Oleh M.J. Daeli

Pertama-tama menyampaikan “Selamat Bekerja dan Berjuang”.

Surat saya ini adalah untuk menyampaikan koreksi atas hasil Transkripsi Pesan Natal Presiden Republik Indonesia Pada Acara Perayaan Natal Bersama Masyarakat Nias, 25 Desember 2005, khususnya yang terkait dengan kekeliruan penulisan ucapan Salam “Yahobu” yang seharusnya “Ya’ahowu”.

Pidato Pesan Presiden itu, satu setengah tahun telah lewat. Akan tetapi sesuai dengan falsafah (negara bangsa – kita) Pancasila, menyampaikan kebenaran tidak ada kata terlambat.

Saya bukan bertujuan mencari kesalahan: transkripsi yang salah atau cara mengucapkan oleh Bapak Presiden yang salah. Tujuan saya adalah untuk menyampaikan apa yang seharusnya sehingga kita memiliki yang benar. Saya sebagai warga Indonesia dari Suku Nias, merasa berkewajiban untuk menyampaikan hal tersebut. Ini sangat penting, karena Pidato Presiden menjadi bahan referensi resmi, sehingga tidak terulang kekeliruan oleh yang mengutip guna penggunaan ucapan “Salam” suku Nias tersebut

Dalam budaya Ono Niha terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam “Ya’ahowu” (dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia “semoga diberkati”). Dari arti Ya’ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. Dengan kata lain Ya’ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian, tanggungjawab, rasa hormat, dan pengetahuan. Jika seseorang bersikap demikian, berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain : tidak hanya menonton, tanggap, dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain (yang diucapkan : Selamat – Ya’ahowu), termasuk yang tidak terungkap, serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Mangandung makna “Saya mengenalnya dan mengontak diri saya dengannya dari dalam inti diri saya, bukan dari batas luar diri saya”.

Jadi makna yang terkandung dalam “Ya’ahowu” tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama.

Demikian tulisan saya ini, saya sampaikan untuk menjadi bahan Redaksi mengoreksi kata “Yahobu” dalam tnaskripsi tersebut diatas menjadi “Ya’ahowu”. Atas kesediaannya, saya ucapkan terima ksih.

Sekali lagi Selamat bekerja dan Berjuang.

Mathias J. Daeli

*Tulisan ini muncul sebagai komentar dari artikel “Yahobu !”, Kata Bapak Presiden.

Facebook Comments