Kapolres Nias Sikapi Keprihatinan Warga Atas Munculnya Lokalisasi WTS

Monday, June 25, 2007
By nias

Gunungsitoli (SIB)
Kapolres Nias AKBP Albertus Sampe Sitorus menerima kedatangan warga Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Kamis (21/6) yang menyampaikan pernyataan sikap keprihatinan yang ditandatangani tokoh-tokoh agama, masyarakat, wanita dan pemuda soal perkembangan situasi dan kondisi Kompleks Pasar TPI dan sekitarnya, serta Kompleks Gudang Air yang berubah fungsi dari tempat berjualan, menjadi tempat mangkalnya para pendatang yang tidak jelas identitasnya yang menimbulkan penyakit masyarakat dan usaha-usaha ekonomi yang tidak jelas.

Kapolres Nias menyambut baik pernyataan sikap itu. Kapolres Nias juga telah melihat masalah itu dan telah menertibkan dengan melibatkan satpol PP di lokasi TPI dan sekitarnya.

Dikatakan, secara pribadi dan sebagai Kapolres Nias, ia tidak setuju di Kabupaten Nias ada lokalisasi WTS. “Lokasi-lokasi tempat penyakit masyarakat kita tertibkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku agar Kelurahan Pasar secara khusus dan Kabupaten Nias bersih,” sebut Kapolres.

Dalam menyampaikan aspirasinya, warga Kelurahan Pasar Gunungsitoli diwakili tiga tokoh agama Pdt Beni Gulo, Tapak Wong dan H Sofyan Dt Sati didampingi Kepala Lurah Pasar Gunungsitoli Elman S Zebua S STP, Seklur Harlen Tanjung, Kepling I Samsir Zebua, FKPM Risman Zega, PKK Wirdan Nur Harefa dan Tokoh Pemuda Yusgo Telaumbanua.

Jaring 36 PSK
Tim Terpadu yakni Polres Nias dan Satpol PP Kab Nias serta Bagian Sosial Setda Kab Nias menangkap 36 orang PSK yang sedang melakukan “hiburan malam” di Lokasi TPI Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Jumat (22/6) sekitar pukul 23.30 WIB.

Sementara di lokasi Jalan Dr Cipto Mangunkusumo dekat Gudang Air Kelurahan Pasar Gunungsitoli ditemukan perempuan di bawah umur berinisial DSL (15) mengaku berasal dari Kota Sibolga dan telah mempunyai suami berinisial LH diduga dijadikan PSK.

Dari hasil penyelidikan, pemilik Cafe berinisial W mengaku telah menerima uang dari laki-laki hidung belang Rp 500.000, belum termasuk negoisasi terhadap PSK. Dari hasil pemeriksaan tersebut maka pihak Kepolisian Resort Nias melalui Reskrim Polres Nias terus melakukan pemeriksaan terhadap pemilik Cafe dan juga kepada DSL.

Lokasi yang dirazia oleh Pemerintah Kabupaten Nias telah menjadi sorotan, terutama Kelurahan Pasar Kota Gunungsitoli oleh tokoh Adat, Agama dan para LSM dan Pimpinan Partai yang telah mendesak pihak Pemerintah agar lokasi yang diduga sebagai lokasi mangkalnya sejumlah wanita dan laki-laki yang melakukan negoisasi untuk menentukan tarif-tarif pekerjaan seksual ditertibkan.

Ketigapuluhenam PSK ini diserahkan kepada Pemerintah untuk dibina oleh Bagian Sosial Setda Kabupaten Nias. (T15/i/q)

Sumber: SIB, 25 Juni 2007

3 Responses to “Kapolres Nias Sikapi Keprihatinan Warga Atas Munculnya Lokalisasi WTS”

  1. 1
    autha Says:

    Salut untuk masyarakat Nias yang aktif mengingatkan pemerintah dengn cara yang damai!

  2. 2
    harazaki Says:

    ono niha gu tambah rusak aja nich. apa pejabat2 nya doyan.jd seremonial klo ditutup. mudah2an gak seperti mangga besar jkt, di grebek klo kurang atau telat sesajen!

  3. 3
    Ahakhö Dödö Gu! Says:

    Pulau Nias………w merasa kasihan dan turut terharu dengan perkembangan yang terjadi diatas.Tq buanget bagi masyarakat nias yang telah turut berpatisipasi MELAPORKAN situasi di Nias (Masalah di atas). Karena, kadang2 manusia2 dari luar nias sekarng ini(tidak semua)peduli tidak peduli dengan keadaan di Nias (egois) yang sebenarnya, marilah kita rakyat nias membangun nias yang baru, jangan kita tunggu-tunggu org lain, karena org lain belum tentu mempunyai rasa yang seperti yang kt miliki akan cinta Pulau Nias.Dengan alasan Mungkin ; 1)Bukan daerah asalnya (pribumi/ras), 2)Sibuk karena tugas,etc. Solusi : i)Lebih baik mencegah dari pada mengobati → untuk itu anak-anak nias jangan terpengaruh dengan perkembangan zaman, boleh! tapi penuh dengan penyaringan (filter), Ingat hati-hati “Ötarai nawu saukhu Khi gu!!!”;Bagi org tua : slalu memperhatikan kegiatan/aktivias si anak;ii)Bagi pemerintah yang berwajib/ merasa bagian dari tugasnya tolong lakukan pembinaan khusus bagi pemilik2 cave tersebut, bila asalan tepat dan mempunyai gol yang positif maka berikana kebijakan dengan ketentuan2 yang berlaku; iii).Pemerintah melakukan Penyuluhan2 dari Kota ke Desa2/pelosok2 yg tidak terjangkau, dengan latarbelakang dan efek2 yang jelas.Ingat daerah kita nias telah berada di punggung kita dan di pundak kita. Klo kt baik, maka kita sebagai generasi penerus harus BIJAKSANA terhadap Nias. Jangan pake kata “APA YANG DIBERIKAN NIAS KEPADA KU, TETAPI APA YANG TELAH SAYA PERBUAT TUK NIAS”.
    Trimakasih……. Waspadalah……perkembangan zaman dapat merusak citra dan budaya kita Nias. Hidup Nias!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2007
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930