Yogyakarta (Yaahowu)

Anak-anak lulusan SMU dari Nias yang berprestasi, diterima di FK-UGM (Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta dengan sistem penjaringan bibit unggul. Demikian dikatakan Dekan FK-UGM Prof. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK (K) ketika menerima 16 orang mahasiswa baru FK-UGM asal Nias dan Nias Selatan di Ruang Sidang Utama KPTU Lantai III FK-UGM, Rabu 21 Maret 2007.

Mahasiswa baru FK-UGM asal Nias dan Nisel ini diserahkan Bupati Nias Binahati Baeha, SH dan Wabup Nias Selatan Daniel Duha, SH. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dari program jangka panjang pemenuhan kebutuhan tenaga dokter umum di kawasan kepulauan Nias, dengan dukungan dana beasiswa dari BRR Nias hingga April 2009.

FK-UGM memberi kuota 16 orang bibit unggul asal Nias dan Nisel dari sekitar 150 mahasiswa yang akan diterima FK-UGM pada tahun 2007. Kebijakan ini menurut Prof. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK (K) adalah wujud dari Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengabdian masyarakat, dari pihak UGM untuk masyarakat kepulauan Nias yang mengalami bencana. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas dari Pusat Manajemen Kesehatan FK-UGM, dipimpin Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. mengatakan bahwa perlu perlakuan khusus pada daerah yang khusus seperti kepulauan Nias. Diperkirakan SDM atau masyarakat kepulauan Nias yang dilanda bencana akan cukup sulit bersaing dengan sekitar 150 orang untuk masuk FK-UGM. Sehingga dalam kebijakan penanganan daerah dicoba rumusan pengembangan SDM dengan membuka slot atau memberi kuota bagi bibit unggul yang ada. Setelah diterima di FK-UGM kepada mereka diberi kuliah matrikulasi, sambil menunggu mahasiswa baru yang melewati jalur umum.

Ke-16 bibit unggul asal Nias dan Nisel itu adalah: Greta Selfani Gulö, Yan Mahmud Fau, Dhyan Herlina Harefa, Septrian Warisman Zega, Yeti Oktaviana Zebua, Yunianti Lafau, Six Mey Karyani Mendröfa, Lely Ester Juniana Harefa, Dewi Marminta Lase, Yeni Lestaria Lase, Pasti Rahmat Daeli, Jumaidi Sihura, Demuli Zebua, Andi Rahmad Saro Waruwu, Andi Sujana Felix Juan Zebua, dan Weny Seprita Harefa

Bulan Agustus 2006 yang lalu, FK-UGM juga menerima 9 mahasiswa Magister Kesehatan dan 13 mahasiswa Dokter Spesialis asal Nias dan Nisel. Mahasiswa Magister Kesehatan: Ismed Krisman Amazihönö, SKM, Oktavianus Hulu,SKM, Peringatan Harefa, SKM, Everoni Mendröfa, SKM, Oberlin Kurniawan Gea, SKM, dr. Contesa Maruhawa, Rosina Gulö, SP, Jumar Kores Ginting, SKM, dan Kasih Trisnawati Zebua, S.Si, Apt.

Sedang mahasiswa Dokter Spesialis: dr. Hönazaro Marundruri, dr. Fatolosa Panjaitan, dr. Yamoguna Zega, dr. Tatik K. Ziliwu, dr. Fany Grace Hondrö, dr, Albertinus F. Daeli, dr. Vincensius Kurniel Nazara, dr. Desriyata Hia, dr. Sayangi Halawa, dr. James Batalya Gaho, dr. Yuliani Zalukhu, dr. Leo Ganumba, dan dr. Joice.

Selain menerima mahasiswa Program Pendidikan Dokter (S1), Magister (S2), dan Dokter Spesialis, untuk mengisi kekosongan dokter di kepulauan Nias, FK-UGM bekerjasama dengan RSUP Dr. Sardjito mengirim bantuan tenaga medis (dokter spesialis dan residen senior) ke Nias dan Nisel.

Usai penyerahan 16 mahasiswa asal Nias dan Nisel ini, dilanjutkan kegiatan Semiloka “Persiapan Penyusunan Sistem Kesehatan Kepulauan Nias dalam Kerangka Memperkuat Kemampuan Dinas Kesehatan Kabupaten Nias dan Puskesmas” selama 2 hari. Demikian dilaporkan Victor Zebua, wartawan Yaahowu, dari Yogyakarta. (wypj).


Berikut adalah foto-foto penandatanganan memorandum kesefahaman (MoU) penyerahan 16 orang putra-putri dari Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan menjadi mahasiswa FK-UGM yang baru. (Foto: Victor Zebua).

Bupati Nias, Binahati Baeha, SH

Dekan FK-UGM Prof. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK (K) dan Wakil Bupati Nisel, Daniel Duha, SH.

Facebook Comments