Gunungsitoli (Analisa)

Merasa kecewa terhadap kinerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias, tujuh Asosiasi Jasa Konstruksi di Kabupaten Nias mendatangi Kepala BRR Perwakilan Nias.

Kedatangan mereka diterima Kepala BRR Perwakilan Nias Willam P Sabandar, ke tujuh Asosiasi jasa konstruksi terdiri dari Ketua Aspekindo, Heriyanto Zega, Ketua Gapeknas, Faa Mendrofa, Sekretaris Gabpeknas, Harlis Gea, Ketua Umum Apkindo Nias-Nisel, Ir Y Restu Gulo SH, Sekretaris Gapensi Ir. Adieli Gulo, Wakil Ketua Gapeknas Baru, Emanuel Daeli meminta beberapa klarifikasi tentang proses tender di BRR perwakilan Nias, hingga 300 rekanan lokal merasa kecewa.

Restu Gulo mewakili lima Asosiasi Jasa Konstruksi kepada Kepala BRR Perwakilan Nias menyampaikan serta menyerahkan surat resmi beberapa indikasi yang menjurus keresahan rekanan lokal dalam mengikuti proses tender proyek di BRR Perwakilan Nias.

Dalam indikasi-indikasi itu, Gulo mengungkapkan, antara lain, pengumuman tender BRR Bidang Pendidikan Kabupaten Nias yang diikuiti 541 perusahaan, ternyata satupun perusahaan lokal tidak diakomodir sebagai pemenang.

Selanjutnya pembentulan sepihak proses tender BRR bidang perhubungan dan trasportasi darat yang merugikan rekanan lokal. Serta realisasi pembayaran proyek yang dibiayai BRR.

Ia mengatakan, pelaksanaan pelelangan proyek BRR Satuan Kerja Sementara (SKS) Pendidikan, Kesehatan dan Peran Perempuan Nias gagal. Dari 90 paket yang ditenderkan, 2 perusahaan menang dan 88 paket gagal tanpa pemenang dan batal, hingga harus dilakukan tender ulang.

Akibatnya, dari kegagalan itu penanganan dalam pembangunan kembali bidang pendidikan di Kabupaten Nias dapat terkendala.

KECEWA

“Kita sangat kecewa dengan BRR Perwakilan Nias, selama ini tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Komitmen dan intruksi dari atasan sangt baik, namun aplikasi di lapangan tidak dilakukan. BRR juga selama ini tidak memperhatikan nasib kontraktor lokal,” kata Gulo.

Sementara Kepala BRR Perwakilan Nias Wilaam P Sabandar di hadapan para asosiasi mengatatakan, kasus pada PPK Pendidikan BRR Nias sesuatu yang menyengsarakan dan merugikan masyarakat Nias.

Akibatnya terjadi proses keterlambatan yang seharusnya tidak terjadi. Hal itu terjadi, akibat kurang profesionalnya para oknum staf yang mengemban tugas.

“Kita akan mengambil tindakan tegas atas kasus yang terjadi di PPK pendidikan ini. Baik kepada panitia lelang maupun kepada PPKnya,” tegas Willam

Ia berjanji untuk segera melakukan proses tender ulang dalam kasus itu serta meminta kepada para asosiasi jasa konstruksi yang berada di Kabupaten Nias untuk membantu dan mendukung BRR dalam proses tender ke depan.

“BRR pada prinsipnya selalu mengedepankan keberpihakan pada kontraktor lokal dalam setiap proses tender. Karena sesuai dengan pengamatan kami selama ini, pekerjaan kontraktor lokal jauh lebih baik dibanding dengan pekerjaan kontraktor dari luar daerah. Mulai saat ini saya perintahkan kepada KPA, PPK dan panitia tender BRR Nias untuk memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada rekanan lokal,” ujar Willam.

Willam meminta kepada bawahannya untuk segera mengatur jadwal pertemuan kembali dua minggu ke depan bersama para asosiasi jasa konstruksi yang datang.

Dengan tujuan duduk bersama membahas dan mengkaji letak kelemahan yang terjadi pada kontraktor lokal serta melakukan evaluasi bersama atas kinerja para kontraktor lokal selama ini. (kap)

Sumber: Analisa, 6 Juni 2007

Facebook Comments