Gunungsitoli, WASPADA Online
Sejumlah elemen masyarakat menyampaikan kritikan tajam atas penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dinilai belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, pasca dua tahun peristiwa gempa di Nias.

Kritikan tajam terhadap kinerja BRR Perwakilan Nias selama dua tahun melaksanakan tugas rehabitasi dan rekonstruksi disampaikan pada pertemuan dialog interaktif antara BRR dengan sejumlah tokoh masyarakat maupun korban bencana, Rabu (28/3) di Aula Sunderman Gunungsitoli. Dialog itu diprakarsai Badan Peduli Pembangunan Kepulauan Nias Pasca Bencana (BPPKN-PB). Sebelumnya, Kepala BRR Regional VI Nias diwakili Kepala BRR Distrik Nias, Yupiter Gulo memaparkan program kegiatan yang telah dilakukan selama dua tahun dan program yang akan dilaksanakan pada sisa waktu sampai 2009.

Namun lima panelis mewakili berbagai unsur masyarakat yakni, Al Telaumbanua, Bastian Zebua, Oc. Zega, Melkhior Duha dan Hamdan Telaumbanua mengkritik kinerja BRR Nias yang menyimpang. Oc. Zega menyampaikan, 30-40 persen proyek BRR Nias terindikasi korupsi, 20-30 persen salah sasaran, 50-70 persen tidak partisipatif dan 50-60 persen tidak memberdayakan masyarakat. Sementara Melkhior Duha mengkritik BRR yang tidak konsisten karena selalu melakukan pembohongan. Dia menegaskan, pekerjaan BRR yang telah dilaksanakan semrawut, karena rencana induk dan rencana riil tidak tertata baik, karena sampai sekarang belum ada blue print sebagai acuan melakukan pembangunan Kepulauan Nias pasca gempa. Akibatnya banyak program BRR yang telah dilaksanakan salah sasaran.

Menanggapi berbagai kritikan dan saran yang disampaikan, Kepala Distrik BRR Nias, Yupiter Gulo berucap terimakasih dan menjadikan kritikan serta saran sebagai masukan untuk perbaikan dimasa datang. Kegiatan yang diprakarsai Badan Peduli Pembangunan Kepulauan Nias Pasca Bencana mempunyai tiga topik masing-masing, refleksi mengenang dua tahun gempa, dialog interaktif dan pameran foto.(cbj) (wns)

Sumber: Harian Waspada, 30 Maret 2007

Facebook Comments