Dua Tahun Pasca Gempa – BRR Dapat Kritikan Tajam

Saturday, March 31, 2007
By nias

Gunungsitoli, WASPADA Online
Sejumlah elemen masyarakat menyampaikan kritikan tajam atas penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dinilai belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, pasca dua tahun peristiwa gempa di Nias.

Kritikan tajam terhadap kinerja BRR Perwakilan Nias selama dua tahun melaksanakan tugas rehabitasi dan rekonstruksi disampaikan pada pertemuan dialog interaktif antara BRR dengan sejumlah tokoh masyarakat maupun korban bencana, Rabu (28/3) di Aula Sunderman Gunungsitoli. Dialog itu diprakarsai Badan Peduli Pembangunan Kepulauan Nias Pasca Bencana (BPPKN-PB). Sebelumnya, Kepala BRR Regional VI Nias diwakili Kepala BRR Distrik Nias, Yupiter Gulo memaparkan program kegiatan yang telah dilakukan selama dua tahun dan program yang akan dilaksanakan pada sisa waktu sampai 2009.

Namun lima panelis mewakili berbagai unsur masyarakat yakni, Al Telaumbanua, Bastian Zebua, Oc. Zega, Melkhior Duha dan Hamdan Telaumbanua mengkritik kinerja BRR Nias yang menyimpang. Oc. Zega menyampaikan, 30-40 persen proyek BRR Nias terindikasi korupsi, 20-30 persen salah sasaran, 50-70 persen tidak partisipatif dan 50-60 persen tidak memberdayakan masyarakat. Sementara Melkhior Duha mengkritik BRR yang tidak konsisten karena selalu melakukan pembohongan. Dia menegaskan, pekerjaan BRR yang telah dilaksanakan semrawut, karena rencana induk dan rencana riil tidak tertata baik, karena sampai sekarang belum ada blue print sebagai acuan melakukan pembangunan Kepulauan Nias pasca gempa. Akibatnya banyak program BRR yang telah dilaksanakan salah sasaran.

Menanggapi berbagai kritikan dan saran yang disampaikan, Kepala Distrik BRR Nias, Yupiter Gulo berucap terimakasih dan menjadikan kritikan serta saran sebagai masukan untuk perbaikan dimasa datang. Kegiatan yang diprakarsai Badan Peduli Pembangunan Kepulauan Nias Pasca Bencana mempunyai tiga topik masing-masing, refleksi mengenang dua tahun gempa, dialog interaktif dan pameran foto.(cbj) (wns)

Sumber: Harian Waspada, 30 Maret 2007

5 Responses to “Dua Tahun Pasca Gempa – BRR Dapat Kritikan Tajam”

  1. 1
    Pak Alang Says:

    Alamak, pening lah orang BRR narimo kritik nyang tajam tu. Udah 2 tahun pulo gempo Nias tu, sampe sekarang kerjo orang tu bersipat darurat bencano sajo. Tempo hari waktu awak jadi kuli angkut-angkut sembako dan tendo naik helikopter ke pesisir Nias (istilahnyo jadi “relawan”), darurat bencano lah namanyo tu. Tapi sekarang udah ndak darurat lagi lah. Udah 2 tahun mano lah biso dikato darurat. Hah ndak tau lah awak membilangnyo.

    Ado pulo nyang indikasi korupsi, 30-40 persen. Hah masak pulo korupsi mo diperbaiki di masa mendatang. Korupsi, kalok banar tu, yo ditindak lah di masa kini. Biar kembut hati koruptor tu!

    Pertemuan tu, mano pulo biso dikato “dialog interaktif”? BRR hanyo narimo kritik dan saran sajo nyah sebagai masukan. Ndak ado dialog, umpamanyo ni macam mano tindakan nyato (kato orang unipersitas nyang makan bangku sekolah “rencana aksi konkret”) BRR sampe berakhir kerjo mereko di Nias.

    Pening pulo lah awak meliat kerjo nyang bersipat darurat dan mocok-mocok tu. Awak ndak sekolah unipersitas, SD pun awak ndak tamat. Tapi awak tau, koruptor harus lah segera ditindak. Rencano kerjo konkret harus biso dibeberkan sampe April 2009 tu.

