Medan (SIB)
Tim Reses Dapem (daerah pemilihan) VII DPRD Sumut menyatakan, sikap Kabupaten Nisel (Nias Selatan) tetapkonsisten mendukung pembentukan Propinsi Tapanuli, baik yang dicetuskan Bupati Nisel maupun DPRD Nisel yang mengaku tidak akan mengubah sikapnya, walau apapun yang akan terjadi.

“Sikap konsisten ini langsung dinyatakan Bupati dan DPRD Nisel ketika menerima anggota DPRD Sumut dapem VII (Nias-Nisel) ketika melakukan reses ke kabupaten tersebut,” ungkap anggota Tim Reses Dapem VII Aliozisokhi Fau SPd dan Drs Amaano Fau MSi kepada wartawan, Rabu (2/5) di DPRD Sumut.

Meski Nias belum menyatakan ikut bergabung ke Propinsi Tapanuli, lanjut Aliozisokhi dan Amaano, Kabupaten Nisel tampaknya lebih dewasa melihat perkembangan kemajuan rakyatnya. “Penolakan yang dilakukan Kabupaten Nias silahkan saja dan tidak akan jadi kendala pembentukan Propinsi Tapanuli,” ujar kedua putra Nias tersebut.

Rencana pemekaran Nias menjadi 4 kabupaten, Alio maupun Amaano menyatakan, 5 anggota DPRD Sumut asal Nias-Nisel akan mendukung sepenuhnya, karena hal itu akan terjadi embrio lahirnya Propinsi Tano Hia. Namun demikian, pemekaran tersebut tidak akan mengubah masyarakat Nisel untuk tidak bergabung ke Propinsi Tapanuli.
Kedua anggota dewan dari Tano Niha ini berharap, Provinsi Tapanuli paling lambat akhir 2007 sudah menjadi daerah otonom provinsi yang defenitif untuk segera menyusun pemerintahannya dan pelaksanaan program pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Walaupun masih ada orang-orang yang menolak, baik masyarakat Tapanuli maupun politisi-politisi Sumut yang tidak senang pembentukan Provinsi Tapanuli, seharusnya bersikap dewasa dan rasional,” pinta Alio.

Karena, lanjut Alio dari Partai Demokrat ini, pembentukan Provinsi Tapanuli merupakan hak rakyat maupun perjuangannya. Kalau memang itu hak mereka dan layak untuk diperjuangkan, kenapa harus dihalang-halangi, sebab melahirkan Propinsi baru bukan suatu barang yang haram apalagi mendatangkan kiamat. Kenapa harus dihempang?

Alio menilai, aksi-aksi damai yang dilakukan elemen-elemen masyarakat pendukung Provinsi Tapanuli selama ini merupakan titik kulminasi harapan dan keinginan mereka agar segera terbentuk Propinsi Tapanuli.

“Kalau suara rakyat itu adalah suara Tuhan, mengapa kita mempunyai sikap membendungnya? Ini sangat berbahaya dan bisa mendapat kutukan dan amarah dari Tuhan,” tandas Alio sembari menyerukan agar politisi yang menolak Propinsi Tapanuli segera sadar dan bertaubat.(A13/d)

Sumber: SIB Online, 3 Mei 2007

Facebook Comments