Dirjen Perhubungan Hentikan Penerbangan Nias-Nisel

Wednesday, July 11, 2007
By nias

*Nisel Terancam Terisolir dan Tetap Jadi Kabupaten Termiskin

Medan, (Analisa)

Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kabupaten Nias dan Nias Selatan, mengaku kecewa atas keputusan Dirjen Perhubungan yang memutus rute penerbangan pesawat SMAC dari Bandara Gunungsitoli Nias menuju Bandara Lasondre Nisel (Nias Selatan) dan sebaliknya. Sehingga Kabupaten yang baru dimekarkan itu terancam terisolir serta menjadi kabupaten termiskin dan terbelakang.

Kekecewaan itu dilontarkan anggota DPRD Sumut Dapem Nias dan Nisel Aliozisokhi Fau, Spd kepada wartawan, Selasa (10/7) di DPRD Sumut.

“Kita sangat kecewa atas keputusan Dirjen Perhubungan yang memutus penerbangan pesawat SMAC jurusan Nias-Nisel, sehingga Kabupaten Nisel yang mulai merangkak meningkatkan perekonomiannya, kembali terpuruk dan terancam terisolir serta menjadi Kabupaten terbelakang,” ujar Alio Fau.

Anggota Komisi E ini mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya Dirjen Perhubungan memutus penerbangan SMACK dari dan menuju Nias-Nisel ini. Sehingga dalam waktu dekat kan mempertanyakan hal ini ke Dirjen Perhubungan maupun Pemkab Nias dan Nisel.

LUMPUH

Ditambahkan anggota FP Demokrat ini, akibat diputusnya penerbangan SMAC tersebut, sudah dapat dipastikan segala kegiatan bisnis di Pulau-Pulau Batu Nisel akan lumpuh total dan kembali lesu. Karena sarana transportasi cepat yang selama ini menjadi idola para pelaku bisnis tidak dapat difungsikan lagi.

“Memang ada sarana transportasi kapal laut menuju Pulau-pulau Batu Nisel, tapi memakan waktu 8 jam perjalanan. Itupun jika cuaca baik. Jika cuaca buruk, seperti datangnya badai besar, bisa memakan waktu berminggu-minggu,” ujar Alio sembari berharap agar Dirjen Perhubungan RI meninjau kembali pemutusan rute penerbangan menuju Nias-Nisel itu.

Alio juga berharap kepada Pemkab Nias dan Nisel cepat tanggap serta mencari solusi terbaiknya atas kebijakan Dirjen Perhubungan ini, guna menghindari daerah Pulau-pulau Batu Nisel yang terdiri dari 101 pulau ini tidak terus-menerus mengalami keterpurukan. Apalagi kedua daerah itu baru mengalami bencana gempa dan tsunami.

“Kita juga sempat heran mendengar adanya informasi pemutusan penerbangan tersebut, sebab Bandara Lasondre baru-baru ini telah dilakukan perbaikan dan pembenahan, terutama landasan pacunya sudah diperpanjang dan dipertebal. Begitu juga arus penumpang, terus mengalami peningkatan,” ujar Alio sembari berharap Dirjen Perhubungan segera meninjau kembali pemutusan itu. (sug)

Sumber: Analsia, 11 Juli 2007

5 Responses to “Dirjen Perhubungan Hentikan Penerbangan Nias-Nisel”

  1. 1
    Sabar Says:

    Kasihan sekali sudah jatuh tertimpa tangga………lantas siapa yang harus kita harapkan untuk dapat menghidupakan kembali sarana yang selama ini sudah berjalan dengan baik lantas dihentikan tanpa alasan yang jelas.

    Kita sangat mengharapkan untuk dapat mengembangkan yang sudah ada bukan untuk dihentikan.jadi sangat besar harapan kita untuk menghidupkan kembali sarana yang sudah ad tersebut.

    Kalau dari kami hanya doa dan harapan saja tidak bisa berbuat apa-apa.

  2. 2
    Etis Nehe Says:

    Judul berita di atas rasanya kurang tepat. Departemen Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak memberhentikan penerbangan ke Nias dan wilayah lainnya. Tetapi, memberhentikan operasional maskapai penerbangan SMAC yang dinilai tidak memenuhi syarat keselamatan dan kebetulan menerbangi wilayah Nias.

