Realisasi Protap Tergantung Pemerintah Pusat

Wednesday, May 16, 2007
By nias

Medan, (Analisa)

Terwujud atau tidaknya Provinsi Tapanuli (Protap), sepenuhnya tergantung pemerintah pusat dan DPR RI. Sebab, rekomendasi dukungan dan penolakan usulan provinsi ini dari masyarakat ke legislatif dan eksekutif di Pemprov Sumut, sudah diteruskan ke pemerintah.

”Jadi, apakah Protap ini terwujud atau tidak, sepenuhnya tergantung pemerintah pusat. Karena Pemprov Sumut tidak punya kapasitas untuk membuat keputusan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Tata Pemerintahan Setdaprov Sumut Oloan Sihombing di Aula Badan Infokom Sumut, Selasa (15/5).

Oloan Sihombing didampingi Kepala Badan Infokom Sumut Drs H Eddy Syofian MAP menjelaskan, dalam menyikapi rencana bakal Protap posisi Pemprov Sumut tidak menolak atau pun menerima. Karena hal tersebut sesuai PP 129/2000 Pasal 16 C tentang Persyaratan Pembentukan Daerah Baru.

“Jadi, sekali lagi ditegaskan, finalisasi bakal Protap itu ada ditangan DPR-RI. Karena, tugas Pemprov Sumut hanya mengantarkan usulan baik yang pro mau pun kontra,” tambah Oloan yang juga Kepala Biro Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setdaprov Sumut itu.

Hingga kini rekomendasi bakal Protap terdapat dua opsi yang bertolak belakang. Namun, kedua opsi ini sudah diteruskan kepada pemerintah pusat oleh Gubernur Sumut Rudolf M Pardede.

Pertama, rekomendasi dukungan datang dari Ketua DPRD Sumut melalui Surat Nomor 2266/18/Sekretariat tanggal 24 April 2007. Rekomendasi ini disampaikan ke Gubernur Sumut untuk diteruskan ke pemerintah pusat dengan surat Nomor 135/2348/2007 tanggal 26 April 2007.

Selang dua minggu kemudian, muncul lagi rekomendasi penolakan bakal Protap dari Ketua DPRD Sumut dengan Surat Nomor 2523/18/Sekretariat tanggal 8 Mei 2007. Rekemondasi ini juga disampaikan ke Gubernur Sumut ke pemerintah pusat melalui Surat Nomor 130/2798 tanggal 14 Mei 2007.

PRO KONTRA
Dua rekomendasi pro dan kontra bakal Protap ini, diakui Oloan tidak keluar karena paksaan atau desakan dari pihak yang menggagasnya. “Tak ada tekanan terhadap Gubernur, baik meneruskan rekomendasi yang pro atau pun yang kontra,” yakin Oloan.

Hal senada juga dibenarkan Eddy Syofian. Menurutnya, posisi gubernur dalam menyikapi pro-kontra bakal Protap ini berada dalam kewenangan meneruskan aspirasi saja. “Selebihnya Gubernur tak punya wewenang, termasuk untuk menilai sudah benar atau tidakkah keputusan politik yang dikeluarkan legislatif DPRD Sumut,” tandas Eddy.

Menjawab wartawan apakah sikap gubernur seperti ini menunjukkan bahwa Pemprov Sumut plin-plan dalam menentukan sikap soal rencana bakal Protap ini, Eddy Sofyan dengan tegas membantahnya. Dijelaskannya, mekanisme bakal Protap itu bukan datang dari eksekutif atau legislatif, tetapi dari elemen masyarakat.

“Karenanya, gubernur tidak punya kewenangan untuk melakukan koreksi termasuk apakah usulan elemen masyarakat yang mendapat rekomendasi legislatif itu sudah benar atau tidak,” katanya. (msm)

Sumber: Analisa Daily, 15 Mei 2007

5 Responses to “Realisasi Protap Tergantung Pemerintah Pusat”

  1. 1
    Sangatulo Says:

    Ini saya setuju dan ini (juga) tidak setuju.

    “gimana yaaaaaa !negara ini ?

  2. 2
    Pemerhati Says:

    Barangkali mereka (Ketua DPRDSU dan GUBSU) ingin mengatakan bahwa mereka “netral” saja karena melihat semangat kedua kubu bersebarangan sama-sama “tinggi”. Dengan demikian, setiap kubu tak bisa mengklaim bahwa kubunya yang didukung DPRDSU dan Pemdasu, sementara kubu lainnya dianaktirikan 🙂

  3. 3
    Pengamat Says:

    Ya’ahowu…

    Saya sudah menduga kalau hasil akhirnya, pada tahap ini, akan seperti ini, mentok pada penolakan secara legal-institusional oleh lembaga yang memang berada pada kompetensi untuk menolak atau menerima. Celakanya, keputusan lembaga DPRD itu, SANGAT-SANGAT MENENTUKAN pemerintah pusat mau ikut yang mana.

    Dari awal (terlepas apakah ini bisa dikatakan keberhasilan manuver kelompok kontra Protap), sudah diduga bahwa pressure model dengan cara seperti itu akan ditempuh oleh kelompok kontra Protap.

    Menurut saya, sebenarnya hal itu bisa dicegah dari awal (sebab, indikasi manuver itu yang bisa dianggap sebagai potensial weakness untuk mengcounter semangat berapi-api kelompok pro Protap, sangat kelihatan dari awal) andai saja, kelompok pro Protap tidak over-confidence, sehingga cenderung kesannya menerabas begitu saja semua tantangan. Padahal, banyak hal kecil yang bisa membuat manuver mereka jeblok begitu saja. Dan, itulah sisi kelebihan kelompok kontra Protap.

    Nah, akhirnya, semua jadi bingung kan!? Kecuali, saat ini, mau tidak mau, saling adu gertak (berjuang sampai matilah, sampai titik darah penghabisanlah, dll). Ah… saya sedih membayangkan kondisi terburuk ke depan. Semoga ada pencerahan bagi kita semua.

    Tks.

  4. 4
    Amandaya Says:

    No. 3 . Jadi, yang overacting itu selalu tidak baik yaaaaaa!!!!
    Supaya hal ini menyadarkan para pendukung. Jangan overacting. Tetapi perhatikan realitas suara akar rumput yang bergoyang dan berdesir. OK

  5. 5
    rozald Says:

    buohh paet naii!!!
    kesebelasan tapanuli utara, dll saja tak terdengar…
    juga prestasi-prestasi lainnya, apapun itu.
    sudahlah amang-amang yang terhormat
    bangunlah kampungmu dulu masing-masing
    rakyat pasti bergerak…
    simpan ambisi pribadi..
    kebiasaan sih b.a.u (business as usual) terus,kuno…

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031