Empat Tokoh Masyarakat Tertipu Bisnis Investasi

Wednesday, July 11, 2007
By nias

*PT GVFI Sudah Lama Jadi Perhatian Polda Jabar

TASIKMALAYA, (PR).-
Empat tokoh masyarakat di Tasikmalaya, Senin (9/7), melaporkan Direktur PT GVFI, Don, ke Reserse Polresta Kota Tasikmalaya, karena diduga telah menggelapkan dananya, kurang lebih Rp 280 juta.

Modusnya, PT GVFI menjanjikan kepada empat tokoh masyarakat itu akan mendapatkan imbalan harian dari modal yang disetorkannya. Jika terjadi kemacetan, dana itu akan dikembalikan lagi.

Namun, sudah hampir tujuh bulan, imbalan harian yang dijanjikan oleh PT GVFI tidak ada. Sedangkan, upaya empat tokoh ini, untuk menarik kembali dananya mengalami kesulitan.

“Makanya, kami memilih melaporkan ke polisi, berupa tindakan dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh Don,” kata K.H. Miftah Fauzi, yang mendampingi empat tokoh itu, kemarin.

Keempat tokoh ini, Us, Rr, Iu, dan Dh, yang kesemuanya memimpin lembaga pendidikan di daerah Tasikmalaya. Untuk sementara, mereka meminta namanya tidak ditulis lengkap, dengan alasan untuk keamanan.

Menurut Kiai Miftah Fauzi, kasus itu berawal pada Februari 2006, mereka mendapat tawaran dari GVFI untuk menanamkan modal. Setiap modal yang disetorkan akan mendapatkan jasa atau imbalan. Standarnya, yaitu dari modal Rp 5 juta akan mendapatkan uang jasa harian Rp 25.000,00.

“Jadi, kalau setor Rp 10 juta, akan dapat jasa imbalan harian Rp 50.000,00. Uang itu dikirim ke rekening,” katanya.

Bersama ratusan masyarakat lainnya, empat tokoh masyarakat itu, kata Kiai Miftah, ikut menyetorkan dana dengan total Rp 280 juta. Pada awalnya, uang jasa imbalan itu lancar sampai November 2006. Memasuki, Desember 2006, imbalan mulai macet hingga sekarang.

“Para tokoh ini sudah berusaha melakukan negosiasi dengan orang kepercayaan Don, tapi hanya janji-janji yang tidak dipenuhi sampai sekarang. Pada perjanjian, bahwa kalau usaha macet maka dana akan dikembalikan. Tapi, kenyataannya kami kesulitan untuk menarik dana itu karena keberadaan Don tidak jelas,” katanya.

Rental dan swalayan

Perusahaan itu sempat membuka usaha rental kendaraan dan membuka tiga swalayan di Kota Tasikmalaya. Saat ini, usaha rental sudah tidak ada dan swalayan yang tersisa hanya dua. Keberadaan Don sendiri tidak jelas karena semua pegawai swalayan, tidak ada yang mengetahui jejaknya.

“Saat ini, baru empat tokoh yang melaporkan, tapi tidak tertutup kemungkinan ratusan lainya akan menyusul. Mungkin korban lainnya belum melapor,” ujar Kiai Miftah.

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Suntana didampingi Kasat Reserse AKP Santosa mengatakan, pengaduan dari tokoh masyarakat itu akan segera ditindaklanjuti. Polisi segera mencari keterangan tentang keberadaan PT GVFI ini.

“Kalau memang ada unsur pidanannya, kita usut tuntas. Kita juga masih mengumpulkan data, bukan tidak mungkin ada korban lainnya,” ujarnya.

Menurut Santosa, perusahaan itu sebenarnya sudah lama menjadi perhatian Polda Jabar. Bahkan, pihak polda sudah melakukan pengecekan ke lapangan. Hasil sementara, diduga ada ratusan orang yang telah ikut menanamkan modal ke GVFI, dengan jumlah dana masyarakat yang disetorkan, kurang lebih Rp 7 miliar. Namun, waktu itu belum bisa diusut karena tidak ada saksi pelapor.

Sedangkan, Jn (35) warga Cieunteung, Kota Tasikmalaya, mengatakan, keluarganya telah menarik sebuah kendaraan Suzuki APV dari pihak GVFI. Hal itu, dikarenakan dana yang ditanamkannya, sebesar Rp 80 juta amblas.

Jn mengaku kesulitan melacak keberadaan Don. Setelah uang imbalan macet, Don menghilang begitu saja.

Sementara, Don sendiri tidak bisa dihubungi, karena tidak jelas keberadaannya. Para karyawan di swalayan yang dikelola Don, tidak mengetahui di mana saat ini atasannya berada. (A-97)***

Sumber: Pikiran Rakyat, 10 Juli 2007

4 Responses to “Empat Tokoh Masyarakat Tertipu Bisnis Investasi”

  1. 1
    ehalawa Says:

    Kasus seperti di atas berulang kali terjadi dalam situasi dan kondisi apa pun, di daerah mana pun.

    Dalam beberapa tulisan terdahulu dikatakan bahwa irasionalitas itu menohok orang dari segala lapisan: yang berpendidikan tinggi atau rendah, yang kaya atau miskin, dst.

    Persuasi sang pembujuk itu (dalam artikel di atas: sang penipu) hampir selalu menawarkan hal-hal yang meggiurkan -> inilah yang berusaha mengganggu keseimbangan berpikir calon korban.

    Calon korban yang irasionalitasnya pekat, mudah tergelincir, mudah terbujuk, dan “lupa” memikirkan berbagai ramifikasi lain … pikirannya terpusat pada “bujukan yang menggiurkan”, dan semakin jauh dari “pertimbangan yang lebih dewasa dan matang”.

    Keputusannya lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal: “bujukan yang menggiurkan” tadi.

    e. halawa*

  2. 2
    Berkat Says:

    Saya turut prihatin pada kejadian ini dan harapan saya semoga kejadian ini sebagai pengalaman pahit bagi kita semua sehingga tidak tergiur dengan imeng2 atau ada sesuatu hal yang di janjikan oleh oknum2 yang tidak jelas.Mungkin kita di Perantauan gak mungkin lagi tergiur dengan hal2 di atas tp di kampung kita misalnya belom tentu.bisa tergiur bisa juga tidak.Untuk itu mari kita bersama2 memberikan informasi kepada saudara/i kita di kampung tentang kejadian2 tsb supaya tidak menjadi korban penipuan.apalagi memberikan uang sampai ratusan juta.Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi bukan..?

  3. 3
    Rusyana Says:

    Saya termasuk korban penipuan sdr.Doni Hendrawan.Dana yang saya investasikan di PT.GVFI Rp. 145.000.000.sampai sekarang dana sulit di tarik kembali.Maka dari itu saya mohon pada pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini, kasihan masyarakat yang menginvestasikan dananya. Kami menghimbau juga kepada rekan-rekan sudah saatnya kita berpikir rasional jangan mudah tergiur dengan jenis investasi seperti tersebut di atas, karena biasanya penyesalan datang terlambat.

  4. 4
    Yulis OXY Says:

    Kalo anda mau invest harus memenuhi kriteria di bawah ini :
    1. Jelas produknya ( SAFETY YOUR INVEST )
    2. Kapan Impasnya Modal Anda ( B.E.P )
    3. Jelas keuntungannya ( PROFITABLE )

    Keterangan Lebih Lanjut Hubungi :

    YULIS & DHIMAS
    HP : 081802550110 – 081932158680

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031