Sejak dua tahun lalu, tgl. 28 Maret menjadi hari yang sangat bersejarah bagi seluruh masyarakat Nias. Gempa tahun 2005 yang lalu masih meninggalkan rasa duka mendalam dan rasa prihatin ditengah kesibukan-kesibukan program rekonstruksi dan rehabilitasi.

Jauh hari sebelum tanggal ini sejak tahun 2006, banyak masyarakat yang telah membuat rencana khusus untuk mengenangnya. Ketika mereka ditemui, keluarga yang mengalami dukacita telah menjadwalkan untuk berziarah atau pulang kampung sehari untuk berdoa bersama.

Pada pagi hari tgl. 28 Maret 2007, setiap orang yang berpapasan seolah-olah telah saling mengingatkan akan kejadian dua tahun lalu. Berbagai pertemuan dan diskusi panjanglebar untuk mengenang hari tersebut digelar baik oleh pihak masyarakat maupun oleh pihka BRR sendiri. Persiapan akan peringatan yang dipusatkan pada malam hari di pusat kota, tepatnya di depan Pos Kota yang lama, sudah memberi arti tersendiri. Persiapan dari para pendukung acara pun telah terlihat jauh hari sebelumnya.

Kemudian hingar-bingar kesibukan bisnis di kota Gunungsitoli seolah-olah terhenti seketika, karena hujan deras luar biasa mengguyur di daerah perkotaan pada sore hari sekitar dua jam lamanya.

Pkl. 19.30 WIB, telah dilaksanakan misa khusus di Gereja katolik St. Maria untuk mengenang peristiwa memilukan tepat dua tahun lalu yang menghancurkan seluruh kepulauan Nias. Misa ini dihadiri oleh para rohaniwan dari gereja Katolik, para umat, anak-anak sekolah dan juga sanak keluarga korban. Perayaan berlangsung sangat khidmat dan masih penuh kedukaan. Sejumlah umat yang menjadi korban langsung, tidak terlihat ikut bergabung dalam misa dan memilih untuk di rumah saja dan berusaha menyibukkan diri. Beberapa orang yang berhasil ditemui malam itu juga tidak bisa menyembunyikan rasa galau dan duka mereka, sehingga memilih untuk menghindar dari keramaian. Perasaan luka dan sedih tidak bisa tertutupi sambil sesekali bercerita sepotong-potong, membuktikan bahwa mereka berusaha untuk terus maju dan keluar dari alam kesedihan. Beberapa orang terlihat hanya mondar-mandir saja tanpa mau ikut terlibat dalam percakapan.

Pun malam itu juga diadakan acara mengenang dua tahun gempa Maret 2005 yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, rohaniwan dan pemerintah daerah setempat. Berbagai atraksi pun turut menjadi pendukung acara.
Tanggal 28 Maret 2005 menjadi tanggal penting yang meninggalkan sebuah sejarah menyedihkan buat masyarakat Nias. Semoga, menjadi bagian doa sehari-hari bukan hanya dari para korban dan saksi mata yang hidup, tetapi juga menjadi bagian dari harapan-harapan semua orang.

Noni Telaumbanua

Facebook Comments