Gunungsitoli, Nias Utara dan Nias Barat

Monday, April 16, 2007
By nias

Fokus kali ini mengambil tema “Gunungsitoli, Nias Utara dan Nias Barat” dengan alasan: ketiga daerah ini sedang dalam proses perjuangan untuk menjadi kabupaten-kabupaten baru. Kita sambut proses ini, karena kita yakini pembentukan kabupaten-kabupaten baru di Nias akan membawa peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah itu, mungkin bukan dalam jangka pendek, tetapi katakanlah mulai dari 10 tahun sejak pembentukannya.

Memperjuangkan sebuah kabupaten baru untuk Nias bukanlah hal yang mudah, apalagi memperjuangkan 3 sekaligus (dua kabupaten plus satu kotamadya). Selain harus memenuhi persyaratan administratif minimal yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, perjuangan pemekaran juga harus melalui suatu proses politik yang panjang dan berliku. Proses itu telah dimulai, melalui berbagai kegiatan para tokoh masyarakat Nias, baik secara bersama-sama maupun melalui jalur-jalur khusus yang ditempuh secara individual. Memang, perjuangan semacam itu haruslah dilancarkan dari sejumlah “front” dengan strategi yang dinamis, disesuaikan dengan kondisi terkini dan proyeksi-proyeksi ke depan.

Perjuangan pemekaran kali ini bukanlah hal yang tak mungkin. Nias Selatan telah menjadi contoh nyata bagi kita semua. Kini Nias sedang “bermimpi” lagi, dan harapan kita: semoga mimpi itu cepat-cepat menjadi kenyataan

Melegakan, bahwa para tokoh masyarakat Nias dari hampir segenap spektrum menyadari bahwa perjuangan kali ini merupakan perjuangan yang harus ditangani bersama. Mereka sadar bahwa tanpa sinergi, perjuangan ini bakal kandas di tengah jalan. Meski mereka datang dari garis atau warna politik yang berbea-beda, mereka toh menunjukkan bahwa mereka adalah Ono Niha. Ke-Ono-Niha-an mereka mempersatukan mereka semua dalam perjuangan besar kali ini. Kita, masyarakat Nias, menyambut baik usaha-usaha yang telah dan sedang dirintis oleh para tokoh kita itu.

Apa yang pertama-tama kita harapkan dari pemekaran Nias ? Jawabannya sama dengan jargon pemekaran di mana-mana: “peningkatan kesejahteraan rakyat” (aspek ekonomi), walau sebenarnya pemekaran diharapkan juga berdampak positif terhadap aspek-aspek lain: ideologi, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan (baca:Prospek Otonomi Daerah di Masa Mendatang).

Kita berharap para tokoh masyarakat Nias memahami betul harapan masyarakat Nias itu. Dan kita yakin mereka telah dan sedang berjuang karena didorong oleh amanat masyarakat Nias itu. Dengan kata lain, kita berharap mereka berjuang pertama-tama karena dorongan amanat masyarakat Nias, sedangkan pamrih lain (yang memang amat manusiawi) seperti jabatan dan kekuasaan pasca berhasilnya pemekaran, biarlah mereka menempatkan itu sebagai prioritas terakhir.

Kita, masyarakat Nias tidak boleh hanya berharap. Kita juga harus berpikir dan bekerja keras membantu dan mendukung perjuangan yang telah dimulai oleh para tokoh kita, melalui kontribusi kita masing-masing. Minimal, kita coba berusaha menciptakan suasana sejuk.

Kita tidak boleh larut dalam euforia prematur, di saat-saat kita masih sedang berusaha merealisasikan mimpi menjadi kenyataan. Kita harus “menahan diri” dalam segala hal. Kita sebaiknya menahan diri menyebut “nama”, “mengelus jago”, dan sekali gus “menghajar” pihak-pihak yang kita anggap berseberangan dengan kita. Kita juga sebaiknya tidak terlalu antusias membeberkan berbagai jurus-jurus yang sedang ditempuh dalam proses perjuangan ini. Dalam perjuangan, apalagi dalam perjuangan politik, “transparansi” bukanlah segala-galanya. Bukankah ada waktunya kelak masyarakat Nias meminta “laporan pertanggunjawaban” perjuangan para tokoh itu ? Waktu itu belum tiba. Maka yang sebaiknya kita lakukan sekarang adalah: mendukung, menciptakan suasana sejuk, menahan diri, sambil tetap mengingat-ingatkan mereka yang berada di baris terdepan.

Euphoria prematur itu bisa muncul apabila sinergi tidak dapat diciptakan, terutama di antara mereka yang dipercaya berada di garis depan, di antara para tokoh kita tadi. Arak-arakan perjuangan ini haruslah rapih: setiap orang harus menjaga agar kehadirannya di dalam suatu garis barisan membuat arak-arakan itu semakin mantap hentakan langkahnya ke depan: tidak mendahului, tidak menyeberang ke garis lain, dan tidak berhenti di tengah jalan.

Penting sekali menjaga agar ‘vektor’ perjuangan selalu searah, sejajar, agar resultannya maksimal. Minimal, jangan sampai ada “vektor” yang berlawanan arah sehingga memperlemah daya dorong ke depan.

Euforia prematur bisa menjadi bumerang; yang paling tragis adalah apabila ia menjadi faktor utama pengganjal kesuksesan perjuangan itu sendiri. Kalau itu terjadi, kita semua patut dipersalahkan. (eh)

Semoga masyarakat Nias tetap menjunjung tinggi kearifan.

