FK-UGM Terima 16 Mahasiswa Asal Nias dan Nisel

Thursday, March 22, 2007
By nias

Yogyakarta (Yaahowu)

Anak-anak lulusan SMU dari Nias yang berprestasi, diterima di FK-UGM (Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta dengan sistem penjaringan bibit unggul. Demikian dikatakan Dekan FK-UGM Prof. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK (K) ketika menerima 16 orang mahasiswa baru FK-UGM asal Nias dan Nias Selatan di Ruang Sidang Utama KPTU Lantai III FK-UGM, Rabu 21 Maret 2007.

Mahasiswa baru FK-UGM asal Nias dan Nisel ini diserahkan Bupati Nias Binahati Baeha, SH dan Wabup Nias Selatan Daniel Duha, SH. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dari program jangka panjang pemenuhan kebutuhan tenaga dokter umum di kawasan kepulauan Nias, dengan dukungan dana beasiswa dari BRR Nias hingga April 2009.

FK-UGM memberi kuota 16 orang bibit unggul asal Nias dan Nisel dari sekitar 150 mahasiswa yang akan diterima FK-UGM pada tahun 2007. Kebijakan ini menurut Prof. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK (K) adalah wujud dari Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengabdian masyarakat, dari pihak UGM untuk masyarakat kepulauan Nias yang mengalami bencana. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas dari Pusat Manajemen Kesehatan FK-UGM, dipimpin Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. mengatakan bahwa perlu perlakuan khusus pada daerah yang khusus seperti kepulauan Nias. Diperkirakan SDM atau masyarakat kepulauan Nias yang dilanda bencana akan cukup sulit bersaing dengan sekitar 150 orang untuk masuk FK-UGM. Sehingga dalam kebijakan penanganan daerah dicoba rumusan pengembangan SDM dengan membuka slot atau memberi kuota bagi bibit unggul yang ada. Setelah diterima di FK-UGM kepada mereka diberi kuliah matrikulasi, sambil menunggu mahasiswa baru yang melewati jalur umum.

Ke-16 bibit unggul asal Nias dan Nisel itu adalah: Greta Selfani Gulö, Yan Mahmud Fau, Dhyan Herlina Harefa, Septrian Warisman Zega, Yeti Oktaviana Zebua, Yunianti Lafau, Six Mey Karyani Mendröfa, Lely Ester Juniana Harefa, Dewi Marminta Lase, Yeni Lestaria Lase, Pasti Rahmat Daeli, Jumaidi Sihura, Demuli Zebua, Andi Rahmad Saro Waruwu, Andi Sujana Felix Juan Zebua, dan Weny Seprita Harefa

Bulan Agustus 2006 yang lalu, FK-UGM juga menerima 9 mahasiswa Magister Kesehatan dan 13 mahasiswa Dokter Spesialis asal Nias dan Nisel. Mahasiswa Magister Kesehatan: Ismed Krisman Amazihönö, SKM, Oktavianus Hulu,SKM, Peringatan Harefa, SKM, Everoni Mendröfa, SKM, Oberlin Kurniawan Gea, SKM, dr. Contesa Maruhawa, Rosina Gulö, SP, Jumar Kores Ginting, SKM, dan Kasih Trisnawati Zebua, S.Si, Apt.

Sedang mahasiswa Dokter Spesialis: dr. Hönazaro Marundruri, dr. Fatolosa Panjaitan, dr. Yamoguna Zega, dr. Tatik K. Ziliwu, dr. Fany Grace Hondrö, dr, Albertinus F. Daeli, dr. Vincensius Kurniel Nazara, dr. Desriyata Hia, dr. Sayangi Halawa, dr. James Batalya Gaho, dr. Yuliani Zalukhu, dr. Leo Ganumba, dan dr. Joice.

Selain menerima mahasiswa Program Pendidikan Dokter (S1), Magister (S2), dan Dokter Spesialis, untuk mengisi kekosongan dokter di kepulauan Nias, FK-UGM bekerjasama dengan RSUP Dr. Sardjito mengirim bantuan tenaga medis (dokter spesialis dan residen senior) ke Nias dan Nisel.

Usai penyerahan 16 mahasiswa asal Nias dan Nisel ini, dilanjutkan kegiatan Semiloka “Persiapan Penyusunan Sistem Kesehatan Kepulauan Nias dalam Kerangka Memperkuat Kemampuan Dinas Kesehatan Kabupaten Nias dan Puskesmas” selama 2 hari. Demikian dilaporkan Victor Zebua, wartawan Yaahowu, dari Yogyakarta. (wypj).


Berikut adalah foto-foto penandatanganan memorandum kesefahaman (MoU) penyerahan 16 orang putra-putri dari Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan menjadi mahasiswa FK-UGM yang baru. (Foto: Victor Zebua).

Bupati Nias, Binahati Baeha, SH

Dekan FK-UGM Prof. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK (K) dan Wakil Bupati Nisel, Daniel Duha, SH.

61 Responses to “FK-UGM Terima 16 Mahasiswa Asal Nias dan Nisel”

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 7 » Show All

  1. 31
    alex zebua Says:

    baru cuma masuk UGM sudah di besar-besarkan, kalau cuma masuk aja banyak orang yang bisa orang batak dan jawa bahkan ratusan didalamnya, dimana-mana orang nias ada sekolah tapi tidak pernah bisa jadi berkat karena kelakuannya yang sangat mementingkan diri sendiri dan munafik, kurang pergaulan, saya sendiri malu kadang mendengar, jadi kalau mau dipandnag sebagai orang dan suku yang sudah maju tunjukkanlah perubahan dengan membuang keegoisan dan jadilah berkat jangan hanya ngomong doang,… bupati nias sebaiknya berikan dong pengarahan yang bagus bagi orang nias yang ingin merantau jangan seperti yang dikatakan dan yang beredar bahwa orang nias ada yang melakukan pergaulan bebas padahal masuk sekolah pendeta dengan gratis.

  2. 32
    Betaria Says:

    semoga yg disampaikan resp.30 kejadian di STT Paulus, dan resp.31 bersifat kasusistik, bukan digeneralisasikan pada semua orang Nias. semoga Tuhan membimbing yg sesat di jalan Kebenaran. Amin.
    Yahowu,
    Betaria Ziliwu

  3. 33
    Dr.Ir.Arwin SABAR,MSc Says:

    Kesempatan yang diberikan UGM ,dengan membuka program matrikulasi merupakan program sisipan (antara) sebelum para kandidat memasuki progran kedokteran reguler tingkat pertama. Program semacam itu ,pernah dilaksanakan di ITB setelah tahun 1973 untuk seluruh kandidat yang masuk ITB untuk menyamakan kemampuan lulusan SMA seantero Indonesia hanya berlangsung sekitar 2(dua) tahun . Sejak tahun 2003 ITB ,melaksanakan juga sejenis program Matrikulasi bagi daerah-daerah tertentu ( Kab, Prop tertentu) di Indonesia dalam rangka pemerataan kesempatan pendidikan masuk ITB bagi putra-putri Indonesia . Khusus untuk putra-putra Nias masuk melalui Program matrikulasi di Fakultas Kedokteran-UGM ,hal tsb memperbesar peluang kesuksesan mengikuti program reguler selanjutnya. Dan sudah banyak bukti bahwa putra-putra Nias dapat sukses di PT ternama di negara Kita( GAMA,UI,ITB,IPB dsbnya ) bila diberi peluang , yang diperlukan adalah yang motivasi kuat untuk belajar , kultur malu( kalau gagal ) dan jangan banyak ngembar-ngembor. Berdasarkan statistik , keberhasilan di tingkat awal ( matrikulasi dan tingkat satu ) pada umumnya berhasil jadi sarjana/dokter ,itu petuah rektorku pada masa itu.

    Salam bagi putra-putri Nias

    Prof. Dr.Ir. Arwin ,MSc
    Ketua Keahlian Teknologi Pengelolaan Lingkungan,Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan ,ITB
    Kelahiran Nias , SDN03 dan SMPN01 di Gunung Sitoli

  4. 34
    Ismed Amazihono Says:

    Yaahowu

    salam kenal buat Pak Prof. Dr.Ir. Arwin ,MSc dan pak alex zebua, buat rekan-rekan yang lagi kuliah baik di PTS maupun PTN mari kita jadikan saran beliau sebagi semangat dalam belajar, sukses buat teman-teman saya S-2 yang lagi giat-giatnya dalam tahap penyelesaian studi baik yang sedang penelitian maupun yang seminar hasil dan ujian tesis, buat rekan yang sedang mengikuti pendidikan dokter spesialis (R-1,R-2,R-3,R-4) sukses buat bapak/ibu, buat adek yang sedang kuliah di kedokteran dan keperawatan semangat terus (ingat saran dari responden 30 dan 31 serta saran teman yang lain dan buat teman yang sedang kuliah di Fakultas yang lain (Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi)yang sama-sama menerima bantuan belajar mari kita berlomba/bersaing positif dalam pendidikan agar program tersebut dapat berhasil.
    Buat Prof. Dr.Ir. Arwin ,MSc, tahun berapa bapak di Nias (apa asli orang Nias), saya ingin kenal lebih jauh dan mau tanya apa kunci keberhasilan bapak sehingga bapak sukses seperti sekarang, trimakasih ….Yaahowu

    Ismed Krisman Amazihono
    Mahasiswa S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM (sedang dalam penyelesaian studi)

  5. 35
    blasius Says:

    FK-UGM Terima 16 Mahasiswa Asal Nias dan Nisel.

    Pertama-tama saya menyampaikan rasa kegembiraan saya atas berita ini. Sebagai orang Nias, saya merasa bangga dan senang membaca berita ini. Paling tidak dalam waktu 10 tahun ke depan, orang Nias memiliki dokter muda. Saya merasa bahwa ini adalah sebuah berita kegembiraan kita bersama. Walaupun saya tidak pernah mengenal wajah-wajah mereka apalagi bertemu dengan mereka yang diterima di FK-UGM, saya merasa bahwa ini adalah sukacita bagi orang Nias. soalnya tidak tanggung-tanggung, 16 orang langsung diterima di salah satu Perguruan Tinggi ternama. Adalah suatu jumlah yang luar biasa dan mungkin untuk pertama kalinya ini adalah peristiwa yang mengejutkan bagi orang Nias. Oleh karena itu, saya secara pribadi mengharapkan kepada orang Nias di manapun kita berada, mari kita mendukung saudara-saudari kita ini agar kelak mereka menjadi tenaga-tenaga ahli dalam mengembangkan potensi Nias, terutama dalam menangani berbagai masalah kesehatan. Mari kita memberi apresiasi dan respon yang baik atas usaha dan perjuangan mereka di bangku kuliah. Saya mendukung usaha, dan perjuangan kalian. ingat pepatah Latin yang mengatakan: “schola non sholae sed vitae discimus (sekolah bukan untuk nilai tetapi untuk hidup). so, belajarlah dengan baik, bangunlah dari tidurmu agar kelak masa depanmu dan masa depan Nias semakin cerah benderang. PROFICIAT untuk kalian semua yang belajar di FK-UGM. God bless you all.

