Pemerintah Inggris telah berjanji menambah bantuan dana sebesar 26 juta poundsterling atau sekitar Rp 442 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias selama 2006 hingga 2009.

Juru Bicara BRR Mirza Keumala di Banda Aceh, Jumat (18/5) menyatakan, komitmen Pemerintah Inggris tersebut disampaikan Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto ketika berkunjung ke negara tersebut beberapa hari lalu yang sekaligus menyampaikan terima kasih masyarakat Aceh-Nias terhadap bantuannya selama ini.

Disebutkannya, untuk membangun kembali Aceh dan Nias pasca-tsunami, Pemerintah Inggris melalui Departemen Pembangunan Internasional (DFID) telah memberikan bantuan sebesar tujuh juta poundsterling atau sekitar Rp 117 miliar melalui Multi Donor Fund (MDF).

Mirza Keumala menyebutkan, Inggris akan terus mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias hingga 2009 nanti.

MDF merupakan trust fund yang mengelola dana dari 15 negara donor, termasuk mengelola dan
mendesain skema untuk pelaksanaan dari berbagai proyek rekonstruksi yang prioritasnya dibuat oleh Pemerintah Indonesia.

Selain membantu melalui MDF, kata Mirza, Inggris juga mengucurkan bantuan sebesar 562.000 poundsterling atau sekitar Rp 9,5 miliar melalui Transparansi Internasional (TI) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Aceh dalam pemberantasan korupsi dan upaya untuk mempromosikan pengelolaan yang baik dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

Disebutkannya, dukungan dana sebesar 27 juta poundsterling tersebut juga diberikan Inggris guna membantu serangkaian kegiatan, seperti bantuan teknis Bank Dunia, UNDP, dengan program “Jendela Aceh” yang merupakan bagian dari DFID-supported Decentralisation Support Facility (DSF) dan sejumlah kegiatan lain.

Mirza juga mengatakan, Pemerintah Inggris juga memberikan dukungan terhadap proses perdamaian melalui Misi Pemantauan Aceh (Aceh Monitoring Mission/AMM).

Sumber: Harian Global, 19 Mei 2007

Facebook Comments