10 Responses to “Gunungsitoli, Nias Utara dan Nias Barat”

  1. 1
    serius berkat iman harefa Says:

    Bersama sama membangun nias kita tercinta”datahaogö Mbanuada”kita syukuri dimana diberikan kesempatan kepada kita masyarakat nias utara menjadi satu kabupaten dengan harapan kedepan menjadi masyarakat yang bisa berpotensi.
    Berjuang untuk satu,>>>>>>
    yaahowu Fefu,,,,,,,,,,,,
    Saya masarakat nias utara domisir di desa Hilimaziaya kec.Lotu

  2. 2
    Yanu Harefa Says:

    kita bahagia dan merasa bangga sebagai masyarakat nias, khusus nias utara.Diberi kesempatan oleh pemerintah untuk membangun dan menata masa depan masyarakat nias utara yang ada didalamnya. oleh sebab itu,marilah kita bersama baik sebagai pemerintah daerah maupun masyarakat biasa membangun daerah kita dan memberi contoh-contoh yang baik kepada mereka yang berasal dari luar daerah nias.
    Selamat bertugas buat seluruh karyawan dan Bag. Kepegawaian dan khusus untuk Ka.Daerah Bpk. Bupati selamat untuk Bapak, semoga tugasnya berjalan dengan baik.
    salam dari saya anak nias utara yang tinggal di daerah perantauan.
    tq.gob bless

  3. 3
    makarius Says:

    Kita sangat bergembira dengan pembentukan pemekaran ini!. Namun kita jgn lupa bahwa nias baru mekar beberapa yg tahun.Belum lagi di landa bencana gempa bumi. Jadi sebaiknya di tata ulang lagi kota dan pelayanan publik.

  4. 4
    veri zend Says:

    aq yakin kias pazti bisa

    mari kta membangun nias baik kta yang ada di perantauan maupun yang tman yang da di nias terutama tergadap teman2 yang masih skull/kuuul

    mati kta bekagar kebih giat agar nanti bisa kita membangun nias dan di kenal oleh banyak kalangan

  5. 5
    Martin waruwu Says:

    Kita tentunya sangat Bangga dan gembira dengan pembentukan pemekaran Nias Utara,sebagai masyarakat Nias Utara saya merasakan ini adalah saatnya kita membuktikan bahwa kita telah Dewasa dan Mandiri untuk menata dan merencanakan masa depan Nias Utara untuk menyongsong masa Globalisasi dan Tecnology sekarang ini…

    Tidak terlepas dari kebanggaan tersebut’ tentunya ini adalah sebuah Tanggung Jawab yang berat untuk dipertanggung jawabkan.
    Satu kata dan tekad adalah jawaban untuk mewujudkan Nias Utara yang makmur dan sejahtera, oleh sebab itu kebersamaan kita dalam segala hal sangat dibutuhkan demi masa depan Nias Utara tercinta.

  6. 6
    Very Says:

    Nias utara pazti bisa

    asalkan ada saling membantu
    iwao bali khoda
    “aoha noro nilului wahea aoha noro nilului waoso alisi tafadaya-daya hulu tafaewolo-wolo”

    asalkan kita melakukannya dgn kerja sama

    saya yakin Nias Utara bisa menjadi Nias yg teladan

    HIDUP NIAS UTARA!!!!!!!!!!!!!!!
    YA’AHOWU dano niha

  7. 7
    Analis Halawa Says:

    Kepada pemerintah dan masyarakat Kab. Nias Barat. Selamat Menjadi Kabupaten baru…!

    Jadikan Nias Barat menjadi Kabupaten yang bebas KKN, mulai dari penerima CPNS 2009 ini……Yaahowu!

  8. 8
    Mukhlis Gea Says:

    Masa Pembenahan, maka perlu pengorbanan dan keikhlasan bagi setiap warga masyarakat Kab. Nias Utara lebih khusus para pejabat sebagai penentu kebijakan di Birokrasi, untuk meletakkan dasar-dasar atau pondasi yang kuat untuk kemajuan Nias Utara di masa yang akan datang. Aspek Perencanaan dan komit terhadap pelaksaannya. Jangan momen ini dimanfaatkan untuk kepentingan Pribadi dan Golongan. Selamat Bekerja dan Berjuang.

  9. 9
    finch Says:

    kalau dibandingkan dengan gunungsitoli,sibolga bahkan medan sudah jelas nias utara jauh tertinggal, namun bukan tidak DAPAT DIKEJAR, lakukan pembangunan dan pembaruan besar-besaran, baik dari segi gedung, jalan, sarana kota, perbanyak industri, sumber daya manusia terlebih pendidikan yang paling utama.

    cari dan tangkap anak-anak nias berprestasi dan dengan skill tinggi, jangan biarkan daerah lain atau negara lain yang memanfaatkan, kemajuan di tangan mereka, ini zaman modern bukan hanya gotongroyong tetapi intelektual dan teknologi, dan untuk mencapai semuanya itu hal terpenting dan terbesar

    JANGAN KORUPSI !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Tuhan memberkati

  10. 10
    Mardianus Ziliwu Says:

    kami di rantau siap tuk kembali pabila tenaga dan akal kami di butukan
    berdimisili di kota batusangkar padang wartawan

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2007
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30