Gunungsitoli, Kompas – Karena dendam diisukan punya ilmu hitam, Fatizanolo La’ia (40), warga Desa Sifalaete, Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, membunuh Adilia Daeli (26) berikut tiga anaknya, Darmayanti Lase (7), Oktavianus Lase (8), dan Julvan Lase (4).

Selain Adilia dan tiga anaknya, pembunuhan yang dilakukan pada Selasa (20/3) sekitar pukul 10.30 itu juga menewaskan Suriyati La’ia (34), guru SD Negeri Sifalaete, yang datang ke tempat kejadian begitu mendengar ada keributan di rumah Adilia.

Dua korban lain adalah Ama Nova Lase (32), suami Adilia Daeli, dan Yafati Lase (32), tukang becak, mengalami luka bacok oleh amukan tersangka dan kini dirawat di RS Gunungsitoli. Kecuali Darmayanti yang meninggal di rumah sakit sekitar pukul 17.45, empat korban lain meninggal di tempat kejadian, yakni di rumah mereka yang letaknya dekat SDN Sifalaete.

Mengutip keterangan tersangka Fatizanolo La’ia, Wakil Kepala Kepolisian Resor Nias Komisaris Justin Sinaga menuturkan, tersangka merasa sakit hati karena setahun ini diisukan oleh keluarga korban memiliki ilmu hitam. Sementara Adilia menuduh tersangka belum melunasi utang sebesar Rp 1 juta. Padahal, Fatizanolo mengaku sudah membayar utang itu kepada suami Adilia. “Tersangka merasa para korban sudah mempermalukan dirinya,” ujar Sinaga.

Kejadian itu menggegerkan kota Gunungsitoli. Diduga, tersangka yang juga tetangga korban sudah merencanakan pembunuhan. Untuk melakukan maksudnya, ia menunggu anak-anak korban pulang dari sekolah.

Keributan yang terjadi di rumah korban yang tak jauh dari sekolah itu mengundang perhatian para tukang becak dan guru- guru. Ketika mereka datang untuk melihat apa yang terjadi, mereka tak luput dari amukan Fatizanolo yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang potong daging babi.

Sinaga menegaskan, pemeriksaan polisi menunjukkan tersangka dalam kondisi sehat. Dia menambahkan, di sebagian pedesaan di Nias, guna-guna dan ilmu hitam masih dipercaya dan menjadi bagian kehidupan masyarakat. (wsi)

Sumber: Kompas

Facebook Comments