Gunungsitoli, (Analisa)

Meningkatkan mutu pendidikan pasca bencana Asia Pro Eco, merupakan salah satu lembaga yang bekerjasama dengan donatur dari negara-negara Uni Eropa membangun sekolah multifungis di Nias berbiaya Rp7 miliar lebih ditandai dengan peletakan batu pertama di SD Negeri 070989 Hilinaa Kecamatan Gunungsitoli, belum lam ini

Peletakan batu pertama sekolah multifungsi ini, dilakukan Gubsu diwakili Kepala Bapedalda Sumut Prof Samsul Arifin, SH, MH.

Gubsu dalam sambutannya mengatakan, peletakan batu pertama merupakan simbol dimulainya proses pembangunan dalam pelaksanaan pembangunan sekolahmultifungsi.

Selanjutnya, sekolah ini akan dibangun secara Self Construction bersama-sama dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi sekolah yang nantinya akan menjadi peserta pelatihan dalam bidang konstruksi.

Sekolah multi fungsi ini diharapkan akan memberi manfaatnya bagi masyarakat Nias khususnya, dalam meningkatkan keahlian dalam bidang konstruksi dan meningkatkan kualitas bangunan yang lebih baik ke depan.

Bupati Nias diwakili Wakil Bupati Nias Temazaro Harefa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi serta negara-negara donor yang memberi perhatian khusus dalam pemulihan Nias pasca bencana termasuk membangun fasilitas pendidikan untuk meningkatkan mutu dan kualitas SDM di Nias.

Vanni Puccioni, Task Manager Proyek Asia Pro Eco dan Perwakilan Pemerintah Tuscany, Italia mengatakan, kami telah belajar banyak untuk menanggulangi hal itu khususnya tentang bangunan anti gempa dan teknik ini tidak begitu mahal atau tidak terlalu sulit.

Lebih khusus katanya, mereka mempelajari tentang material yang juga sering digunakan pada proses rekonstruksi di Pulau Nias, contohnya, seperti beton betulang da batu bata.

Mereka akan menunjukkan bagaimana cara menggunakannya dan bagaimana menghindari banyaknya kesalahan yang sampai saat ini masih dijumpai pada pembangunan rumah dan menyebabkan resiko-resiko yang yang sangat membahayakan. namun, tujuan dari proyek ini tidak hanya pada rekonstruksi, kata Vinni.

Sementara kordinator proyek sekolah multi fungsi, Hj Nurlisa Ginting saat dihubungi Analisa usai peletakan batu pertama menjelaskan, pembangunan sekolah ini merupakan program multi fungsi, artinya bukan hanya berguna untuk kegiatan belajar mengajar bagi siswa juga digunakan untuk melaksanakan pelatihan bagi masyarakat dalam bidang konstruksi, hingga masyarakat dalam melakukan suatu pembangunan dapat lebih berkualitas.

Sedang fasilitas, yang tersedia pada sekolah multi fungsi ini antara lain, ruang belajar bagi siswa, rumah guru, workshop untuk pelatihan bagi masyarakat yang bisa menampung peserta pelatihan sebanyak kurang lebih 300 orang. Tenaga pelatih didrop nantinya dari provinsi dan dari Negara Eropa.

Pada pelatihan yang dilakukan pada sekolah multi fungsi ini, selain pengetahuan mengenai konstruksi bangunan tahan gempa juga dilakukan pelatihan bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan bahan material yang ada di Nias untuk melakukan pembangunan. (kap)

Sumber: Analisa Daily, 12 Mei 2007

Facebook Comments