Artikel berikut ini mungkin menarik dan penting untuk memperluas khazanah sistem masyarakat adat kita di Tanö Niha. (Ya’ahowu/katitira)

Pulau Jawa resminya adalah pulau terpadat di dunia. Dengan luas kira-kira 127 ribu kilometer persegi, Jawa memiliki 130 jutaan penduduk. Berarti setiap seribu kilometer persegi dihuni setidaknya 1 juta penduduk lebih sedikit.

Dengan kepadatan seperti itu mestinya kehidupan dipulau ini saling terkait, saling mempengaruhi, saling terikat, dan mustahil ada masyarakat yang bisa bisa mandiri mengasingkan diri dan menjaga diri dari pengaruh sekitarnya.

Tetapi asumsi seperti bisa jadi salah. Di Jawa ini ada setidaknya lima masyarakat adat, demikian mereka biasa disebut, yang secara gigih mencoba melakukan melestarikan keunikan kehidupan mereka. Mereka ini adalah Baduy dan Naga di Jawa Barat, Samin di Jawa Tengah, Tengger dan Osing di Jawa Timur.

Persoalannya adalah apakah usaha mereka ini membawa hasil? Bagaimana cara mereka melindungi diri dari terpaan modernisasi, pendidikan, tekhnologi komunikasi, tekanan ekonomi kapital? Dunia seperti apa yang mereka bayangkan? Apa kekhawatiran mereka? Dan bagaimana pemerintah melihat posisi mereka ini?

Anda klik situs ini dan silahkan ikuti perjalanan Yusuf Arifin ke masyarakat Baduy, Osing, dan Samin untuk mencari jawabnya. Selamat menikmati :http://www.bbc.co.uk/indonesian/specials/1641_tribalpeople/

Facebook Comments