    Mangkanyo awak udah bilang samo anak awak si Alang, kalok kau udah besar Lang, jangan lah kau jadi koruptor. Ndak tenang lah hati bapakmu ni di dunia maupun di akherat.

    awak ini apalah,
    Pak Alang – bantaran Sei Deli

  2. 2
    Restu Jaya Duha Says:

    Ya’ahowu Fefu

    Kontrol, evaluasi dan kritik adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam manajemen pembangunan. Tujuannya pastilah untuk mengefektifkan seluruh potensi yang ada untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

    Saya sangat berterima kasih dan hormat kepada Badan Peduli Pembangunan Kepulauan Nias Pasca Bencana (BPPKN-PB) yang secara terukur, terkaji dan tajam menganalisis kinerja BRR Nias setelah dua tahun, dengan memberi kontrol, evaluasi dan kritik karena menurut penilaiannya bahwa: “…….penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dinilai belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, pasca dua tahun peristiwa gempa di Nias”.
    Semoga masukan ini sebagai bagian dari perbaikan manajemen pembangunan yang dilaksanakan oleh BRR Nias.

    Terima kasih khususnya kepada lima Panelis yang mewakili berbagai unsur masyarakat di Nias yang telah memberi kritik dan saran kepada BRR Nias yaitu Bapak Al. Telaumbanua, Bapak Bastian Zebua, Bapak Oc. Zega, Bapak Melkhior Duha dan Bapak Hamdan Telaumbanua. Kelima Panelis saya kenal masing-masing memiliki kapasitas yang tinggi dan peduli terhadap pembangunan di Nias.

    Semoga kontrol, evaluasi dan kritik serta saran yang disampaikan ini sebagai masukan untuk perbaikan kinerja BRR Nias dimasa datang sesuai janji yang disampaikan yang mewakili BRR Nias, Kepala Distrik BRR Nias, Bapak Yupiter Gulo.

    Dengan tidak mengabaikan apa yang sudah dilakukan selama dua tahun ini di Nias,
    “Harapan saya buatlah yang terbaik, sebab ini bagian sejarah Nias yang tidak akan terlupakan. Semakin hari semakin lebih baik dalam pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nias”.

    Hormat dan salam dari Karlsruhe

    Restu Jaya Duha

  3. 3
    magiao Says:

    Sungguh sangat disesalkan bahwa sudah sekian lama berjalan tindakan korupsi yang dipaparkan di atas (indikasi korupsi). Di beberapa daerah selain di Nias, hal yang sama juga terjaid. Dan dibahas melalui forum-forum umum dengan tampilan kritik dan evaluasi. Sayangnya, pihak yang dievaluasi mungkin hanya mendengar sebentar dan sesudah itu peduli amat.
    Apa yang ingin saya katakan dengan ini? Dulu, kritik terhadadap kinerja BRR di Nias sudah muncul pada awal hadirnya Badan ini. Itu disebabkan oleh cara kerja yang tidak tepat sasaran. Hasilnya adalah keluhan dari orang-orang kecil yang membutuhkan bantuan. Tapi toh, kritik yang sama muncul saat ini juga.
    Mudah-mudahan saja, kritik seperti ini berkurang dalam arti cara kerja BRR itu yang harus diubah.
    Himbauan kepada masyarakat: jangan segan-segan menyuarakan keperluan anda agar pihak BRR ini sadar diri akan kekurangannya. Terimakasih.

  4. 4
    sinumana Says:

    Harian Waspada: Menanggapi berbagai kritikan dan saran yang disampaikan, Kepala Distrik BRR Nias, Yupiter Gulo berucap terimakasih dan menjadikan kritikan serta saran sebagai masukan untuk perbaikan dimasa datang.

    Bapak Yupiter Gulö, bagaimana Bapak dapat mendorong perbaikan di masa datang (sebagai profesional BRR), sedangkan di masa kini konsentrasi Bapak terbelah sebagai Sekretaris Badan Panitia Pemekaran (BPP) Nias Barat yang berkedudukan di Jakarta (sebagai politisi BPP)?

  5. 5
    lince Says:

    2 tahun bukan waktu yang tidak lama, namun rekonstruksi dari BRR masih belum memadai. pendidikan salah satunya.
    sangat disayangkan ditengah kemajuan pembangunan diberbagai kabupaten lainnya diluar nias, pendidikan kita masih merangkak kayak anak kecil. bangunan yang dibangun oleh BRR juga banyak yang tidak layak!!!!!dimanakah hati nurani para pemimpin kita?????
    apakah hanya mau nongkrong dikantor seharian saja???
    kenapa tidak ada pengawasan dari Pemda setempat????
    silahkan tinjau sendiri ke tiap sekolah yang sudah dibangun oleh BRR….
    layakkah atau tidak????
    mungkin dibeberapa sekolah,layak. namun bagaimana dengan sekolah lainnya yang hanya dibangun dari kayu busuk???dinding2 retak???
    kemanakah uang bantuan yang banyak itu???
    kasian bangeet saudara-saudara yang sekolah…… disaat teman-teman sebaya mereka mengenal kemajuan, mereka hanya masih mengenal bangunan retak…..
    Wahai BRR……………. jangan mau kaya dengan uang masyarakat………
    nanti perut kamu pecah kayak yudas……

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita