Gunungsitoli, WASPADA Online
Sejumlah pengusaha dan masyarakat pelanggan listrik di Kab. Nias mengaku kecewa sering padamnya listrik beberapa bulan terakhir. Akibat pemadaman tiba-tiba menyebabkan banyak alat eletronik milik warga menjadi rusak.

Seorang pengusaha rental komputer di kota Gunungsitoli, Y. Zalukhu, 36, kepada Waspada mengaku kecewa dengan pemadaman arus listrik baik secara bergilir maupun secara mendadak oleh PLN Gunungsitoli. Akibatnya, sering kali pesawat komputer miliknya mengalami gangguan, walaupun sudah memakai UPS. Akibat kerusakan fasilitas komputer tersebut, omset pemasukan usahanya menurun drastis.

“Hampir semua masyarakat Kota Gunungsitoli bahkan di Nias bergantung pada penggunaan jasa listrik, baik untuk rumah tangga maupun untuk usaha. Jadi sangat disesalkan jika terjadinya pemadaman arus listrik, akibatnya, sering kali pesawat komputer dan barang elektronik lainnya mengalami kerusakan. Selain itu, penghasilan kami selaku pengusaha berkurang,” ujar Zalukhu, juga ketua LSM Lembaga Penegak Demokrasi dan Keadilan (LP-Kran) Nias

Direktur Executive LSM Gerakan Pembaharuan Pembangunan Nias (GPPN), Adrianus Zebua menambahkan, pelayanan PLN sangat mengecewakan dibanding tuntutan kepada masyarakat untuk membayarkan rekening listrik tepat waktunya. Jika tidak, masyarakat dikenakan denda, akan tetapi jika ada pemadaman masyarakat hanya menikmati ruginya saja”.

Zalukhu maupun Zebua mewakili masyarakat mengharapkan PLN dapat memaksimalkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat pengguna listrik, termasuk keakuratan pencatatan meteran listrik, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum dan pembenahan intenal.

Sementara, Manager PT PLN (Persero) Ranting Gunungsitoli, Thamrin Isa Ziliwu mengatakan, pemadaman arus listrik di wilayah ranting Gunungsitoli disebabkan tiga faktor, anatara lain, akibat gangguan tiga unit mesin tenaga pembangkit, gangguan jaringan dan gangguan yang disengaja.

Thamrin menjelaskan, saat ini DGS 4, DGS 10 dan DGS 13 di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Gunungsitoli mengalami gangguan atau pelaksanaan Mayor Overhaul, sehingga mengakibatkan pengurangan beban sebesar 1.971 KW. Untuk mengantisiapi pemadaman total maka PLN mengambil kebijakan melakukan pemadaman secara bergilir dari 1 Juli sampai 31 Juli 2007 di seluruh wilayah Ranting Gunungsitoli.

Selain pemadaman akibat gangguan mesin, maka sering kali terjadi pemadaman secara tiba-tiba akibat adanya gangguan jaringan. Menurut dia, hal itu disebabkan gangguan alam atau tumbang pohon. Sering juga terjadi akibat kesengajaan manusia, dengan melempar gardu atau tali jaringan arus listrik.

Mengenai ketidak akuratan pencatatan meteran, hal itu diakuinya sering terjadi akibat daerah yang tidak dapat ditempuh kendaraan bermotor dan sangat minimnya dana honor bagi petugas pencatat meteran. Namun jika terjadi perbedaan angka meteran di bukti pembayaran rekening dengan angka yang terdapat di meteran, maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada petugas maupun KUD yang melakukan pencatatan meteran.

Ditegaskan, PT PLN berniat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, namun harus diakui PLN Ranting Gunungsitoli mengalami beberapa kendala yang dialami saat ini yaitu, biaya operasional dan jumlah personil yang masih minim.(a35) (wns)

Sumber: Waspada, 6 Juli 2007

Facebook Comments