Presiden Tegaskan Tak Perpanjang Masa Tugas BRR di Aceh dan Nias

Friday, May 25, 2007
By nias

Banda Aceh, (Analisa)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan bahwa tugas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias di Aceh dan Nias, akan berakhir April 2009, seperti yang tertuang dalam undang-undang pembentukan lembaga tersebut.

Untuk itu, Presiden Yudhoyono meminta agar proses transisi kepada Pemerintah Aceh segera dilakukan secara serius. Presiden sepakat dengan BRR bahwa April 2009 adalah batas akhir dan tidak ada lagi perpanjangan masa tugas.

Menurut Jurubicara BRR, Mirza Keumala di Banda Aceh, Kamis (24/5) penegasan itu disampaikan Presiden Yudhoyono kepada Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto saat bertemu di kediaman Puri Cikeas Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/5).

Dalam pertemuan itu, Kepala Bapel BRR memaparkan capaian kemajuan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias, serta hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah negara Eropa beberapa waktu lalu.

Mirza juga menyebutkan, sebelum mengadakan pertemuan dengan Presiden, pada Rabu (23/5), Kuntoro juga bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres di Jakarta. Baik Presiden maupun Wakil Presiden menyatakan kegembiraannya terhadap berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam membangun kembali Aceh dan Nias pascagempa dan tsunami.

Presiden memandang bahwa capaian dalam rekonstruksi Aceh dan Nias merupakan sebuah prestasi pemerintah Indonesia dan harus dikabarkan ke seluruh dunia supaya menjadi contoh dan pembelajaran dalam menangani bencana besar.

“Wakil Presiden malah secara khusus menyatakan kegembiraannya atas tersedianya fasilitas kesehatan di Aceh yang sudah berada di atas rata-rata nasional,” lanjut Mirza.

Mengenai harapan dari negara-negara Eropa agar BRR juga ikut membantu daerah-daerah yang masih tertinggal di Aceh, dan tidak hanya daerah yang terkena dampak tsunami, Presiden dan Wakil Presiden menyatakan bahwa BRR juga perlu ikut membantu daerah-daerah tersebut.

Selain melaporkan perkembangan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias pascatsunami, Kuntoro juga melaporkan hasil yang dicapai selama kunjungan singkat ke sejumlah negara di Eropa beberapa waktu lalu.

Menurut Mirza, Presiden SBY menyambut baik permintaan negara-negara Eropa agar keberhasilan proses rehabilitasi dan rekonstruksi disebarkan ke dunia internasional. Presiden juga menyampaikan dukungan terhadap permintaan dari Inggris agar BRR dijadikan sebagai lembaga yang bisa menjadi contoh dalam penangangan pascabencana.

“Bahkan Presiden meminta secara khusus agar BRR mendampingi Presiden pada saat menyampaikan pidato di Unesco yang terkait dengan Millenium Development Goals (MDGs),” ungkapnya.

Lebih lanjut Mirza menambahkan, Presiden gembira atas komitmen Inggris, Belanda, Jerman dan Uni Eropa, dan rencana mereka menambah bantuannya bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias.

Sebagai informasi, tambah Mirza, secara total negara-negara Eropa telah menyumbang senilai 1,9 miliar dolar AS, atau sejumlah 32 persen dari total bantuan yang tersedia 6,1 miliar dolar AS.

Presiden dan Wapres juga sangat gembira melihat bahwa jumlah bantuan sudah mencapai 6,1 miliar dolar AS dari 7,2 miliar dolar AS yang dibutuhkan. Hal ini, menurut Presiden sangat jarang terjadi dan ini merupakan bukti kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia semakin besar. (irn)

Sumber: Analisa Daily, 25 Mei 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2007
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031