    Saya menanggapi sedikit tulisan yang ditulis oleh saudara Alex Zebua. Membaca pesan yang saudara tulis di web ini, saya sedikit agak merasa risih, karena satu dua hal yang bagi saya terlalu ditonjolkan dan terlalu dilebih-lebihkan. Pertama: Saya merasa bahwa berita tentang mereka yang diterima di FK-UGM itu bukanlah sebuah berita yang dibesar-besarkan sebagaimana saudara tulis di atas. Bagi saya ini adalah berita kegembiraan yang patut kita dukung, kita support, kita syukuri. Oleh karena itu, tidaklah salah kalau kita sebagai orang Nias mengetahui persitiwa itu, sebab di situlah sesungguhnya terletak bagaimana kita memberi dukungan, dan semangat bagi orang lain. Kedua: saya merasa risih pernyataan saudara yang mengatakan bahwa “di mana-mana orang Nias sekolah tidak pernah memberi berkat karena kelakuannya yang sangat mementingkan diri sendiri, munafik dan kurang pergaulan.” Menurut saya, pernyataan ini kurang “etis” karena saudara menyamaratakan semua orang Nias. Mungkin saudara pernah melihat orang Nias yang berbuat demikian, tetapi apakah semua orang Nias berbuat seperti yang saudara pernah lihat dan saksikan……..? Apakah saudara dapat menunjukkan bukti bahwa “di mana-mana” orang Nias mementingkan diri sendiri, munafik dan kurang pergaulan? Saya justru ingin balik bartanya: “apa yang saudara maksudkan dengan kata “di mana-mana” dan “munafik.”
    Menurut saya, kata “di mana-mana” menujukkan “keseluruhan.” Itu berarti termasuk saya dong sebagai orang Nias dan siapa saja orang Nias di mana mereka tersebar? Apakah demikian fakta yang saudara lihat? Menurut saya sauadara Alex telah menyamaratakan orang Nias. Saya kira tidak boleh berkata demikian, karena mungkin kita hanya melihat segelintir orang saja yang memang mempunyai tingkah laku demikian lalu kita mengatakan “di mana-mana.” Selama saya berada di tanah orang (perantauan) dan beretemu dengan orang Nias, saya melihat bahwa ada banyak mereka yang berhasil dan mereka cukup membantu, paling tidak memberi dukungan bagi orang lain. Dan saya merasakan realitas ini. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan menurut saya adalah mari kita mendukung teman-teman, saudara-saudari kita yang mempunyai niat dan keinginan kuat untuk belajar. Saudara Alex benar ketika mengatakan bahwa siapapun atau dari kalangan manapun bisa masuk ke Perguruan Tinggi. Tetapi, yang menjadi persoalannya adalah proses masuk ke Perguruan Tinggi itu bukan suatu hal yang gampang. MAsuk ke Perguruan Tinggi itu membutuhkan banyak hal, apalagi yang namanya Fakultas Kedokteran. Kalau di Indonesia, masuk Fakultas Kedokteran itu tidak gampang apalagi dari segi biaya. oleh karena itu, patut kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa ada orang yang mau membantu saudara-saudari kita untuk masuk ke Fakultas itu. Dan saya kira ini adalah sebuah persitiwa yang luar biasa dan mungkin sekaligus untuk pertama kalinya orang Nias masuk ke Perguruan Tinggi dalam jumlah yang besar. Bukankah ini sebuah pengalaman indah bagi kita………?
    Itu aza komentar dari saya. Syalom, U’owai mano ami fefu ya’ami ira talifusogu siso ba dano sarou, dan terkhusus ira talifusogu yang sedang belajar di FK-UGM. May God bless us all and let us study for future our life. keep smile.

    Blasius B. Baene (Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang)

  6. 36
    Dr.Ir.Arwin SABAR,MSc Says:

    Buat sdr :Ismed Krisman Amazihono

    Kakek saya pendatang lahir di P.Tello awal abab XVIII dan demikian pula ayah saya lahir awal Abab XIX. pada tahun 30 ayah saya migrasi ke Teluk Dalam terus ke G.Sitoli . Saya lahir di Gst 52 ,masuk SR N03 dst SMP N No 1 tahun 1969-1971 SMA di yogya ,mantan bendahara Ikatan Keluarga Nias di Yogya (Ketuanya Faoziduhu Telaumbanua,mantan sekda kab. Nias )dan juga mantan sekertaris Himpunan Warga Nias Bandung & sekitarnya tahun 1977-1980(ketuanya Ama Hideo Zebua , mantan hakim). Masuk ITB -Teknik Lingkungan 1972 lulus Maret 1977 sbg lulusan yang pertama , tahun 1984 lulus S2`Teknik Sumber Air -Teknik Sipil ITB dan menerus Ph.D ke Eropa spesialis Water Resources Management 1992. sejak 1 jan 2006 menjabat jadi Ketua Kelompok Keahlian TPL sd sekarang.(merupakan jab.GB).

