Telukdalam (SIB)

Nias Selatan —dalam hal ini— Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyuguhkan segala sesuatu tentang budaya dan kesenian Nias Selatan secara lengkap di pameran internasional bertajuk Deep Indonesia 2007 yang dilaksanakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. “Sebagai wakil dari Provinsi Sumatera Utara, Nias Selatan tidak menyiakan kesempatan berharga untuk mempromosikan Nias Selatan ke ajang internasional,” jelas Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Nias Selatan Solistis PO Dachi melalui Sane Bidaya di Telukdalam, Nias Selatan, Rabu (28/3).

Melalui faksimili yang diterima redaksi, Rabu (28/3), Sane Bidaya menjelaskan, pameran internasional Deep Indonesia 2007 digelar pekan depan. Mengisi stand yang ditugaskan, Nias Selatan mengetengahkan sedikitnya 75 persen dari seluruh wilayah Nias Selatan yang kaya akan budaya dan pariwisata dengan dukungan 104 pulau yang tersebar di 2 kecamatan yaitu Pulau Pulau Batu dan Hibala. “Dengan pameran itu diharap hal-hal yang menginternasional dan standar dunia yang dimiliki Nias Selatan seperti surfing, kesenian dan kebudayaan dari sekitar Pantai Sorake, Hilisatano dan Kepulauan Batu, Hibala dapat makin sohor,” ujar Solistis PO Dachi sambil menambahkan pada 7 April 2007, Quiksilver mengadakan seleksi peselancar yang dipusatkan di Sorake Beach, Telukdalam, Nias Selatan. “Kami berterima kasih pada BRR Kab Nias Selatan dalam hal ini BRR Bidang Ekonomi dan Usaha Nias Selatan yang mendukung sepenuhnya kegiatan dimaksud,” tandas pria baby face yang menamatkan studi di Perguruan Kristen Nasrani Medan tersebut.

Di relis yang sama Sane Bidaya mengutip keterangan BRR Nias Selatan, Pejabat Pembuat Komitmen – Komerasi, UKM dan Perdagangan Erwinus Laia SSos yang mengatakan, kegiatan dimaksud tak hanya mengetengahkan kekayaan Nias Selatan dari sisi kesenian, kebudayaan dan pariwisata, tapi dimanfaatkan untuk mengetengahkan hal-hal terkait usaha kecil menengah seperti VCO (minyak kelapa murni) yang dapat menyembuhkan ragam penyakit, termasuk home industri seperti anyaman dari tikar, patung, tas tradisional yang tak terpisahkan dari kebudyaan Nias Selatan, termasuk kekayaan alam yang ada di laut Nias Selatan seperti lobster, tripang – baisom, anak ikan hias, rumput laut dan lainnya termasuk dari bidang pertanian.

Sejak menjadi kepala dinas, Solistis PO Dachi menghidupkan ratusan sanggar kesenian di seluruh kecamatan dan desa di wilayah tersebut. Sanggar kesenian dimaksud secara berkala ditampilkan di tingkat regional, nasional dan internasional. “Sanggar-sanggar kesenian tersebut yang akan ditampilkan di sejumlah event,” tutup Solistis PO Dachi. (rel/a6/o)

Sumber: Harian SIB, 29 Maret 2007

Facebook Comments