Medan (SIB)

Puluhan Aliansi Gerakan Mahasiswa Nias, Rabu (28/3) berunjukrasa ke DPRDSU mendesak BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) memaksimalkan pembangunan di Nias. Aksi yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Pembangun Nias, Forum Demokrasi Mahasiswa Nias Selatan, Kesatuan Mahasiswa Nias Universitas HKBP Nommensen, Kesatuan Mahasiswa Nias Univesitas Sisingamangaraja dan Kelompok Studi Mahasiswa Untuk Nias ini dilakukan bersamaan dengan aksi unjuk rasa penolakan pansus pembentukan propinsi Tapanuli. Bahkan sebagian di antara mereka melakukan aksi dengan menutup mulut dengan lakband.

Dalam orasinya mereka menyatakan, kurang lebih 2 tahun lalu bencana tsunami dan gempa bumi melanda Nias sehingga menghancurkan ribuan rumah, sarana dan prasarana, dan ribuan orang menjadi korban jiwa. Tapi dalam kurun waktu 2 tahun itu, rehabilitasi dan rekonstruksi Nias kurang maksimal dilakukan oleh BRR sebagai sebuah lembaga pemerintah.

Mereka juga mengungkapkan, sinkronisasi koordinasi antar lembaga dan rehabilitasi dan rekonstruksi Nias masih tarik menarik, bongkar pasang konstruksi yang sudah dibangun, merugikan bangsa. Penduduk masih tinggal di tenda dan barak penampungan, ribuan pengungsi bertahan sendiri, tanpa pertanggungjawaban yang jelas akan nasib mereka.

Disela-sela itu pula, tidak jarang di antaranya para oknum menari di atas penderitaan korban bencana alam. Tambal sulam pemulihan Nias semakin carut-marut dengan belum diturunkannya cetak biru (blue print) dari rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias. Oleh karena itu mereka mendesak agar BBR segera membuat blue print dan serius melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias. Usai mereka melakukan aksinya merekapun membubarkan diri dengan tertib. (RT/r)

Sumber: Harian SIB, 30 Maret 2007

Facebook Comments