Nias (SIB)
Sebulan terakhir ini hampir setiap hari listrik di Gunungsitoli, Nias padam. Kadang 3 (tiga) kali sehari padam. Akibatnya pelanggan listrik rugi karena listrik PLN tidak dapat digunakan.

Pekerja fotokopy di Jalan Gomo Gunungsitoli kepada SIB mengatakan, terpaksa usaha fotokopynya ditutup. Demikian juga usaha komputer warga lainnya tak dapat difungsikan.

Seorang warga, Lian merasa heran terhadap pengelola PLN. “Kalau pelanggan terlambat membayar 1 (satu) hari saja langsung didenda, tak ada istilah maaf, sementara kalau PLN tidak becus mengelola PLN tidak pernah memberi ganti rugi kepada pelanggan,” sebutnya.

Ia berharap kepada wakil rakyat membuat peraturan untuk melindungi konsumen, misalnya kalau PLN sering padam diberikan ganti rugi kepada pelanggan.

Kepala PLN Gunungsitoli Tambrin Ziliwu beberapa kali dihubungi, selalu mengatakan sibuk. Terakhir dihubungi Rabu (27/6) ditanya apakah tidak perlu diberi ganti rugi kepada pelanggan, karena jika listrik padam sampai 1 (satu) hari, terpaksa usaha ditutup atau menggunakan listrik sendiri, Ziliwu hanya merasa prihatin.

Dari hasil pantauan SIB di Jalan Diponegoro dekat mesjid Tohia Kelurahan Ilir Gunungsitoli terjadi korsilet karena kabel listrik longgar sehingga terjadi api dan membuat listrik padam setiap hari.

Masyarakat mengaharapkan kiranya kabel yang sudah longgar di perbaiki agar tidak terjadi korsilet arus listrik yang membuat arus listrik macet dan selain itu perlu perbaikan travo listrik dan penambahan mesin listrik karena dari jumlah yang sudah belum memadai atau lebih banyak pemakaian daripada kesediaan mesin listrik tersebut.

Perihal meteran yang main taksir, sehingga pelanggan kadang sampai berbulan-bulan hanya membayar abodemen lalu suatu saat pembayaran sangat banyak, Ziliwu mengatakan jika habis kontrak dengan pencatat meteran akan diganti. (T13/j)

Sumber: SIB, 1 Juli 2007

Facebook Comments