    Saya sudah memberitahukan keluhan itu langsung kepada Dirjen Perhubungan Udara dan juga melalui salah satu anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Sumut dan telah menanyakannya langsung kepada Menteri Perhubungan pada saat rapat kerja kemarin di Jakarta. Tetapi sampai saat ini, belum ada jawaban. Kecuali dari Dirjen Perhubungan Udara yang mengatakan telah mendorong maskapai merpati untuk meningkatkan penerbangan ke Nias.

    Tetapi, menurut hemat saya, sebaiknya ada langkah konkrti dari DPRD Sumut, Pemkab Nias dan Nias Selatan serta Pemprov Sumut untuk ‘unjuk rasa’ ke Dephub. Sebab, selain itu, sampai saat ini kapal Pelni yang beberapa kali dijanjikan Dirut Pelni akan doperasikan melayari Nias sampai saat ini belum terwujud sejak Desember 2006.

    Tks

  3. 3
    autha Says:

    Halo!

    Saya baca berita tentang ini sekilas di koran nasional Jerman (maaf, bahasa Jerman saya masih pas-pasan). Sejauh yang saya tahu, Dirjen Perhubungan melarang pengoperasian SMAC (dan beberapa maskapai penerbangan nasional lainnya) bukan untuk mengisolasir Nias Selatan atau untuk menghancurkan SMAC. SMAC dilarang beroperasi karena tidak memenuhi standar keselamatan nasional. Dengan banyaknya musibah transportasi di Indonesia, rasanya keputusan Departemen Perhubungan untuk mengubah & memperbaiki situasi sudah baik. Bukankah jika terjadi korban jiwa, akan tak sebanding dengan kerugian materiil apapun?

    Ya’ahowu! autha

  4. 4
    Redaksi Says:

    Sebagai informasi tambahan, berita tentang pemeringkatan maskapai penerbangan dan pembekuan SMAC diliput oleh salah seorang anggota Redaksi Yaahowu di Jakarta dan ditampilkan dalam dua berita di situs ini pada tgl 29 Juni 2007:

    Tabel Pemeringkatan Maskapai: Kategori Kepatuhan AOC 121 dan AOC 135

    Pemeringkatan Maskapai Penerbangan, SMAC Dibekukan

    Redaksi

  5. 5
    Etis Nehe Says:

    Hari ini, saya sudah menanyakan langsung tanggapan Menteri Perhubungan Jusman Syafi’i Djamal mengenai keluhan atas berkurangnya penerbangan ke Pulau Nias. Kemarin, hal yang sama saya sudah tanyakan langsung dengan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Muliawan Suyitno.

    Dua hari lalu, saya juga sudah memasukkan keluhan tersebut kepada anggota Komisi V DPR RI Syarfii Hutauruk (Fraksi Golkar, daerah pemilihan Sumatera Utara) dan telah menanyakannya langsung kepada Menteri Perhubungan Jusman SD saat rapat kerja di Komisi V DPR RI.

    Rangkuman beritanya, saya buat dan tayangkan hari ini dengan judul: Menhub Akan Minta Merpati Tingkatkan Penerbangan ke Nias. Bila semua lancar, juga akan terbit pada beberapa media besok.

    Oh ya, untuk diketahui, bukan hanya Nias yang diterbangi SMAC dan juga, SMAC bukan satu-satunya maskapai yang dibekukan. Dengan demikian, keluhan tersebut tetap bisa dijadikan ‘urusan’ pemerintah pusat (Dephub) untuk ‘bertanggungjawab’.

    Dan, tentu saja, yang ditunggu adalah action dari para pemimpin daerah kita, termasuk anggota dewannya. Setahu saya, banyak daerah butuh transportasi, terutama laut dan udara, termasuk Nias dan Nias Selatan.

    Tetapi yang sering saya saksikan adalah, butuh tidak berarti akan mendapatkan. Banyak pemimpin daerah, bahkan Gubernur harus mondar-mandir mengurusnya langsung ke Dephub.

    Entah kapan, para pemimpin Nias dan Nias Selatan akan datang ke Dephub untuk menjelaskan bahwa mereka membutuhkan sarana dan prasarana transportasi. Setidaknya, dengan datang langsung, mereka tahu dan akan dipertimbangkan bahwa daerah tersebut benar-benar butuh dan serius.

    Nah, itu sedikit pengalaman saya meliput di Departemen Perhubungan di Jakarta.

    Sekian. tks

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031