Kadis Pertanian dan Kehutanan Nias Minta BRR Kerjakan Proyek Irigasi Secara Tuntas

Monday, April 30, 2007
By nias

Gunungsitoli, (Analisa)

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Nias Ir Agustinus Zega meminta kepada Badan Rehabilitas dan Rekonstruks (BRR) Perwakilan Nias agar mengerjakan proyek irigasi untuk para petani di Kabupaten Nias hingga tuntas.

Hal itu dikatakanKadis Pertanian kepada Analisa, baru-baru ini di kantornya Jalan Gereja I Gunungsitoli, menyikapi 17 proyek irigasi yang dikerjakan BRR Perwakilan Nias hingga saat ini masih belum dapat difungsikan dan dirasakan para petani manfaatnya.

Agustinus Zega menjelaskan, dalam menyongsong gerakan swasembada beras pada tahun 2011 mendatang peran irigasi dalam hal ini sangat menentukan, hingga dalam hal keberhasilan gerakan swasembada beras di Kabupaten Nias di masa yang akan datang faktor penentunya terletak pada irigasi yang baik.

Namun dalam pembangunan irigasi yang dilakukan BBR pada tahun 2005 dan 2006 belum tuntas, seperti salah satu contoh pembangunan irigasi tahun 2005 dan 2006 di Desa Lawira Satua Kecamatan Lotu, irigasi yang dibangun BRR belum dapat dimanfaatkan masyarakat.

Irigasi yang dibangun masih tahap bendungan dan saluran sepanjang 15 meter saja, sementara lahan persawahan para petani masih jauh, hingga sampai saat ini irigasi itu tidak berfungsi, ungkapnya.

Dalam mencapai gerakan swasembada beras pada tahun 2006-2011, Kabupaten Nias harus mencapai target 6000 hektare irigasi baru, sementara irigasi yang sudah berfungsi hingga saat ini masih 4500 hektare itupun masih perlu juga ada perbaikan-perbaikan.

HARAPAN

Untuk itu, pihaknya berharap, dalam rehabilitasi dan rekonstrusi pasca gempa di Kabupaten Nias, pihaknya meminta kepada BRR perbaiki untuk beberapa pengairan irigasi yang rusak bahkan hampir seluruhnya mengalami kerusakan dengan variasinya sedang sampai berat, dapat dikerjakan secara tuntas.

Tuntas dalam artian, seluruh areal pengairan sebanyak 17 irigasi yang di bangun BRR harus berfungsi dan sampai di lahan persawahan masyarakat, hingga masyarakat dapat langsung merasakan manfaatnya.

Ia juga meminta kepada BRR mereview ulang 17 lokasi areal irigasi yang dikerjakan, mana daerah irigasi yang dikerjakan belum tuntas sampai saluran, jika memungkinkan hal itu dapat terealisasi pada anggaran BRR untuk tahun 2007 ini.

Namun, jika hal itu baru dapat direalisasikan pada tahun 2008, bagaimana Kabupaten Nias dapat mencapai swasembda beras pada tahun 20011 mendatang.

Menyangkut akan direncanakannya panen raya di Kecamatan Lotu khusunya di Desa Lawira satu yang diperkirakan sekitar 15 hektare, Kadis Pertanian dan Kehutan mengatakan, hal itu masih di dikordinasikan dengan pihak kecamatan itu dan pihak pemerintah daerah dalam hal itu Bupati Nias untuk dapat hadir nantinya.

Namun atas hasil laporan sementara Camat Lotu kepada Bupati Nias dan Kadis pertanian saat melakukan kunjungan ke daerah itu, baru-baru ini, untuk sementara hasil produksi padi mencapai hasil yang menggrambirakan, para petani mampu mencapai hasil produksi rata-rata 7 ton/hektare.

Tetapi, hasil itumasih belum merata, hanya arel-areal yang dalam pembinaan Dinas Pertanian dab Kehutanan, karena luasnya lahan yang digarap para petani dan masih belum termasuk dalam pembinaan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Nias. (kap)

Sumber: Analisa Online, 30 April 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30