PS Nias “ Frustasi” Dan Kecewa Mengikuti Putaran Kedua Divisi III Sumut

Friday, May 18, 2007
By nias

Medan (SIB)
PS Nias merasa kecewa dan seperti frustasi bahkan mengatakan tidak habis pikir atas perlakuan kepada mereka dalam menghadapi putaran kedua kompetisi divisi III PSSI Sumut yang berlangsung di Lubuk Pakam.

Ketua Tim PS Nias Khenoki Waruwu didampingi Manajer Tim Hendrik Duha kepada SIB Rabu tadi malam seusai mereka pulang dari Lubuk Pakam mengatakan, pada pertandingan yang berlangsung Selasa ( 15/5) pada jadwal yang disepakati pertandingan itu seharusnya Nias akan menghadapi tim Tanjung Balai (BAS), jika pertandingan diikuti 4 tim yakni PSL Langkat, Poslab, Tanjung Balai dan Nias.

Namun jika pertandingan itu diikuti hanya 3 tim, artinya salah satu tim tidak hadir, maka dibuat jadwal pertandingan lain lagi. kebetulan Langkat tidak hadir sehingga aturan jadwal pertandingan memakai jadwal tiga tim.
Tapi anehnya kata Khenoki Waruwu, pada pertandingan pertama Selasa (15/5), dibuat memakai jadwal dengan 4 tim ,padahal Langkat tidak hadir. Maka dibuatlah dijadwal itu Poslab menghadapi Langkat yang tidak hadir . Karena tidak hadir , maka Poslab dinyatakan wasit Supardi Risman yang aturan memimpin pertandingan itu menang wo skor 3-0.

Anehnya sebut Khenoki Waruwu yang juga didampingi Drs F Yanus Larosa ( Ketua Umum PS Nias), Arozato Harefa (Wakil Manajer), Syahnan Harefa (Sekretaris Tim), Elikana Hia S.Pd ( Bendahara Tim ), FAS Harefa (Pelatih Kepala), Rusli Zebua , Elvis masing-masing Asisten pelatih, Adifati harefa, Ingatan Harefa masing-masing Asisten pelatih Kiper dan Sabarudin Zebua serta Bazisikhi Hura S.Pd sebagai pembantu umum mengatakan, Poslab dikenakan bermain lagi menghadapi PS Nias, sehingga dalam sehari itu, Poslab dikenakan bertanding dua kali, walau di pertandingan pertama mereka menang wo, tapi berita acara pertandingan sudah ditandangani wasit dan wakil tim, sehingga pertandingan tersebut berarti syah. Namun Poslab masih dipertandingkan lagi menghadapi Nias. “ Jelas hal ini telah melanggar peraturan PSSI. Masyak dalam satu hari ada tim bertanding dua kali. Ini yang salah satu kami protes tukas Hendrik Duha selaku Manajer Tim menimpali.

Kemudian protes lain yang aneh dilakukan wasit yakni pada saat pertandingan menghadapi Poslab, pada saat penjaga gawang menguasai bola. Kemudian dia menandang bola ke lini depan, tapi setelah pertandingan berlangsung beberapa menit, lalu wasit menghentikan pertandingan ,karena lesman atau asisten wasit 2 Harianto mengangkat bendera yang menurutnya penjaga gawang Nias yakni Arya Novri melakukan pelanggaran memegang bola di luar garis 16. Padahal pertandingan sudah berjalan beberapa lama. Kalau menurut peraturan kata Hendrik Duha, jika lesman telah mengangkat bendera lebih dari 3 detik, maka hal itu tidak berlaku lagi, pertandingan boleh jalan terus, tapi wasit menghentikan pertandingan dengan mengenakan hukuman tendangan bebas bagi Poslab. Ini yang kami protes, tandas Hendrik Duha.

Salah seorang paanitia mengatakan, ofisial Nias boleh protes tapi harus dibayar uang protes Rp 1 juta. Hendrik mengatakan, menyetujui uang protes tersebut, sehingga pihaknya membuat protes secara tertulis dengan tembusan kepada Ketua umummPSSI di Jakarta, Ketua Umum KONI di Jakarta, Ketua Umum KONI Sumut, Ketua Umum KONI Nias dan Ketua Umum PSN Gunung Sitoli.

Ofisial Tim Nias menunggu jawaban dari surat protes tesebut dengan waktu 24 jam sesuai dengan peraturan. Namun hingga tiba waktu pertandingan tidak juga ada jawaban dari pihak panitia Komdis PSSI Sumut sehinggan PS Nias tidak turnn bertanding kemarin . “ Ya kami tidak turun bertanding sebelum ada jawaban dari surat protes tersebut . Karena begitu peraturannya “kata Hendrik Duha mengutarakan kekecewannya yang membuat para pemain mereka harus kembali Hotel tanpa bertanding. “ Sampai ke PSSI Pusat pun di Jakarta akan kami bawa persoalan ini,” ujar Hendrik Duha.

Apalagi pihak pengda PSSI Sumut kata Hendrik Duha meminta uang pertandingan Rp 7 juta . “ Apakah PSSI Sumut tidak punya uang sehingga harus meminta uang pertandingan kepada peserta . Atau tidak ada bantuan dari KONI Sumut yang mewadahi semua cabang olahraga ini “ tanya Hendrik Duha.
“Kami betul-betul kecewa dengan cara kerja panitia di putaran kedua kompetisi divisi III ini . waktu di babak penyisihan di P.Sidempuan tidak ada terjadi masalah. Lancar saja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada hal panitia di sana adalah orang daerah tersebut”.

‘Kalau begini cara kerja dari Pengda PSSI Sumut ini, akan membuat persepakbolaan Sumut ini tidak maju-maju . (R12/n)

Sumber: SIB Online, 18 Mei 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2007
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031