Cina Berkeberatan Draft Iklim

Wednesday, May 2, 2007
By katitira

Cina mempelopori keberatan terhadap laporan penting mengenai ekonomi iklim yang sedang dibahas di konferensi perubahan iklim di Bangkok. Rancangan salinan laporan tersebut menyimpulkan, iklim dunia bisa distabilkan dengan biaya yang masuk akal, asalkan negara-negara bertindak sekarang.

Namun, para wartawan mengatakan, Cina menilai dokumen itu bisa menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi. Laporan tersebut sedang dibahas dalam pertemuan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

Dua laporan yang diterbitkan tahun ini oleh panel yang sama bahwa bumi sudah mengalami kenaikan suhu yang cukup tinggi dan umat manusia hampir pasti yang bertanggungjawab.

Mereka memprediksikan dampak yang parah akan muncul termasuk kekeringan, banjir, badai, gelombang panas dan permukaan laut naik.

Laporan terbaru ini dirancang untuk mencermati cara dunia bisa meredakan kenaikan kadar gas rumah kaca. Kubu pembela lingkungan berargumentasi bahwa, meski menerapkan kebijakan memerlukan investasi, dampak akhir tidak bertindak jauh melampuai biaya mengatasi perubahan iklim saat ini.


Kekhawatiran ekonomi

Kepastian mengenai langkah yang akan diambil dan jumlah biaya kebijakan-kebijakan tersebut akan tetap menjadi topik perdebatan dalam pertempuran tertutup, yang mulai berlangsung hari Senin dan akan berakhir dengan pengumuman laporan akhir hari Jumat.

Rancangan laporan, yang telah dilihat oleh wartawan BBC, secara tersirat menunjukkan beberapa penyelesaian untuk meredakan perubahan iklim, seperti menangkap dan mengubur emisi dari pusat pembangkit listrik tenaga batubara, beralih ke bentuk energi yang bisa diperbaharui dan pemanfaatan lebih banyak tenaga nuklir.

Jika para delegasi tetap mempertahankan nada rancangan laporan panel PBB ini, laporan tersebut mungkin akan menghapuskan alasan bagi negara kaya seperti Amerika untuk menghindari pengurang emisi dengan alasan biaya.

Namun, para wartawan mengatakan, indikasi dari ruang konferensi secara tersirat menyatakan, Amerika sebenarnya tidak terlalu berkeberatan dan justru Cina yang bersikap benar-benar menghalang-halangi.
Emisi Cina hanya seperenam dari per kapita Amerika, namun jumlah penduduk Cina begitu besar sehingga tahun ini negara itu akan menjadi pencemar terbesar dunia.

Cina khawatir bahwa jika dokumen PBB itu diterima, naskah itu akan mempergencar tekanan kepada Beijing untuk memangkas emisi dalam jumlah sangat besar, sehingga langkah itu bisa menghalangi upaya Cina menciptakan lapangan kerja dan mengentas jutaan warga dari kemiskinan.

Berpengaruh
Temuan-temuan laporan ini akan dipergunakan oleh pemerintah dan organisasi internasional untuk menyusun rencana masing-masing untuk menekan perubahan iklim.

“IPCC memainkan perang sangat penting dalam perundingan politik sehingga orangh bisa menunjuk dan mengatakan ‘Lihat, ini yang akan terjadi dalam 50 tahun, ini pilihan yang tersedia bagi kami untuk bertindak,” kata jurubicara Program Lingkungan PBB Michael Williams hari Senin.

Kesimpulan laporan itu akan memainkan peran penting dalam perundingan mengenai Protokol Kyoto, yang akan berlangsung bulan Desember di Pulau Bali.

Kesimpulan juga mempengaruhi sikap pemimpin dunia ketika mereka bertemu dalam pembicaraan mengenai perubahan iklim di pertemuan puncak delapan negara industri maju G8 bulan Juni.

Sumber: BBC London

Leave a Reply

Kalender Berita

May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031