Ratusan Mahasiswa Pertanyakan Legalitas Kampus II Teluk Dalam

Thursday, March 22, 2007
By nias

Telukdalam, Nisel. WASPADA Online
Ratusan mahasiswa IKIP dan STIE Gunungsitoli tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Kampus (FMPK) melakukan unjuk rasa di halaman Kampus II Teluk Dalam, mempertanyakan legalitas keberadaan IKIP paralel yang juga sering disebut Kampus II IKIP Gunungsitoli, Jumat (16/3).

Pada unjuk rasa itu, ratusan mahasiswa IKIP Gunungsitoli melalui jurubicara FPMK, Satuhati Wau dalam orasinya di hadapan Koordinator Lapangan (Korlap) IKIP Gunungsitoli Kampus II, Sitasi Zagoto, MA dan Ketua Yayasan Bampermadani Bambowo Laia, MA mempertanyakan legalitas Kampus II yang sampai saat ini status dan keberadaannya tidak jelas dimana sering disebut IKIP Paralel.

Mahasiswa juga meminta segera hentikan intimidasi kepada mahasiswa yang dilakukan sebagian dosen selama ini, diminta hentikan Pembantu Korlap (Pukor) II dan III karena memegang banyak jabatan, menuntut dihapuskan denda dana kemahasiswaan seperti uang kuliah yang terlambat pembayaran. Karena sering terjadi, dosen yang terlambat mengajar tidak pernah ada tindakan sehingga penegakan peraturan dinilai diskriminatif.

FPMK meminta pihak Korlap dan Ketua Yayasan Bampermadani menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan meminta bukti janji yang selama ini disampaikan kepada mahasiswa, administrasi kampus yang tidak jelas dan simpang siur seperti Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Rencana Studi (KRS) yang terkadang terlambat dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang sebagian belum dikeluarkan. Menurut Wau, kampus yang merupakan tempat mahasiswa menimba ilmu namun gedung IKIP dan STIE Gunungsitoli Kampus II sering disewakan sebagai tempat pertemuan suatu acara untuk tujuan komersial, sehingga proses belajar mengajar sering terganggu.

Korlap IKIP Gunungsitoli Kampus II, Sitasi Zagoto, MA akhirnya menerima perwakilan mahasiswa (FMPK) untuk berdialog. Dalam penjelasannya, Sitasi Zagoto mengatakan pihaknya selalu berusaha memperjuangkan supaya mendapat izin operasional Kampus II IKIP Gunungsitoli di Telukdalam kepada Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

Namun hingga saat ini belum berhasil karena beberapa persyaratan dan kriteria yang diminta belum terpenuhi seperti uang jaminan bank Rp4 miliar, tenaga pengajar yang berlatarbelakang pendidikan S-2 minimal 2 orang tiap fakultas dan kriteria lainnya.(cbj) (wns)

Sumber: Waspada, 20 Maret 2007

12 Responses to “Ratusan Mahasiswa Pertanyakan Legalitas Kampus II Teluk Dalam”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 11
    Aliozisokhi Fau,S.Pd Says:

    Perjuangan Bapak Ama Juang dan Ibu Sitasi Zagoto merupakan prestasi yg luar biasa di Nias khususnya Nias Selatan dan lebih khusus lagi Telukdalam, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Nias . Kesempatan kepada putra-putri Nias selatan untuk menimba ilmu sambil membantu orang tua di rumah. Mari kita hargai perjuangan mereka, Perjuangan mereka membutuhkan pengorbanan yg besar baik moril dan juga materil. Tinggal bagaimana para dosen dosen yg direkrut memenuhi kualifikassi minimal S2 semua. Tentu hal ini akan berproses dan pada saatnya akan terpenuhi. Kebiasaan kita menyoroti tapi tak bisa berbuat apa apa, mari kita instrospeksi diri agar kita bisa bersanding, beriringan bersama dalam membangun Nias Selatan. Ingat ” SAATNYA KITA MEMBANGUN KAMPUNG HALAMAN KITA” PROVISIAT UNTUK AMA JUANG DAN INA JUANG

  2. 12
    roma lest.zendrato Says:

    bnar2 administrasi kmpus kt d pulau nias hancur2n. sama halnya d kampus ikip gunungsitoli, masa KHS yg smestinya sdh kluar pd awal smister 2010 td n sdh 5bln sampe skr blm jg kluar, tp ktika KRS kt trlambat bgitu mudah mrk mengatakan tdk menerima. ANEH TAPI NYATA !!

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita