“Ya’ahowu !”, Kata Bapak Presiden

Saturday, June 9, 2007
By nias

Pagi ini, Sabtu, 9 Juni 2007 Redaksi Yaahowu mendapat email dari Bapak M. J. Daeli. Beliau menginformasikan bahwa salam Ono Niha yang ditulis “Yahobu” dalam Transkripsi Pesan Natal pada Perayaan Natal Bersama Masyarakat Nias 25 Desember 2005 telah dibetulkan menjadi “Ya’ahowu” (masih ada sedikit kesalahan kecil, tanda kutip dua (“) yang ditempatkan di antara kedua huruf “a” seharusnya diganti dengan tanda aksen (‘)).

Kami semua, masyarakat Nias, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono melalui pengelola Situs Kepresidenan yang telah dengan cepat menanggapi “keluhan” Ono Niha dan melakukan pembetulan.

Makna kata Ya’ahowu bagi Ono Niha termuat dalam tulisan Bapak M. J. Daeli yang merupakan tanggapan atas artikel “Yahobu !”, kata Bapak Presdien.

Saohagölö (terima kasih), Bapak Presiden, Ya’ahowu ! (eh)

2 Responses to ““Ya’ahowu !”, Kata Bapak Presiden”

  1. 1
    N. Telaumbanua Says:

    Ya, penulisan Ya’ahowu tersebut telah diubah. Kami di Karlsruhe mengetahui hal tersebut dua hari setelah artikel “Ya’ahowu” dimuat.

    Saya sendiri belum melihat langsung edisi cetak dari Kata Sambutan Bapak Presiden SBY, namun di Situs Kepresidenan memang telah diperbaiki, malah ada satu kalimat komentar di bawahnya.

    Opini atau pesan untuk Bapak Presiden SBY juga bisa melalui SMS dan berfungsi,kok.
    Hanya saja, e-Mail memang harus melalui redaksi.

    Salam Ya’ahowu secara praktis penting dimulai dari rumah, misalnya ketika selesai berdoa pagi atau ketika saling bersalaman (pamit atau tiba).
    Menyapa para pendatang di Kepulauan Nias dengan ucapan yang benar juga sangat efektif.
    Saya teringat dengan pengalaman terakhir ketika berkunjung ke sebuah kantor yang penuh dengan pendatang yang bekerja di Gunungsitoli. Karena salam khas Ono Niha ini memang spontan dan merupakan hak dan kewajiban dalam keseharian, maka saya menyapa dan menyalami setiap orang dengan Ya’ahowu.
    Segera bisa terlihat bahwa pandangan mendalam dari mereka ketika mereka juga menjawab salam tersebut. Saya juga segera mengetahui bahwa sangat jarang mereka bahkan mungkin belum pernah disapa dengan Ya’ahowu. Demikian juga terjadi ketika pamitan, saya bisa mengetahui setidaknya mereka sudah mulai spontan menjawab tanpa terbata-bata. Pertemuan selanjutnya sudah dimulai dengan sapaan Ya’ahowu.
    Saya senang bukan main, karena sangat berpengaruh ketika mereka menyebut dan menulis nama dan marga saya tanpa salah pengejaan.

    Ya’ahowu.

    Noniawati Telaumbanua

  2. 2
    Redaksi Says:

    Dear Noni,

    Semoga koreksi di Situs Kepresidenan ini bergema, semoga teman-teman kita dari daerah lain memahami betapa dalamnya makna kata sapaan itu dalam budaya kita, Ono Niha.

    Dan … semoga kita, Ono Niha, selalu bangga setiap kali mengucapkan kata sapaan itu, dan menghayati betul maknanya setiap kali kita menyapa saudara-saudara kita dan ketika menyambut tamu-tamu kita dari daerah lain, seperti Anda lakukan.

    Ya’ahowu !

    Redaksi

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2007
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930