelaskan kunjungan kerja Kajatisu di Nias dan Nisel untuk melihat secara langsung daerah ini dua tahun pasca tsunami dan gempa.

Dalam kunker Kajatisu juga melantik Kajari Gunungsitoli, dari pejabat lama Kemal Sianipar, SH kepada Dade Ruskandar, SH, MH, Selasa (10/7). Pada pelantikan itu Kajati mengatakan, pejabat lama menjadi Asisten Pembinaan pada Kejati Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Dijelaskan, tugas kejaksaan selain penegakan hukum, juga mengamankan jalannya pembangunan dan hasilhasilnya. Agar jalannya pembangunan sesuai mekanisme dan prosedur yang ditentukan.

Tugas ini paling banyak disoroti masyarakat, namun paling berpeluang mengangkat citra kejaksaan apabila kita mampu melaksanakannya secara tegas dan profesional, di samping tugas penanganan perkara tindak pidana korupsi lainnya.

Perlu disadari segenap aparat kejaksaan, bahwa bersama tugas-tugas bidang lainnya, maka tugas bidang Tindak Pidana Khusus sangat strategis dalam menentukan keberhasilan bidang penegakan hukum. Orientasinya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dalam menangani penyidikan dan penuntutan, terutama perkara korupsi yang merupakan salah satu program utama pemerintah saat ini.

Menurut AJ Ketaren, usai melaksanakan pelantikan Kajari Gunungsitoli, Kajatisu menuju Nias Selatan untuk melihat apakah di kabupaten baru tersebut sudah layak dibentuk kejari.(a35) (wns)

Sumber: Wasapda, 10 Juli 2007

Facebook Comments