Teluk Dalam, Nisel (SIB)

BRR Nias mengalokasikan dana senilai Rp130 miliar untuk pembangunan Lima pelabuhan di Nias dan Nias Selatan. Kepala BRR Nias William Syahbandar di Teluk Dalam, Nias Selatan, Kamis mengatakan, proyek pembangunan empat pelabuhan senilai Rp50 miliar sudah ditenderkan.

Tiga pelabuhan masing masing di Sirombu, Teluk Dalam, Telo mulai dikerjakan sementara proyek di Lahewa senilai Rp10 miliar tendernya akan di ulang karena tidak ada pemenangnya yang layak.

Sedangkan pelabuhan satu lainnya yang berada di Gunung Sitoli dengan nilai proyek Rp80 miliar masih dalam program proyek pelabuhan gunung Sitoli itu akan ditenderkan secara Nasional, katanya.

Pembangunan pelabuhan di Gunung Sitoli itu sendiri sepertiga dananya diharapkan dari negara-negara pendonor sedangkan 2/3 lainnya akan ditanggulangi oleh BRR.

Menurut dia, empat pelabuhan itu sudah bisa dioperasikan pada tahun 2008 sementara pelabuhan Gunung Sitoli pada tahun berikutnya.

Pengelolaan semuanya itu akan diserahkan kepada Pelindo, katanya, karena transportasi merupakan sarana vital untuk Nias dan Nias Selatan guna membuka daerah itu terisolir.

Dengan adanya dermaga tersebut maka diharapkan pasca bencana justru transportasi di Nias akan semakin baik sehingga Nias menjadi daerah yang berkembang di Indonesia.

Kepala satuan kerja BRR transportasi Nias Ir. Poltak MSc Mengatakan BRR tahun ini menganggarkan Rp15 Miliar lagi untuk pembangunanan dermaga di Teluk Dalam menggantikan Dermaga sebelumnya yang tidak layak dipakai setelah rusak akibat gempa pada 28 Maret 2005.

Alokasi dana sebesar 15 miliar tahun ini merupakan tambahan untuk proyek tahun lalu yang masih belum rampung senilai Rp5,5 m.

Dengan dana Rp5,5 m tahun lalu dermaga yang bisa dirampungkan masih setengah dari rencana panjang 45 meter dan lebar 15 Meter.

Pembangunan dermaga baru yang masing-masing panjang 45meter dan lebar 15 merter itu direncanakan rampung pada akhir tahun ini untuk dioperasikan, katanya.

Dermaga itu berkapasitas 3.500 GT itu diharapkan semakin melancarkan perdagangan dari Nias, Teluk Dalam, Pulau Telo dan Padang Sumatera Barat yang selama ini masih belum maksimal akibat keterbatasan dermaga. (Ant/x)

Sumber: Harian SIB, 30 Maret 2007

Facebook Comments