PPK Diperintahkan Perbaiki Proyek Bronjong yang Telah Hancur Bernilai Rp7 M

Tuesday, June 12, 2007
By nias

Gunungsitoli (SIB)
Proyek bronjong yang diadukan oleh Lembaga Umbu Tanohina ke Kejagung RI dan BPK RI danBapel BRR NAD-Nias yang telah hancur karena pelaksanaan tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan bronjong telah mendapat tanggapan.

Kepala Unit Pengawas Internal BRR Teuku Edward David BBA kepada SIB mengatakan, telah menyurati PPK Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Nias sesuai dengan memorandum II Nomor : M-96/UPI.BRR/Nias/VI/2007 tanggal 6 Juni 2007 dan surat ditembuskan kepada Kepala Perwakilan BRR Nias Wilayah VI Nias, Kepala Distrik Nias, KPA Perumahan dan Infrastruktur Nias.

Dalam suratnya Teuku David menyebutkan, berdasarkan hasil monitoring dan peninjauan lapangan yang dilakukan Unit Pengawasan Internal pada tanggal 31 Mei 2007 terhadap pelaksanaan perbaikan pekerjaan normalisasi dan perkuatan tebing sungai Idanomola dan sungai Mola, dan sebagaimana komitmen yang bersangkutan pada suratnya Nomor : S-290.a/BRR.889711/IV/2007, tanggal 30 April 2007 dalam hasil peninjauan hasil kegiatan tersebut, ternyata kontraktor yang bersangkutan sampai tanggal 30 Mei 2007 belum melakukan perbaikan sesuai komitmen dimaksud.

“Diminta agar saudara segera menginstruksikan kepada rekanan untuk memperbaiki pekerjaan dimaksud dan agar saudara menanggapi dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut dan melaporkan paling lama 3 hari setelah menerima hasil pemeriksaan ini kepada Kepala BRR Perwakilan Regional VI Nias dan tembusannya disampaikan kepada Unit Pengawasan Internal,” kata Teuku David dalam suratnya kepada PPK Pengendalian Banjir.

Dengan adanya temuan Unit Pengawasan Internal BRR Perwakilan Nias maka laporan masyarakat melalui Lembaga Umbu Tanoniha atas pelaksanaan proyek bronjong yang dipercayakan kepada PT LTM terbukti bahwa terjadi KKN karena sebelumnya masyarakat telah membuat laporan sebagaimana surat pengaduan tanggal 21 Juni 2006 yang ditujukan kepada KPK, Kapolri, Kepala BRR NAD-Nias perihal penyelewengan proyek BRR/bronjong yang dilaksanakan oleh PT LTM.

Surat tersebut menyebutkan bahwa pejabat pembuat komitmen (PPK) pengamanan pantai dan pengendalian Banjir Nias, BRR Perwakilan Nias telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan beberapa kali addendum. Nomor Kontrak : HK.02.07-PBPP.N/II/2005 senilai Rp 6.542.379.800,- dan kemudian diaddendum beberapa kali sehingga nilai kontrak bertambah menjadi Rp 7.197.999.600,- dengan perincian Addendum I : HK.02.07-PBPP.N/II-1/2006 tanggal 23 Januari 2006, addendum II : HK.02.07-PBPP.N/II-2/2006 tanggal 8 Maret 2006 dan addendum III : HK.02.07-PBPP.N/II-3/2006 tanggal 15 Mei 2006.

Untuk itu masyarakat Nias mengharapkan kepada penegak hukum supaya segera melakukan pengusutan terhadap indikasi KKN dan terbukti dengan pelaksanaan kerja tidak berkualitas sehingga proyek bronjong mengalami kerusakan, harap masyarakat. (T15/r)

Sumber: SIB, 11 Juni 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2007
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930