*Minta Dilibatkan Dalam Memperjuangkan Propinsi Tapanuli
*Pak GM: Pemuda dan Masyarakat Harus Berada di Garis Depan

Medan (SIB)
Mahasiswa asal Nias Selatan yang tergabung dalam Forum Demokrasi Mahasiswa Nias Selatan (Fordem Nisel) menyatakansikap bahwa Propinsi Tapanuli harus jadi dan merupakan harga mati. Untuk itu, mahasiswa Nias Selatan menegaskan sikap mereka untuk siap berada di garis terdepan ikut berjuang menggolkan Propinsi Tapanuli.

“Bagi kami Propinsi Tapanuli itu harus jadi dan sudah menjadi harga mati bahwa Nias Selatan juga ikut bergabung dalam Propinsi Tapanuli,” tegas Ketua Fordem Nisel Darnis Harita saat beraudiensi dengan Ketua Umum Dewan Penasehat Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli DR GM Panggabean, Sabtu (12/5) di Kantor SIB Medan.

Ikut dalam pertemuan pengurus Fordem Nisel Agus Halawa, Novensius Duha, Dewi, Emfroli Somin Bate’e, Rita Ernawati Zamili, Nita Sora Jarita dan Dhita A Sarumaha. Pak GM didampingi Ketua Umum Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean, Sekretaris Umum Ir Hasudungan Butar-butar dan Aliozisokhi Fau.

Keinginan mahasiswa untuk memberikan dukungan kepada Propinsi Tapanuli ditegaskan bukanlah sekedar dukungan asal bergabung. Tapi, didasarkan pertimbangan realistis dari mahasiswa bahwa dengan terbentuknya Propinsi Tapanuli maka akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan dan kemajuan di Nias Selatan.

Sebab, jika selama ini bergabung dengan Propinsi Sumatera Utara maka rentang jarak ke ibukota pemerintahan di Medan sangat jauh membuat Nisel menjadi daerah terpencil. Dengan adanya Propinsi Tapanuli maka rentang jarak akan diperpendek sehingga mempermudah komunikasi pemerintahan yang diyakini bakal mendukung percepatan pembangunan.

Selain itu, kata Agus Halawa, mahasiswa FH Univ Sisingamangaraja XII Medan, dengan bergabung ke Propinsi Tapanuli, potensi laut dan wisata yang sangat luar biasa di Nisel yang selama ini belum disentuh, bisa lebih dioptimalkan pengembangannya.

Begitu juga penanganan sektor pendidikan yang sangat tertinggal dewasa ini, diyakini akan secepatnya dibenahi. “Kami berharap dan meminta kalau Propinsi Tapanuli terbentuk, maka di Nias Selatan bisa didirikan universitas negeri,” kata Agus Halawa.

Ditegaskan mahasiswa Fordem Nisel, keinginan bergabung ke Propinsi Tapanuli juga didukung oleh elemen kemasyarakatan di Nias Selatan. Berkaitan dengan itu, Mahasiswa Fordem Nisel mengharapkan Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli untuk tidak segan-segan mengarahkan mahasiswa maupun elemen kemasyarakatan di Nisel untuk berbuat bagi percepatan terbentuknya Propinsi Tapanuli. Mereka juga mengharap, agar Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli dapat datang ke Nisel untuk bertemu dan memberi penjelasan-penjelasan lebih luas tentang Propinsi Tapanuli kepada Pemuka-pemuka masyarakat di Nias Selatan.

Pak GM dalam pertemuan itu mengucapkan terima kasih dan rasa bangganya atas sikap mahasiswa Nias Selatan yang sangat komit mendukung pembentukan Propinsi Tapanuli. Ia meminta mahasiswa Nisel dan generasi mudanya untuk berani berjuang di garis terdepan menggolkan Propinsi Tapanuli.

Sebab, kata Pak GM perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli adalah perjuangan untuk perbaikan nasib rakyat di kawasan Tapanuli termasuk di Nias dan Nias Selatan.

Ditegaskan Pak GM bahwa perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli dilatarbelakangi oleh keterbelakangan dan kemiskinan yang terjadi di kawasan Tapanuli. Dirinya secara pribadi sejak dulu telah menyoroti keterbelakangan dan kemiskinan tersebut termasuk melalui pemberitaan di Harian SIB.

Ia juga secara aktif telah berupaya mendekati setiap Gubernur di Sumut yang tengah memimpin untuk memberikan alokasi dana dan perhatian yang besar ke kawasan Tapanuli. Namun, perhatian tidak sesuai dengan yang diinginkan dan berpuluh tahun kawasan Tapanuli nyaris tidak berubah dan sulit lepas dari kemiskinan.

Atas kenyataan itulah, kata Pak GM maka jalan satu-satunya untuk lepas dari ketertinggalan dan kemiskinan adalah dengan membentuk Propinsi Tapanuli. Secara tegas, kata Pak GM tujuan pembentukan Propinsi Tapanuli adalah semata-mata untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Kalau pun ada yang menyebarkan isu Propinsi Tapanuli adalah propinsi suku, itu isu menyesatkan yang sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak ingin rakyat di Tapanuli maju,” kata Pak GM.

Untuk itu, ia berharap mahasiswa Nias Selatan untuk ikut memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Nias Selatan dan di Kabupaten Nias bahwa pembentukan Propinsi Tapanuli akan mensejahterakan kawasan Tapanuli termasuk Nias dan Nias Selatan.

Jangan Ragu-Ragu
Lebih lanjut kepada mahasiswa-mahasiswi Nias Selatan itu, Pak GM berkata, jadilah pemuda-pemudi Nias yang pemberani untuk berjuang demi masa depan Tapanuli dan Nias Selatan ikut di dalamnya. Jangan ragu-ragu! Bersedialah memberi pengorbanan, apabila perjuangan ini memintanya.
“Di masa memuncaknya perjuangan ini, saat ini, tampillah ke depan.”

Rekomendasi dari Ketua DPRDSU dan Gubsu,” sudah diserahkan kepada Panitia DPR-RI dan DPD-RI. Kita harapkan proses di DPR bisa berjalan mulus. Ibarat berjalan jauh, kita sekarang sudah 3/4 perjalanan dan tinggal 1/4 lagi. Langkah-langkah kita harus dipercepat, sebab pemilu sudah dekat, sukses kita bergantung pada kekompakan kita. Kalau kita terus kompak, Tuhan akan memberi kemenangan kepada kita,” tandas Pak GM. (M13/M9/f)

Sumber: SIB, 15 Mei 2007

Facebook Comments