Nias (WASPADA Online)

Jembatan Provinsi Sungai Muzoi Kec. Lahewa Timur, Jumat dinihari (8/6) ambruk. Akibatnya arus transportasi dari Gunungsitoli menuju Nias bagian Utara sejak saat itu lumpuh total. Ribuan warga yang berdomisili di 3 kecamatan resah karena harga kebutuhan pokok mulai melonjak. Jembatan Sungai Muzoi dengan panjang sekitar 50 meter merupakan sarana vital yang menghubungkan Ibu Kota Kab. Nias, Gunungsitoli dengan 3 kecamatan di Nias bagaian utara.

Pada peristiwa gempa jembatan ini mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jembatan tersebut putus dan mengalami kemiringan akibat tanah dibagian pangkal pondasi anjlok.

Untuk memperlancar arus transportasi dan pengangkutan bantuan kepada warga korban gempa di daerah itu, pada masa tanggap darurat pihak TNI membangun jembatan darurat dari bally yang ditempatkan disebelah jembatan lama. Namun jembatan darurat tersebut 12 Mei 2007 lalu ikut patah dan ambruk ke sungai.

Karena jembatan darurat mengalami kerusakan, pihak BRR Nias berupaya menimbun pangkal jembatan yang lama agar arus transportasi ke wilayah Nias bagian utara tetap lancar. Tetapi belum lama beroperasi, diduga akibat terjangan banjir, struktur tanah di bagian pondasi jembatan mengalami pengikisan sehingga ambruk ke sungai.

Martiunus Zalukhu, seorang warga yang ditemui Waspada, Sabtu (9/6) di lokasi jembatan menuturkan, jembatan itu mulai ambruk pada hari Jumat dinihari. Akibat jembatan ini ambruk arus transportasi dai Gunungsitoli menuju 3 kecamatan di Nias bagian Utara masing-masing Kecamatan Lahewa Timur, Lahewa dan Afulu mengalami lumpuh total. Ribuan warga di 3 kecamatan tersebut mulai resah karena harga kebutuhan pokok mulai melonjak. Dia dan masyarakat lainnya mengharapkan kepada pemerintah dan BRR Nias untuk segera mengatasi masalah ini agar mereka yang sudah kian menderita akibat gempa tidak bertambah menderita.

Sementara itu dari kejadian ambruknya jembatan ini, sebagaian warga yang berdomisili di sekitar jembatan mengambil kesempatan meraup rupiah dari pemilik sepeda motor yang hendak menyeberangkan kendaraannya. Mereka menyeberangkan kendaraan roda dua bagi yang melintas di atas jembatan bambu yang dibuat warga setempat. Bagi pemilik kendaraan roda dua yang melintas di jembatan bambu tersebut diminta membayar antara Rp.5.000-Rp.10.000,

Menejer Komunikasi BRR Perwakilan Nias, Emanuel Migo yang melakukan peninjauan lapangan di jembatan Sungai Muzoi yang ambruk mengatakan BRR pada tahun 2007 telah menenderkan proyek pembangunan kembali jembatan Muzoi ini dengan biaya Rp.5 miliar lebih.

Namun pada pembangunan kembali jembatan Muzoi, BRR menghadapi kendala dan harus membangun jembatan darurat untuk memperlancar arus transportasi di 3 kecamatan yang ada di Nias bagian Utara. BRR saat ini sedang mencari solusi karena pada tender pembangunan jembatan Muzoi anggaran untuk pembangunan jembatan darurat belum dianggarkan. Tidak dianggarkannya pembangunan jembatan darurat ini karena pada saat tender jembatan darurat yang ada masih dalam kondisi baik.(a35) (wns)

Sumber: Waspada, Minggu, 10 Juni 2007

Facebook Comments