Gunungsitoli, WASPADA Online
Dari 15 ribu unit rumah permanen dibangun untuk warga setelah terjadi bencana gempa di Kab. Nias, sebanyak 5.539 unit belum selesai dibangun. Namun, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias menargetkan akan selesai tahun 2007.

Demikian dikatakan Manager Komunikasi dan Informasi Publik BRR Perwakilan Nias, Emanuel Migo kepada Waspada, Selasa (27/3), di kantornya Jl. Pelud Udara Binaka Km 6,5 Desa Fodo, Kec. Gunungsitoli Selatan, Kab. Nias. Hal itu dikatakan Migo sebelum acara dua tahun gempa Nias yang akan dilaksanakan Rabu (28/3) di Gunung Sitoli.

Migo menyebutkan, memasuki pasca gempa dua tahun di Nias, BRR sudah menyelesaikan 9.461 rumah permanen atau dalam proses pembangunan. Sedangkan 576 perumahan sementara sudah terbangun dan sudah ditempati warga. Namun, 5.539 belum terbangun sudah komitmen akan secepatnya dibangun World Bank dan Canadian Red Cross. Dan komitmen itu sudah disepakati sejak 2006.

“Sebanyak 5.539 rumah belum selesai dibangun sudah komitmen terhadap World Bank dan Canadian Red Cross untuk dibangun secepatnya. Karena warga sangat mengharapkan agar dapat menempati rumah tesebut,” kata Migo. Namun, dalam hal ini kemungkinan ada kendala lain seperti prosedur dan internal masing-masing belum siap dan bahan-bahan bangunan sulit diterima.Tapi, dalam hal ini pihak BRR menargetkan selesai pada 2007.

Mengenai peringatan dua tahun gempa akan dilaksanakan hari ini, lanjut Migo, BRR tidak mempunyai kegiatan sendiri seperti sebelumnya. Tapi, BRR akan mendukung kegiatan tersebut dengan positif dalam meningkatkan kemajuan Nias. “Pengalaman rehabilitasi dan rekonstruksi kepulauan Nias dapat menjadi pelajaran bagi penanganan pasca bencana di daerah-daerah lain di Indonesia. Terutama mengenai bagaimana menggalang koordinasi percepatan proses rekonstruksi serta mengatasi masalah-masalah nyata karena keterbatasan infrastruktur dan logistik untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi,” sebut Migo.

Seiring dengan itu, tambah Migo, BRR Perwakilan Nias sejak awal menggalang kerjasama dan koordinasi solid dengan berbagai stakeholder terlibat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Berbagai terobosan dilakukan mengalang koordinasi, seperti membentuk forum stakeholder mengadakan pertemuan rutin tahunan disebut Nias Island Stakeholder Meeting (NIMS).

Pantauan Waspada di sekitar lokasi peringatan dua tahun gempa di Jl. Sirao, Kec. Gunungsitoli pusatkota, persiapan warga mulai terlihat dengan baik. Di mana, menurut keterangan warga, acara puncak pada pukul 23:15. Karena waktu tersebut terjadinya gempa pada 28 Maret 2005.

Pada saat bersamaan, Teluk Dalam Kab. Nias Selatan juga mengadakan acara peringatan gempa diadakan Pemkab Nias bekerjasama dengan BRR. Dalam hal ini sudah melakukan gotong royong. Menurut warga, gempa dua tahun lalu merupakan sejarah yang tidak dapat dilupakan. Kejadian tersebut sangat memilukan bagi penduduk Nias. (k02)
(am)

Sumber: Waspada, 28 Maret 2007

Facebook Comments