    Ya ,itu sedikit C.A. tentang saya.

    Salam.

  7. 37
    Ismed Amazihono Says:

    Yaahowu
    Buat Prof. Dr.Ir. Arwin ,MSc, trimakasih atas perkenalan,semoga kami anak nias dapat mengikuti jejak bapak. sukses buat bapak.

    Buat saudar Blasius, terimakasih semangat dari saudara, mari kita terus berjuang demi kemajuan Nias walaupun banyak tantangan dari dalam maupun dari luar, semuanya akan indah pada waktunya, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita asal kita tetap bersama dengan Dia, Amin

    Tks, Yaahowu

  8. 38
    Marinus W. Says:

    Yaahowu!

    Terima kasih semua info bagusnya ira Ama-ba ira Ina, Ira Talifuso Fefu.
    Namun saya pingin agar info berkaitan dengan biaya siswa s-2 untuk tahun 2008 atau tahun 2009 ini bisa dibagi-bagikan ke kita.
    Bolehkan?

  9. 39
    niasintakor Says:

    Program Penerimaan Mahasiswa Asal Nias dan Nisel dari dana BRR khususnya pd bidang kesehatan.
    Asal tau aja itu semua permainan KKN, kenapa?
    Kasus Tahun 2007 kemaren, seorang calon Mahasiswa FK UGM dicoret namanya tanpa kejelasan setelah lulus dari beberapa test.
    Ternyata ada perbedaan data pengumuman dari BRR dengan UGM.
    Setelah di konfirmasi dengan datang langsung ke Pihak UGM untuk meminta data2 nama yg lulus diterima di FK UGM.
    Alhasil ditolak, alasannya rahasia.
    Setelah didesak akhirnya pihak UGM meminta izin dari seorang pejabat BRR melalui mail.
    Setelah ditunggu jadinya dibalas “Lembar Data Pengumuman tidak boleh diperlihatkan, hanya atas seizin saya”
    Nah, saudara-saudari yg lulus Program diatas, jangan berbangga dulu… Anda yakin tidak ber-KKN dengan Bos-bos di BRR? Mungkin secara tidak langsung atau langsung.
    Mungkin saudara-saudari negoisasi dengan Bos2 dibawah ini:
    1.Fence Lase
    2.Astrid Kartika
    3.Armansyah Siregar beserta kroninya (PPK)

    atau dengan Kepala Distrik Nias (Yupiter Gulo) atau Kepala Distrik Nias Selatan (Siduhuraro Dachi)/dipecat Nop.2007

    Hayooo.., setorannya berapa??

    Hahahhahhahahah, Jadi Dokter hasil dari KKN memang menyenangkan, mudah-mudahan punya pasien cepet sembuhnya atau malah tambah sakit???

  10. 40
    niasintakor Says:

    Buat Saudara Marinus W.
    Info biaya siswa s-2 untuk tahun 2008 atau tahun 2009 ini ingin dibagi-bagikan.
    Guampaaaangg…
    Tinggal pegang biangnya aja
    Mau tau sapa, ini saya kasi tau (Dr.Astrid Kartika, Fence Lase atau Armanysah Siregar)

    Tapi minta infonya jgn didepan orang banyak… tinggal masuk ruangan kantor dari salah satu mereka tutup pintu – nego, tinggal sediain modal berapa yang anda negosiasikan.

    Kalo tulisan saya dibantah oleh mereka…, wah.. saya ga tau jadinya, Inget kata Pak Kuntoro, “Sekali kamu melakukan KKN – Neraka Didepan Matamu” (Morning Tea 01 March 08″

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 7 » Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita